SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Duit 25 Miliar Roboh Diterjang Banjir, Tiga Tikus Proyek Jembatan Sikabu Resmi Masuk Sel!

      Duit 25 Miliar Roboh Diterjang Banjir, Tiga Tikus Proyek Jembatan Sikabu Resmi Masuk Sel!

      24/06/2026  ❘  11:39 WIB
    • Terpeleset di Parit Saat Hujan Deras, Tubuh Bocah Ini Terdampar Di Pelabuhan Setelah Tiga Hari!

      Terpeleset di Parit Saat Hujan Deras, Tubuh Bocah Ini Terdampar Di Pelabuhan Setelah Tiga Hari!

      24/06/2026  ❘  10:46 WIB
    • Jeritan Pilu Desy di Medan: Suami Saya Dipiting Mantan Tentara Sampai Mati!

      Jeritan Pilu Desy di Medan: Suami Saya Dipiting Mantan Tentara Sampai Mati!

      24/06/2026  ❘  08:33 WIB
    • Tiket Sudah Di Tangan, Dua CPMI Malah Gagal Menyeberang ke Malaysia!

      Tiket Sudah Di Tangan, Dua CPMI Malah Gagal Menyeberang ke Malaysia!

      23/06/2026  ❘  17:56 WIB
  • Nasional
    • Setiap Lima Menit Dua Nyawa Melayang, Menkes Usul Pasien TBC Ikut Program Makan Bergizi Gratis!

      Setiap Lima Menit Dua Nyawa Melayang, Menkes Usul Pasien TBC Ikut Program Makan Bergizi Gratis!

      24/06/2026  ❘  11:09 WIB
    • Dompet Daerah Kering Kerontang, Sri Mulyani Disebut Jadi Biang Kerok Pemotongan DBH!

      Dompet Daerah Kering Kerontang, Sri Mulyani Disebut Jadi Biang Kerok Pemotongan DBH!

      24/06/2026  ❘  10:58 WIB
    • Jelang Rakerkab 2026, KONI Rohil Matangkan Persiapan dan Susun Program Strategis Olahraga

      Jelang Rakerkab 2026, KONI Rohil Matangkan Persiapan dan Susun Program Strategis Olahraga

      24/06/2026  ❘  10:51 WIB
    • Prabowo Soroti Kejanggalan Ekonomi, Negara Kaya tetapi Penduduk Miskin Bertambah

      Prabowo Soroti Kejanggalan Ekonomi, Negara Kaya tetapi Penduduk Miskin Bertambah

      24/06/2026  ❘  10:35 WIB
  • Ekonomi
    • Rupiah Tersungkur! Dolar AS Dekati Rp18.000 Pasca Putusan MSCI

      Rupiah Tersungkur! Dolar AS Dekati Rp18.000 Pasca Putusan MSCI

      24/06/2026  ❘  10:37 WIB
    • MSCI Putuskan Nasib Indonesia, IHSG Langsung Bergerak Liar

      MSCI Putuskan Nasib Indonesia, IHSG Langsung Bergerak Liar

      24/06/2026  ❘  10:27 WIB
    • Harga Minyak Tersungkur! Pasar Dunia Cemas, Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Jadi Sorotan

      Harga Minyak Tersungkur! Pasar Dunia Cemas, Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Jadi Sorotan

      24/06/2026  ❘  09:32 WIB
    • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 24 Juni 2026 Turun! Cek Daftar Lengkap Sebelum Terlambat Membeli

      Harga Emas Perhiasan Hari Ini 24 Juni 2026 Turun! Cek Daftar Lengkap Sebelum Terlambat Membeli

      24/06/2026  ❘  09:20 WIB
  • Politik
    • Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      22/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      20/06/2026  ❘  12:05 WIB
    • Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      19/06/2026  ❘  08:08 WIB
    • Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      19/06/2026  ❘  01:00 WIB
  • Hukrim
    • Pengakuan Mengejutkan Taufik Usai Ditangkap, Alkohol Disebut Pemicu Penganiayaan Kekasih

      Pengakuan Mengejutkan Taufik Usai Ditangkap, Alkohol Disebut Pemicu Penganiayaan Kekasih

      24/06/2026  ❘  10:04 WIB
    • Kajari Sergai dan Kasi Pidsus Diamankan Kejagung, Dugaan Konflik Kepentingan Terungkap

      Kajari Sergai dan Kasi Pidsus Diamankan Kejagung, Dugaan Konflik Kepentingan Terungkap

      23/06/2026  ❘  23:25 WIB
    • Akhir Pelarian Taufik Hidayat! Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Kekasih Selama 3 Tahun Ditangkap Polisi di Bandung

      Akhir Pelarian Taufik Hidayat! Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Kekasih Selama 3 Tahun Ditangkap Polisi di Bandung

      23/06/2026  ❘  20:57 WIB
    • Kejari Rohil Tetapkan Dua Tersangka Korupsi TPP PPPK 2025, Kerugian Negara Rp1,47 Miliar

      Kejari Rohil Tetapkan Dua Tersangka Korupsi TPP PPPK 2025, Kerugian Negara Rp1,47 Miliar

      23/06/2026  ❘  17:15 WIB
  • Umum
    • Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal, Ahli: Jangan Lebih dari Ini!

      Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal, Ahli: Jangan Lebih dari Ini!

      24/06/2026  ❘  09:24 WIB
    • Survei Dunia 2026: Israel Jadi Negara Paling Dibenci, AS Ikut Terpuruk hingga Masuk Lima Besar!

      Survei Dunia 2026: Israel Jadi Negara Paling Dibenci, AS Ikut Terpuruk hingga Masuk Lima Besar!

      23/06/2026  ❘  20:36 WIB
    • Parenting VOC Bikin Anak Lebih Mandiri? Ini Fakta Mengejutkan yang Diungkap Para Ahli

      Parenting VOC Bikin Anak Lebih Mandiri? Ini Fakta Mengejutkan yang Diungkap Para Ahli

      23/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • Terungkap! Orang Jepang Tetap Langsing Meski Makan Nasi Tiap Hari, Ini 4 Rahasia Dietnya

      Terungkap! Orang Jepang Tetap Langsing Meski Makan Nasi Tiap Hari, Ini 4 Rahasia Dietnya

      23/06/2026  ❘  08:02 WIB
  • Riau
    • Terpeleset Saat Main Bareng Saudara, Tubuh Bocah Nurfazira Ketemu Terapung Dekat Dermaga Dumai!

      Terpeleset Saat Main Bareng Saudara, Tubuh Bocah Nurfazira Ketemu Terapung Dekat Dermaga Dumai!

      24/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • Pemkab Siak Pastikan Bayar Gaji ke 13 dari APBD

      Pemkab Siak Pastikan Bayar Gaji ke 13 dari APBD

      24/06/2026  ❘  11:30 WIB
    • Dinas PKH Riau Gelar Bulan Vaksinasi Rabies 2026, Ada Vaksin Gratis untuk Hewan Peliharaan

      Dinas PKH Riau Gelar Bulan Vaksinasi Rabies 2026, Ada Vaksin Gratis untuk Hewan Peliharaan

      24/06/2026  ❘  11:24 WIB
    • Dua Pekan Tak Dapat Pasokan Minyakita, Pelaku UMKM Pekanbaru Keluhkan Kebijakan Penghentian Distribusi

      Dua Pekan Tak Dapat Pasokan Minyakita, Pelaku UMKM Pekanbaru Keluhkan Kebijakan Penghentian Distribusi

      24/06/2026  ❘  08:47 WIB
  • Sport
    • Kroasia Menang Tipis, Gol Ante Budimir Bikin Panama Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      Kroasia Menang Tipis, Gol Ante Budimir Bikin Panama Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      24/06/2026  ❘  11:47 WIB
    • Ronaldo Pecah Kebuntuan 10 Laga, Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026 

      Ronaldo Pecah Kebuntuan 10 Laga, Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026 

      24/06/2026  ❘  11:46 WIB
    • Inggris Gagal Menang Lagi, Ghana Paksa The Three Lions Kehilangan Poin Penting

      Inggris Gagal Menang Lagi, Ghana Paksa The Three Lions Kehilangan Poin Penting

      24/06/2026  ❘  11:43 WIB
    • Garuda Gagal Tampil di Asian Games 2026, PSSI Akhirnya Angkat Bicara

      Garuda Gagal Tampil di Asian Games 2026, PSSI Akhirnya Angkat Bicara

      23/06/2026  ❘  23:23 WIB
  • Opini
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
  • Internasional
    • Trump Masih Mengancam Iran Meski Kesepakatan Swiss Tercapai, Teheran Langsung Beri Peringatan Keras!

      Trump Masih Mengancam Iran Meski Kesepakatan Swiss Tercapai, Teheran Langsung Beri Peringatan Keras!

      23/06/2026  ❘  21:17 WIB
    • Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      22/06/2026  ❘  17:16 WIB
    • Panas! China Blokir Puluhan Produk AS dan Sanksi 10 Perusahaan, Hubungan Trump-Xi Kembali Memanas

      Panas! China Blokir Puluhan Produk AS dan Sanksi 10 Perusahaan, Hubungan Trump-Xi Kembali Memanas

      22/06/2026  ❘  13:41 WIB
    • Hasil Resmi Pembicaraan AS-Iran di Swiss Terungkap! Ada Peta Jalan 60 Hari, Dunia Kini Menanti Langkah Berikutnya

      Hasil Resmi Pembicaraan AS-Iran di Swiss Terungkap! Ada Peta Jalan 60 Hari, Dunia Kini Menanti Langkah Berikutnya

      22/06/2026  ❘  12:50 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Rupiah Tersungkur! Dolar AS Dekati Rp18.000 Pasca Putusan MSCI

24/06/2026  ❘  10:37 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Rupiah Tersungkur! Dolar AS Dekati Rp18.000 Pasca Putusan MSCI

Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (sumber: istimewa)

JAKARTA, SabangMerauke News - Nilai tukar rupiah kembali kehilangan tenaga pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,39 persen ke level Rp17.915 per dolar Amerika Serikat, lalu bergerak lebih dalam hingga menyentuh Rp17.940 per dolar AS pada pukul 09.07 WIB.

Dalam sejumlah platform perdagangan, rupiah bahkan sempat bergerak mendekati Rp17.965 hingga Rp17.960 per dolar AS pada pagi hari. Pergerakan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah lembaga indeks global MSCI mengumumkan hasil peninjauan pasar tahunannya.

Di tengah keputusan mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market, muncul catatan lanjutan yang membuat pelaku pasar tetap berhitung dengan hati-hati. Rupiah memasuki perdagangan pagi dalam kondisi tertekan. Dolar AS yang terus menguat menjadi beban utama.

Indeks dolar AS atau DXY bertahan di level 101,4, posisi tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kenaikan tersebut membuat mayoritas mata uang Asia bergerak melemah secara bersamaan.

Baht Thailand menjadi mata uang dengan tekanan paling besar pada perdagangan pagi. Peso Filipina, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan ikut bergerak turun. Ringgit Malaysia, dolar Singapura, serta yen Jepang juga mengalami pelemahan meski dalam skala lebih terbatas.

Di kawasan Asia, hanya yuan China dan yuan offshore yang masih mampu bergerak positif dalam rentang tipis. Kondisi itu memperlihatkan betapa kuatnya tekanan dolar AS terhadap pasar valuta asing regional.

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari luar negeri. Sentimen domestik ikut memainkan peran penting setelah MSCI mengumumkan hasil Market Classification Review edisi Juni 2026.

MSCI memang mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market. Keputusan itu sempat memberi napas bagi pasar saham domestik. Akan tetapi, lembaga tersebut tetap memberikan sejumlah catatan terkait transparansi pasar, struktur kepemilikan saham, dan efektivitas penentuan free float.

MSCI juga menegaskan evaluasi akan berlanjut hingga November 2026. Jika perkembangan yang diharapkan tidak terlihat, berbagai opsi akan dipertimbangkan, termasuk konsultasi reklasifikasi Indonesia ke kelompok Frontier Market.

Pernyataan tersebut langsung masuk dalam radar investor global. Pasar mulai menghitung berbagai kemungkinan yang dapat muncul dalam beberapa bulan ke depan.

Analis Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar, menilai masa depan pasar modal Indonesia sangat bergantung pada keputusan MSCI terkait pembekuan proses inklusi saham baru ke dalam indeks mereka.

 

“Jika pembekuan dicabut, saham Indonesia yang memenuhi kriteria kembali berpeluang masuk ke indeks MSCI sehingga dapat menarik arus dana pasif dan memperbaiki sentimen pasar,” tulis Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar dalam catatan riset.

Arus dana asing menjadi faktor yang sangat diperhatikan. Pasalnya, masuk atau keluarnya dana global sering memberi dampak langsung terhadap nilai tukar rupiah.

Di pasar obligasi domestik, tekanan juga masih terlihat. Mayoritas tenor Surat Berharga Negara mengalami aksi jual. Kondisi tersebut menunjukkan investor masih memilih langkah defensif sambil menunggu perkembangan kebijakan global dan arah ekonomi Indonesia.

Fixed Income and Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, menilai tekanan terhadap arus modal berpotensi berlangsung hingga akhir tahun. “Potensi arus modal keluar masih dapat berlanjut sampai November dan berisiko mendorong kebijakan moneter yang lebih hawkish,” ujar Lionel Priyadi.

Komentar tersebut muncul di tengah spekulasi pasar terkait kemungkinan Bank Indonesia mempertahankan sikap ketat guna menjaga stabilitas rupiah. 

Sementara itu, data lelang Surat Utang Negara juga menunjukkan perubahan perilaku investor. Nilai penawaran masuk sedikit turun menjadi Rp46,58 triliun dibanding lelang sebelumnya sebesar Rp46,7 triliun.

Meski jumlah penawaran menurun, pemerintah justru menyerap dana lebih besar. Nilai penawaran yang dimenangkan mencapai Rp30 triliun, meningkat sekitar 13,85 persen dibanding lelang sebelumnya yang sebesar Rp26,35 triliun.

Dari luar negeri, tekanan terhadap rupiah semakin kuat setelah pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Federal Reserve memang mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir. Akan tetapi, sejumlah pejabat bank sentral memberi sinyal kebijakan ketat masih mungkin berlanjut.

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, kembali menegaskan fokus utama bank sentral Amerika Serikat tetap pada pengendalian inflasi. Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September meningkat tajam.

Data pasar menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga kini berada di kisaran 70 persen. Angka itu melonjak dibanding sepekan sebelumnya yang masih berada di bawah 30 persen.

Kondisi tersebut membuat dolar AS kembali menjadi tujuan utama investor global. Ketika ketidakpastian meningkat, mata uang Amerika Serikat sering menjadi aset aman yang paling diburu.

Selain faktor suku bunga, perkembangan geopolitik juga ikut memengaruhi pasar. Ketegangan yang sempat muncul di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian. Meski jalur pelayaran Selat Hormuz mulai kembali normal, investor tetap menjaga posisi aman.

 

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange, Muhammad Amru Syifa, menilai penguatan dolar masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan rupiah. “Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari penguatan dolar AS, meski sebagian sentimen global mulai menunjukkan perbaikan,” kata Muhammad Amru.

Di tengah tekanan tersebut, ada sentimen positif dari dalam negeri. Pemerintah berencana menerbitkan Panda Bond menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT).

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional. Jika berjalan efektif, kebutuhan valuta asing dapat ditekan dalam jangka menengah. “Skema ini dapat membantu stabilitas nilai tukar dalam periode yang lebih panjang,” ujar Muhammad Amru Syifa.

Meski demikian, kebutuhan dolar AS untuk aktivitas impor dan pembayaran kewajiban luar negeri masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah.

Data Bank Indonesia juga menunjukkan tekanan yang masih berlangsung. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR bergerak naik ke level Rp17.868 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp17.819.

Sementara itu, kurs jual dolar AS di sejumlah bank besar nasional terus bergerak mendekati level Rp18.000. Di Bank Mandiri, kurs jual special rate mencapai Rp17.945 per dolar AS. Bank BNI menetapkan kurs jual special rate Rp17.957 per dolar AS. Di BCA, kurs jual e-rate mencapai Rp17.962 per dolar AS.

Posisi tersebut memperlihatkan betapa dekatnya rupiah dengan batas psikologis Rp18.000 per dolar AS yang terus menjadi perhatian pasar.

Data perdagangan juga menunjukkan tren pelemahan yang lebih panjang. Dalam satu pekan terakhir, pasangan USD/IDR naik lebih dari satu persen. Dalam tiga bulan terakhir, kenaikan mencapai lebih dari lima persen. Sementara dalam satu tahun terakhir, penguatan dolar AS terhadap rupiah mendekati 10 persen.

Rentang pergerakan tahunan USD/IDR tercatat berada antara Rp16.085 hingga Rp18.197 per dolar AS. Dengan posisi saat ini di sekitar Rp17.950 hingga Rp17.965, rupiah berada tidak jauh dari batas atas rentang tersebut.

Kondisi itu membuat pelaku pasar, investor, eksportir, hingga importir terus memantau arah kebijakan global dan langkah otoritas keuangan Indonesia. Hingga perdagangan siang, perhatian tertuju pada dua hal utama.

Pertama, arah dolar AS yang masih perkasa. Kedua, perkembangan evaluasi MSCI yang akan kembali menjadi agenda besar pasar keuangan Indonesia pada November 2026.

Bagi rupiah, dua faktor tersebut kini menjadi kompas yang menentukan arah perjalanan dalam beberapa bulan mendatang. R-02

Editor: Krisman
Tags :RupiahDolar ASKurs Hari INiMSCINilai TukarEkonomi Indonesia

BERITA TERKAIT :

  • MSCI Putuskan Nasib Indonesia, IHSG Langsung Bergerak Liar

    MSCI Putuskan Nasib Indonesia, IHSG Langsung Bergerak Liar

    Ekonomi •
    24/06/2026 ❘ 10:27 WIB
  • Rupiah Kembali Melemah, Bayang-Bayang Dolar AS Masih Menyelimuti Pasar

    Rupiah Kembali Melemah, Bayang-Bayang Dolar AS Masih Menyelimuti Pasar

    Ekonomi •
    23/06/2026 ❘ 18:31 WIB
  • IHSG Nyaris Terjun Bebas ke Bawah 6.000, Saham Rumah Sakit Malah Joget Kegirangan!

    IHSG Nyaris Terjun Bebas ke Bawah 6.000, Saham Rumah Sakit Malah Joget Kegirangan!

    Ekonomi •
    23/06/2026 ❘ 18:11 WIB
  • IHSG Melemah 1,29 Persen Menjelang Pengumuman Klasifikasi Pasar MSCI

    IHSG Melemah 1,29 Persen Menjelang Pengumuman Klasifikasi Pasar MSCI

    Nasional •
    23/06/2026 ❘ 14:16 WIB
  • Damai AS-Iran dan Minyak Dunia Turun Belum Mampu Selamatkan Rupiah, Ada Apa?

    Damai AS-Iran dan Minyak Dunia Turun Belum Mampu Selamatkan Rupiah, Ada Apa?

    Ekonomi •
    23/06/2026 ❘ 09:34 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan