Suhu Tembus 43,7 Derajat Celsius, Spanyol Catat 212 Kematian Akibat Cuaca Ekstrem
Ilustrasi mencuci muka. Foto : Istimewa
SPANYOL, SabangMerauke News - Gelombang panas yang melanda Spanyol menyebabkan sedikitnya 212 orang meninggal dunia. Data tersebut tercatat sepanjang periode Minggu hingga Rabu waktu setempat. Korban tersebar di berbagai wilayah saat suhu udara terus meningkat tajam.
Sistem pemantauan kematian MoMo mencatat lonjakan angka kematian selama gelombang panas berlangsung. Perhitungan dilakukan menggunakan perbandingan terhadap rata-rata historis kematian harian. Hasilnya menunjukkan dampak cuaca ekstrem semakin signifikan terhadap kesehatan masyarakat.
Badan Meteorologi Spanyol AEMET memperingatkan ancaman serius akibat suhu panas berkelanjutan. Sejumlah wilayah utara bahkan berstatus peringatan merah selama beberapa hari terakhir. Suhu udara diperkirakan dapat mencapai 42 derajat Celsius pada puncak gelombang panas.
Wilayah utara menjadi perhatian karena penggunaan pendingin udara masih sangat terbatas. Data portal properti Idealista menunjukkan kepemilikan pendingin udara hanya mencapai sembilan persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 41 persen.
Gelombang panas dimulai sejak Minggu dan memecahkan sejumlah rekor cuaca nasional. Wilayah Cantabria mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah mencapai 43,7 derajat Celsius. Rekor suhu malam hari juga tercipta di Zamora dan Provinsi Almeria.
Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem. Risiko gangguan kesehatan meningkat saat tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar. “Hal paling penting adalah air, tempat berteduh, dan ruangan yang sejuk,” ujarnya.
Garcia meminta masyarakat segera mencari pertolongan ketika mengalami gejala heatstroke. Keluhan seperti sakit kepala, mual, kram, hingga kelelahan perlu mendapat perhatian. “Suhu panas bisa mematikan, dan perubahan iklim juga mematikan,” tegas Garcia.
Kementerian Kesehatan sebelumnya melaporkan 101 kematian akibat suhu panas sepanjang Mei lalu. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi untuk bulan Mei sejak pendataan dimulai. Kondisi itu menunjukkan ancaman cuaca ekstrem semakin nyata di Spanyol.(R-04)

