KKP Siapkan 6 Program Prioritas Dukung Kedaulatan Pangan, Bangun 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan enam program prioritas untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional. Program tersebut menjadi bagian dari arahan Presiden yang menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan sektor kelautan dan perikanan memiliki posisi strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, potensi laut Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal melalui pembangunan berbasis ekonomi biru yang berkelanjutan.
"Laut merupakan sumber protein kehidupan yang strategis. Pembangunan kelautan harus dimulai dari desa-desa pesisir sebagai pusat ekonomi biru," ujar Trenggono melalui kanal YouTube Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, program prioritas tersebut juga mendukung implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam penguatan kedaulatan pangan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk mendukung target pembangunan nasional tahun 2027, KKP telah menyiapkan enam program prioritas pada kluster kedaulatan pangan.
Enam program tersebut meliputi pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi Tambak Pantura seluas 14.000 hektare, pengembangan model dan replikasi tambak udang terintegrasi seluas 2.000 hektare, pembangunan 40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik, penyediaan 4.582 unit kapal ikan modern, serta program swasembada garam melalui pengembangan kawasan sentra industri garam nasional.
Menurut Trenggono, setiap program telah dirancang untuk meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Seluruh rincian program tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat teknis agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaannya.
"Nanti di dalam rapat teknis akan dijelaskan masing-masing itu kenapa, mengapa, dan seterusnya. Maka diperlukan pandangan yang sama terkait program ini," katanya.
Trenggono juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mengawal pelaksanaan seluruh program prioritas tersebut.
Ia berharap implementasi enam program tersebut mampu memberikan dampak nyata berupa peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan di seluruh Indonesia.
"Sehingga program yang dijalankan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (R-05)

