Menjemput Senyum dari Pelosok, PT ITA dan Yayasan Bakrie Amanah Hadirkan Khitan Gratis untuk Anak-anak Pesisir
Program Khitanan Massal Untuk Negeri 2026, sebanyak 115 anak mengikuti layanan khitan gratis yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak pada 27 Juni hingga 2 Juli 2026. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Bagi banyak keluarga yang tinggal di wilayah kepulauan, mengantarkan anak untuk menjalani khitan bukan sekadar urusan datang ke fasilitas kesehatan. Ada ongkos transportasi yang harus disiapkan, perjalanan menyeberangi sungai atau laut, hingga waktu yang terbuang karena akses jalan yang belum sepenuhnya memadai.
Di sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Meranti, perjalanan menuju tempat khitan bahkan bisa menjadi tantangan tersendiri. Jarak antardesa dipisahkan perairan, sementara fasilitas kesehatan tidak selalu berada dekat dengan permukiman warga. Kondisi itu membuat sebagian keluarga harus berpikir dua kali sebelum membawa anaknya menjalani khitan.
Berangkat dari kenyataan tersebut, PT Imbang Tata Alam (ITA) bersama Yayasan Bakrie Amanah menghadirkan solusi melalui layanan khitan gratis dengan konsep jemput bola langsung ke desa-desa.
Melalui program Khitanan Massal Untuk Negeri 2026, sebanyak 115 anak mengikuti layanan khitan gratis yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak pada 27 Juni hingga 2 Juli 2026. Program yang merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Imbang Tata Alam itu diperkirakan memberikan manfaat ekonomi sekitar Rp115 juta bagi keluarga penerima manfaat.
Pelayanan dipusatkan di enam titik yang tersebar di Kecamatan Merbau, Tebing Tinggi Barat, dan Sungai Apit. Seluruh lokasi dipilih sedekat mungkin dengan tempat tinggal peserta sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi maupun menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan layanan kesehatan bagi anak-anak mereka.
Sebanyak 30 anak mengikuti khitan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan diikuti 39 anak di Kecamatan Merbau dan 46 anak di Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Seluruh peserta ditetapkan melalui pendataan bersama pemerintah desa dan UPT Puskesmas setempat agar bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan pendekatan jemput bola dipilih karena sesuai dengan karakteristik wilayah operasional PT Imbang Tata Alam yang berada di kawasan pesisir dan kepulauan.
"Khitanan Massal Untuk Negeri merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Imbang Tata Alam. Sebagai perusahaan hulu migas yang beroperasi di kawasan pesisir dan kepulauan, kami ingin memastikan keberadaan perusahaan tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan energi nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat yang menjawab kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau," ujar Iman.
Bagi warga, program tersebut bukan sekadar pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Dahlia, salah seorang orang tua peserta dari Kelurahan Teluk Belitung, mengaku bersyukur karena anaknya dapat mengikuti khitan tanpa harus memikirkan biaya yang selama ini menjadi salah satu kendala bagi keluarganya.
"Program ini sangat kami tunggu karena anak-anak bisa dikhitan secara gratis sekaligus mendapatkan perlengkapan dan uang saku. Kami merasa sangat terbantu. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut," tuturnya.
Apresiasi juga datang dari tenaga kesehatan. Kepala UPT Puskesmas Teluk Belitung, dr. H. Suhadi, menilai pelayanan jemput bola merupakan pendekatan yang tepat untuk wilayah kepulauan dengan akses kesehatan yang masih terbatas.
Menurutnya, kehadiran tim medis langsung ke desa membuat masyarakat memperoleh pelayanan secara cepat, aman, dan nyaman. Anak-anak pun tidak perlu menempuh perjalanan panjang setelah menjalani tindakan medis, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih baik di rumah masing-masing.
"Kami sangat mengapresiasi langkah PT Imbang Tata Alam yang menghadirkan layanan langsung ke desa-desa. Dengan kondisi geografis yang menantang, pendekatan seperti ini memudahkan warga memperoleh pelayanan sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan tenaga kesehatan," katanya.
Suasana penuh kegembiraan menutup rangkaian kegiatan tersebut. Sebelum acara berakhir, panitia mengundi dua hadiah utama berupa satu unit skuter dan satu unit mobil mainan yang langsung disambut sorak gembira para peserta.
Bagi sebagian orang, hadiah itu mungkin hanyalah pelengkap. Namun bagi anak-anak yang baru saja melewati salah satu fase penting dalam masa pertumbuhan mereka, senyum, tawa, dan semangat yang dibawa pulang hari itu akan menjadi kenangan indah yang sulit dilupakan.
Di balik program ini, PT Imbang Tata Alam tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan. Perusahaan juga memperlihatkan bahwa kepedulian kepada masyarakat dapat diwujudkan dengan cara sederhana namun berdampak besar: mendekatkan pelayanan kepada mereka yang selama ini justru paling jauh dari akses pelayanan. (R-01)

