SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Sendirian Pasca Cerai dari Istri, Laki-Laki 47 Tahun Ditemukan Membusuk Sambil Ditemani Tumpukan Obat!

      Sendirian Pasca Cerai dari Istri, Laki-Laki 47 Tahun Ditemukan Membusuk Sambil Ditemani Tumpukan Obat!

      25/06/2026  ❘  08:42 WIB
    • Kalah Cepat dari The Power of Emak-Emak, Petugas Gabungan Cuma Kebagian Bakar Gubuk Sabu Kosong!

      Kalah Cepat dari The Power of Emak-Emak, Petugas Gabungan Cuma Kebagian Bakar Gubuk Sabu Kosong!

      25/06/2026  ❘  08:30 WIB
    • Darah Daging Sendiri Tega Dilalap, Dua Ayah Bejat di Sumatera Utara Kompak Masuk Sel Barengan!

      Darah Daging Sendiri Tega Dilalap, Dua Ayah Bejat di Sumatera Utara Kompak Masuk Sel Barengan!

      25/06/2026  ❘  08:19 WIB
    • Jenazah Novia Sihotang Siswi Latsarmil SPPI Tiba di Kampung Halaman dan Langsung Dimakamkan Malam Hari

      Jenazah Novia Sihotang Siswi Latsarmil SPPI Tiba di Kampung Halaman dan Langsung Dimakamkan Malam Hari

      25/06/2026  ❘  08:08 WIB
  • Nasional
    • Latihan Militer Calon Pengelola Koperasi Merah Putih Makan Korban, Sudah 3 Orang Meninggal Dunia

      Latihan Militer Calon Pengelola Koperasi Merah Putih Makan Korban, Sudah 3 Orang Meninggal Dunia

      25/06/2026  ❘  10:05 WIB
    • Singapura Nomor 1 di Asia, Ini Peringkat Indonesia dalam Daftar Negara Paling Damai Dunia 2026

      Singapura Nomor 1 di Asia, Ini Peringkat Indonesia dalam Daftar Negara Paling Damai Dunia 2026

      25/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Terungkap! Ini Penyebab Tiga Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latihan Militer

      Terungkap! Ini Penyebab Tiga Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latihan Militer

      25/06/2026  ❘  08:21 WIB
    • Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Berubah Lagi, KPK Ambil Keputusan karena Kondisi Kesehatan

      Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Berubah Lagi, KPK Ambil Keputusan karena Kondisi Kesehatan

      24/06/2026  ❘  21:59 WIB
  • Ekonomi
    • Dibuka Nyungsep Pagi Hari, IHSG Mendadak Lompat Jinjit Salip Bursa Asia Akibat Manuver Asing!

      Dibuka Nyungsep Pagi Hari, IHSG Mendadak Lompat Jinjit Salip Bursa Asia Akibat Manuver Asing!

      25/06/2026  ❘  10:22 WIB
    • Kemudahan dan Prinsip Syariah Jadi Alasan Masyarakat Memilih Gadai Emas BRK Syariah

      Kemudahan dan Prinsip Syariah Jadi Alasan Masyarakat Memilih Gadai Emas BRK Syariah

      25/06/2026  ❘  10:01 WIB
    • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juni 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 24 Karat hingga 6 Karat

      Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juni 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 24 Karat hingga 6 Karat

      25/06/2026  ❘  09:13 WIB
    • Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 25 Juni 2026 Stabil, Cek Selisih Antam, UBS, dan Galeri 24 Sebelum Beli

      Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 25 Juni 2026 Stabil, Cek Selisih Antam, UBS, dan Galeri 24 Sebelum Beli

      25/06/2026  ❘  09:00 WIB
  • Politik
    • Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      22/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      20/06/2026  ❘  12:05 WIB
    • Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      19/06/2026  ❘  08:08 WIB
    • Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      19/06/2026  ❘  01:00 WIB
  • Hukrim
    • Gang Singgalang Mendadak Heboh, Pengedar Sabu Tumbang Usai Warga Buka Suara

      Gang Singgalang Mendadak Heboh, Pengedar Sabu Tumbang Usai Warga Buka Suara

      24/06/2026  ❘  18:39 WIB
    • Motor Sudah Keluar Garasi, Maling Ini Malah Tumbang Dikejar Warga Binawidya

      Motor Sudah Keluar Garasi, Maling Ini Malah Tumbang Dikejar Warga Binawidya

      24/06/2026  ❘  17:42 WIB
    • Polda Jabar Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri

      Polda Jabar Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri

      24/06/2026  ❘  17:38 WIB
    • Pencuri Motor di Pekanbaru Babak Belur Dihajar Warga, Satu Pelaku Ditangkap Satu Lagi Masuk DPO

      Pencuri Motor di Pekanbaru Babak Belur Dihajar Warga, Satu Pelaku Ditangkap Satu Lagi Masuk DPO

      24/06/2026  ❘  17:31 WIB
  • Umum
    • Alergi Tak Kunjung Hilang? Dokter Ungkap Alasan Mengapa Alergi Sulit Sembuh Permanen

      Alergi Tak Kunjung Hilang? Dokter Ungkap Alasan Mengapa Alergi Sulit Sembuh Permanen

      25/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Waspada Bahaya BPA! Ini 3 Alasan Penting Memastikan Air Minum Keluarga Bebas Zat Berbahaya

      Waspada Bahaya BPA! Ini 3 Alasan Penting Memastikan Air Minum Keluarga Bebas Zat Berbahaya

      25/06/2026  ❘  07:39 WIB
    • Murah, Dekat dan Bebas Visa! Ini Deretan Negara Favorit yang Bisa Jadi Tujuan Liburan WNI Tahun 2026

      Murah, Dekat dan Bebas Visa! Ini Deretan Negara Favorit yang Bisa Jadi Tujuan Liburan WNI Tahun 2026

      24/06/2026  ❘  21:17 WIB
    • Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal, Ahli: Jangan Lebih dari Ini!

      Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal, Ahli: Jangan Lebih dari Ini!

      24/06/2026  ❘  09:24 WIB
  • Riau
    • Tak Tertampung di SMP Negeri? Tenang, Pemko Pekanbaru Gratiskan 23 SMP Swasta dan 15 MTs

      Tak Tertampung di SMP Negeri? Tenang, Pemko Pekanbaru Gratiskan 23 SMP Swasta dan 15 MTs

      25/06/2026  ❘  08:07 WIB
    • Warga Riau Waspada! Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah, Ini Daerah Terdampak

      Warga Riau Waspada! Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah, Ini Daerah Terdampak

      25/06/2026  ❘  07:46 WIB
    • DLHK Pekanbaru Harapkan LPS Ada Terobosan Baru dalam Pengelolaan Sampah

      DLHK Pekanbaru Harapkan LPS Ada Terobosan Baru dalam Pengelolaan Sampah

      24/06/2026  ❘  20:43 WIB
    • Program Prabowo Dituduh Bikin Kantin Sekolah Tekor, Plt Gubernur Riau Bongkar Borok Laporan Disdik

      Program Prabowo Dituduh Bikin Kantin Sekolah Tekor, Plt Gubernur Riau Bongkar Borok Laporan Disdik

      24/06/2026  ❘  17:51 WIB
  • Sport
    • PSPS Pekanbaru Tunjuk Akhyar Ilyas jadi Pelatih Kepala

      PSPS Pekanbaru Tunjuk Akhyar Ilyas jadi Pelatih Kepala

      24/06/2026  ❘  20:21 WIB
    • Kejurnaswil Kempo Sumatera 2026 di Sawahlunto Dibuka Gubernur Sumbar, 426 Atlet dari 29 Daerah Berkompetisi

      Kejurnaswil Kempo Sumatera 2026 di Sawahlunto Dibuka Gubernur Sumbar, 426 Atlet dari 29 Daerah Berkompetisi

      24/06/2026  ❘  13:03 WIB
    • Kroasia Menang Tipis, Gol Ante Budimir Bikin Panama Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      Kroasia Menang Tipis, Gol Ante Budimir Bikin Panama Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      24/06/2026  ❘  11:47 WIB
    • Ronaldo Pecah Kebuntuan 10 Laga, Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026 

      Ronaldo Pecah Kebuntuan 10 Laga, Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026 

      24/06/2026  ❘  11:46 WIB
  • Opini
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
  • Internasional
    • Sayap Retak Gegerkan Airbus! Belasan Pesawat A380 Emirates dan Qantas Jalani Inspeksi Mendesak

      Sayap Retak Gegerkan Airbus! Belasan Pesawat A380 Emirates dan Qantas Jalani Inspeksi Mendesak

      24/06/2026  ❘  17:50 WIB
    • Mantan Menkeu Ditangkap! Kasus Pencucian Uang Gegerkan Nepal, Pemerintah Baru Bergerak Sapu Bersih Korupsi

      Mantan Menkeu Ditangkap! Kasus Pencucian Uang Gegerkan Nepal, Pemerintah Baru Bergerak Sapu Bersih Korupsi

      24/06/2026  ❘  17:40 WIB
    • Trump Masih Mengancam Iran Meski Kesepakatan Swiss Tercapai, Teheran Langsung Beri Peringatan Keras!

      Trump Masih Mengancam Iran Meski Kesepakatan Swiss Tercapai, Teheran Langsung Beri Peringatan Keras!

      23/06/2026  ❘  21:17 WIB
    • Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      22/06/2026  ❘  17:16 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Dolar Ngamuk Tembus Rp18.012, Mata Uang Garuda Mendadak Lunglai Dikunyah Greenback!

25/06/2026  ❘  08:52 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Dolar Ngamuk Tembus Rp18.012, Mata Uang Garuda Mendadak Lunglai Dikunyah Greenback!

Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (sumber: istimewa)

JAKARTA, SabangMerauke News - Nilai tukar rupiah kembali memasuki fase berat pada Kamis, 25 Juni 2026. Perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF) menunjukkan mata uang Indonesia dibuka pada level Rp18.003 per dolar Amerika Serikat sebelum bergerak melemah hingga Rp18.012 per dolar AS.

Angka tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya tekanan terhadap rupiah di tengah penguatan dolar AS, keluarnya modal asing, serta meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar keuangan domestik. Pergerakan tersebut membuat level Rp18.000 per dolar AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar.

Angka yang selama beberapa waktu terakhir berada di ambang psikologis itu kini kembali disentuh ketika sentimen global dan domestik bergerak dalam arah yang kurang bersahabat bagi rupiah.

Pada saat yang sama, indeks dolar Amerika Serikat terhadap enam mata uang utama dunia terus menguat ke level 101,63. Penguatan itu menunjukkan permintaan terhadap dolar masih tinggi di pasar global.

Saat dolar mengumpulkan tenaga, mata uang negara berkembang menghadapi tekanan berbeda-beda. Di kawasan Asia, pergerakan berlangsung bervariasi. Won Korea Selatan dan dolar Singapura mengalami pelemahan. Sementara sejumlah mata uang lain justru bergerak menguat.

Ringgit Malaysia mencatatkan penguatan cukup solid. Mata uang negeri jiran itu memperoleh dorongan dari meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Malaysia. Investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) melonjak 41,2 persen menjadi RM65,9 miliar sepanjang 2025.

Kondisi tersebut memberi napas tambahan bagi ringgit saat banyak mata uang kawasan menghadapi tekanan dolar AS. Investor menilai arus investasi yang kuat menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi Malaysia.

Baht Thailand juga menunjukkan ketahanan. Mata uang Negeri Gajah Putih memperoleh dukungan setelah otoritas moneter Thailand memberi sinyal siap melakukan intervensi apabila volatilitas dianggap berlebihan.

Selain ringgit dan baht, penguatan juga terlihat pada yen Jepang, yuan offshore, serta dolar Hong Kong. Pergerakan itu membuat rupiah terlihat lebih rentan dibanding sebagian mata uang regional lainnya.

Tekanan terbesar terhadap rupiah datang dari kombinasi faktor eksternal dan domestik. Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan MSCI yang menunda tinjauan status pasar Indonesia setidaknya hingga November 2026.

Keputusan tersebut membuat investor kembali menghitung risiko yang melekat pada aset-aset keuangan Indonesia. MSCI memilih memantau efektivitas reformasi transparansi yang telah dilakukan otoritas keuangan sebelum mengambil langkah lanjutan.

Penundaan itu muncul pada saat pasar domestik membutuhkan sentimen positif untuk menarik kembali arus modal asing. Saat ekspektasi pasar tidak terpenuhi, tekanan terhadap rupiah semakin terasa.

Director of Asia Macro Strategy RBC Capital Markets, Abbas Keshvani, menilai kondisi tersebut masih berpotensi membebani rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

"Kami tetap bearish terhadap rupiah karena arus keluar modal kemungkinan akan terus berlanjut akibat tingginya imbal hasil obligasi AS, kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia, serta risiko penurunan status oleh MSCI," tulis Abbas Keshvani dalam riset yang dikutip Bloomberg News.

 

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran investor global terhadap prospek aset Indonesia. Tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat membuat dana investasi lebih memilih bertahan di pasar AS dibanding masuk ke negara berkembang.

Ketika investor memperoleh imbal hasil tinggi dengan risiko relatif lebih rendah di Amerika Serikat, minat terhadap pasar negara berkembang ikut menurun. Situasi itu berdampak langsung terhadap permintaan rupiah.

Gejala meningkatnya kehati-hatian investor juga tercermin dari pergerakan Credit Default Swap atau CDS Indonesia. Instrumen ini sering digunakan pasar untuk mengukur persepsi risiko terhadap kemampuan suatu negara memenuhi kewajiban utangnya.

CDS sovereign Indonesia tenor lima tahun naik menjadi 91,31. Angka tersebut meningkat dibanding posisi terendah bulan ini yang berada di level 86,95 pada 17 Juni 2026.

Kenaikan CDS menunjukkan investor meminta premi risiko lebih tinggi saat berinvestasi pada instrumen Indonesia. Semakin tinggi angka CDS, semakin besar pula persepsi risiko yang dirasakan pasar.

Berbeda dari lembaga pemeringkat kredit yang biasanya bergerak lebih lambat, CDS merekam sentimen pasar hampir secara real time. Karena itu, pergerakan indikator ini sering menjadi alarm awal bagi pelaku keuangan.

Tekanan tidak berhenti di sana. Aktivitas perdagangan surat utang negara juga menunjukkan perlambatan yang cukup dalam.

Samuel Sekuritas mencatat volume transaksi Surat Utang Negara turun 43,29 persen menjadi Rp23,7 triliun dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan tersebut menggambarkan likuiditas yang semakin tipis di pasar obligasi.

Saat transaksi menurun tajam, pasar menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen. Pergerakan harga dan nilai tukar dapat berubah lebih cepat karena jumlah transaksi yang tersedia semakin terbatas.

Kondisi itu membuat tekanan terhadap rupiah semakin terasa. Investor yang sebelumnya aktif membeli instrumen domestik mulai memilih menunggu arah pasar yang lebih jelas.

Di sektor perbankan, sejumlah bank besar juga mulai menyesuaikan kurs transaksi mengikuti dinamika pasar global. PT Bank Central Asia Tbk atau BCA memperbarui nilai tukar dolar AS pada Kamis pagi melalui berbagai kategori layanan.

Pembaruan dilakukan pada layanan e-Rate, TT Counter, serta Bank Notes. Ketiga kategori tersebut digunakan untuk transaksi berbeda, mulai dari layanan digital, transfer internasional hingga transaksi uang kertas asing.

Perbedaan kurs yang muncul antar kategori sering menimbulkan pertanyaan di kalangan nasabah. Penyebab utamanya berasal dari karakteristik transaksi yang berbeda serta perubahan harga yang berlangsung sangat cepat di pasar valuta asing.

 

Dalam hitungan detik, nilai tukar dapat berubah mengikuti keseimbangan permintaan dan penawaran. Karena itu, angka yang muncul pada layar informasi belum tentu sama dengan kurs saat transaksi dieksekusi.

Di tengah tekanan yang terjadi saat ini, pelaku pasar juga memperhatikan analisis teknikal rupiah. Dari sisi grafik, mata uang domestik masih menunjukkan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.

Area Rp18.000 per dolar AS menjadi titik krusial yang sedang diuji pasar. Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, ruang pelemahan berikutnya diperkirakan mengarah ke Rp18.050 per dolar AS.

Bahkan dalam skenario paling pesimistis untuk jangka pendek, rupiah berpotensi bergerak menuju area Rp18.200 per dolar AS. Angka tersebut menjadi batas bawah yang saat ini mulai masuk dalam perhitungan sebagian pelaku pasar.

Sebaliknya, peluang pemulihan masih terbuka apabila rupiah mampu kembali menguat melewati area resistance Rp17.900 per dolar AS. Jika berhasil menembus titik tersebut, target berikutnya berada di kisaran Rp17.800 per dolar AS.

Meski demikian, hingga Kamis siang, arah pergerakan pasar masih memperlihatkan dominasi tekanan jual terhadap rupiah. Investor global masih mencermati perkembangan MSCI, kondisi fiskal Indonesia, serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Saat dolar AS terus memperkuat posisi dan arus modal asing belum menunjukkan tanda kembali masuk dalam jumlah besar, rupiah menghadapi ujian yang tidak ringan. Level Rp18.000 yang sempat menjadi batas psikologis kini berubah menjadi medan pertempuran baru yang menentukan arah mata uang Indonesia dalam beberapa pekan mendatang. R-02

Editor: Krisman
Tags :RupiahDolar ASKurs Hari IniNilai TukarKurs BCAMSCIEkonomi Indonesia

BERITA TERKAIT :

  • Dari Juara 27 Dunia Langsung Anjlok ke Posisi 48, Mesin Ekonomi Indonesia Mendadak Kehabisan Bensin!

    Dari Juara 27 Dunia Langsung Anjlok ke Posisi 48, Mesin Ekonomi Indonesia Mendadak Kehabisan Bensin!

    Ekonomi •
    24/06/2026 ❘ 18:22 WIB
  • Rupiah Nyaris Rp18.000 Bikin Dompet Bolong, Dolar Amerika Serikat Mengamuk Tujuh Hari Beruntun!

    Rupiah Nyaris Rp18.000 Bikin Dompet Bolong, Dolar Amerika Serikat Mengamuk Tujuh Hari Beruntun!

    Ekonomi •
    24/06/2026 ❘ 18:14 WIB
  • Bukan Sulap Bukan Sihir, IHSG Rontok Berjemaah Saat Dolar AS Ngamuk Ugal-Ugalan

    Bukan Sulap Bukan Sihir, IHSG Rontok Berjemaah Saat Dolar AS Ngamuk Ugal-Ugalan

    Ekonomi •
    24/06/2026 ❘ 18:06 WIB
  • Rupiah Tersungkur! Dolar AS Dekati Rp18.000 Pasca Putusan MSCI

    Rupiah Tersungkur! Dolar AS Dekati Rp18.000 Pasca Putusan MSCI

    Ekonomi •
    24/06/2026 ❘ 10:37 WIB
  • MSCI Putuskan Nasib Indonesia, IHSG Langsung Bergerak Liar

    MSCI Putuskan Nasib Indonesia, IHSG Langsung Bergerak Liar

    Ekonomi •
    24/06/2026 ❘ 10:27 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan