SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Tiket Sudah Di Tangan, Dua CPMI Malah Gagal Menyeberang ke Malaysia!

      Tiket Sudah Di Tangan, Dua CPMI Malah Gagal Menyeberang ke Malaysia!

      23/06/2026  ❘  17:56 WIB
    • Nekat Kirim Video Syur ke Wali Kelas, Pemuda Batam Ini Malah Pindah Tidur di Sel!

      Nekat Kirim Video Syur ke Wali Kelas, Pemuda Batam Ini Malah Pindah Tidur di Sel!

      23/06/2026  ❘  17:46 WIB
    • Polisi Sita Mobil Ormas, Enam Pelaku Pengeroyokan Maut Jaka Malau Sudah Ditahan

      Polisi Sita Mobil Ormas, Enam Pelaku Pengeroyokan Maut Jaka Malau Sudah Ditahan

      23/06/2026  ❘  14:25 WIB
    • OTK Bersamurai Bacok Dua Polisi Lalulintas, Pasar Angso Duo Mendadak Mencekam

      OTK Bersamurai Bacok Dua Polisi Lalulintas, Pasar Angso Duo Mendadak Mencekam

      23/06/2026  ❘  08:30 WIB
  • Nasional
    • 14 Atlet Kempo Pekanbaru Ikuti Kejurnas Wilayah Sumatera 2026 di Sawahlunto, Ketua KONI Achmad Faisal: Ukir Prestasi Terbaik!

      14 Atlet Kempo Pekanbaru Ikuti Kejurnas Wilayah Sumatera 2026 di Sawahlunto, Ketua KONI Achmad Faisal: Ukir Prestasi Terbaik!

      23/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Kementerian Kelautan Perikanan Segel Fasilitas PT MNS dan PT TFDI di Siak, Garap Ruang Laut Secara Ilegal

      Kementerian Kelautan Perikanan Segel Fasilitas PT MNS dan PT TFDI di Siak, Garap Ruang Laut Secara Ilegal

      23/06/2026  ❘  19:29 WIB
    • DPR, GOTO, dan Grab Sepakati Komisi Ojol 8 Persen Berlaku Mulai 1 Juli 2026

      DPR, GOTO, dan Grab Sepakati Komisi Ojol 8 Persen Berlaku Mulai 1 Juli 2026

      23/06/2026  ❘  18:53 WIB
    • Prabowo Bongkar Penertiban Besar-Besaran, 5 Juta Hektare Sawit dan Ratusan Tambang Disikat

      Prabowo Bongkar Penertiban Besar-Besaran, 5 Juta Hektare Sawit dan Ratusan Tambang Disikat

      23/06/2026  ❘  18:51 WIB
  • Ekonomi
    • Rupiah Kembali Melemah, Bayang-Bayang Dolar AS Masih Menyelimuti Pasar

      Rupiah Kembali Melemah, Bayang-Bayang Dolar AS Masih Menyelimuti Pasar

      23/06/2026  ❘  18:31 WIB
    • IHSG Nyaris Terjun Bebas ke Bawah 6.000, Saham Rumah Sakit Malah Joget Kegirangan!

      IHSG Nyaris Terjun Bebas ke Bawah 6.000, Saham Rumah Sakit Malah Joget Kegirangan!

      23/06/2026  ❘  18:11 WIB
    • Harga Sawit Swadaya Riau Menanjak, TBS Umur 9 Tahun Naik Sedikit

      Harga Sawit Swadaya Riau Menanjak, TBS Umur 9 Tahun Naik Sedikit

      23/06/2026  ❘  17:39 WIB
    • Harga Sawit Mitra Plasma Riau Terpleset, TBS Umur 9 Tahun Turun Sedikit

      Harga Sawit Mitra Plasma Riau Terpleset, TBS Umur 9 Tahun Turun Sedikit

      23/06/2026  ❘  17:26 WIB
  • Politik
    • Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      22/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      20/06/2026  ❘  12:05 WIB
    • Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      19/06/2026  ❘  08:08 WIB
    • Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      19/06/2026  ❘  01:00 WIB
  • Hukrim
    • Kejari Rohil Tetapkan Dua Tersangka Korupsi TPP PPPK 2025, Kerugian Negara Rp1,47 Miliar

      Kejari Rohil Tetapkan Dua Tersangka Korupsi TPP PPPK 2025, Kerugian Negara Rp1,47 Miliar

      23/06/2026  ❘  17:15 WIB
    • Kasus Cinta Ditolak Kampak Bertindak Mahasiswi UIN Suska Riau Segera Bergulir ke Pengadilan

      Kasus Cinta Ditolak Kampak Bertindak Mahasiswi UIN Suska Riau Segera Bergulir ke Pengadilan

      23/06/2026  ❘  17:04 WIB
    • Permohonan JC Mantan Bos BGN Sony Sonjaya Ditolak Kejagung, Ini Penyebabnya

      Permohonan JC Mantan Bos BGN Sony Sonjaya Ditolak Kejagung, Ini Penyebabnya

      23/06/2026  ❘  16:49 WIB
    • Buronan Penganiayaan Karyawan PT SBP Ditangkap di Batam, Tiga Pelaku Masih Diburu

      Buronan Penganiayaan Karyawan PT SBP Ditangkap di Batam, Tiga Pelaku Masih Diburu

      23/06/2026  ❘  13:28 WIB
  • Umum
    • Parenting VOC Bikin Anak Lebih Mandiri? Ini Fakta Mengejutkan yang Diungkap Para Ahli

      Parenting VOC Bikin Anak Lebih Mandiri? Ini Fakta Mengejutkan yang Diungkap Para Ahli

      23/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • Terungkap! Orang Jepang Tetap Langsing Meski Makan Nasi Tiap Hari, Ini 4 Rahasia Dietnya

      Terungkap! Orang Jepang Tetap Langsing Meski Makan Nasi Tiap Hari, Ini 4 Rahasia Dietnya

      23/06/2026  ❘  08:02 WIB
    • 23 Juni 1868: Hari Bersejarah! Mesin Ketik Pertama Dipatenkan, Awal Revolusi Teknologi Sebelum Komputer

      23 Juni 1868: Hari Bersejarah! Mesin Ketik Pertama Dipatenkan, Awal Revolusi Teknologi Sebelum Komputer

      23/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Heboh! Parasit Jamur Zombi Pembunuh Ditemukan di Kalimantan, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan

      Heboh! Parasit Jamur Zombi Pembunuh Ditemukan di Kalimantan, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan

      22/06/2026  ❘  21:00 WIB
  • Riau
    • Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Lahan Sengketa di Selatpanjang, Satpol PP Siap Bertindak

      Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Lahan Sengketa di Selatpanjang, Satpol PP Siap Bertindak

      23/06/2026  ❘  16:54 WIB
    • 242 Tahun Pekanbaru: PAD Melejit, Parkir Murah hingga Bus Gratis, KolaborAksi Jadi Bukti Nyata!

      242 Tahun Pekanbaru: PAD Melejit, Parkir Murah hingga Bus Gratis, KolaborAksi Jadi Bukti Nyata!

      23/06/2026  ❘  16:39 WIB
    • Pemprov Riau Gelar Rapat Progres Satgas Optimalisasi Pajak Daerah

      Pemprov Riau Gelar Rapat Progres Satgas Optimalisasi Pajak Daerah

      23/06/2026  ❘  15:33 WIB
    • Wako Agung Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan dan Gerakan Perekonomian

      Wako Agung Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan dan Gerakan Perekonomian

      23/06/2026  ❘  12:54 WIB
  • Sport
    • Gol ke-15 Mbappe Bikin Dunia Heboh, Messi Kini Kalah dalam Satu Catatan

      Gol ke-15 Mbappe Bikin Dunia Heboh, Messi Kini Kalah dalam Satu Catatan

      23/06/2026  ❘  13:22 WIB
    • Mbappe Menggila! Prancis Hajar Irak 3-0 dan Amankan Tiket 32 Besar

      Mbappe Menggila! Prancis Hajar Irak 3-0 dan Amankan Tiket 32 Besar

      23/06/2026  ❘  09:21 WIB
    • NPC Riau Buka Penjaringan Calon Ketua, Cek Tanggalnya

      NPC Riau Buka Penjaringan Calon Ketua, Cek Tanggalnya

      22/06/2026  ❘  17:27 WIB
    • Bupati Ahmad Tegaskan Kejurkab 2026 Jadi Batu Loncatan Kampar Menuju Juara Porprov Riau 2027

      Bupati Ahmad Tegaskan Kejurkab 2026 Jadi Batu Loncatan Kampar Menuju Juara Porprov Riau 2027

      22/06/2026  ❘  16:20 WIB
  • Opini
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
  • Internasional
    • Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      22/06/2026  ❘  17:16 WIB
    • Panas! China Blokir Puluhan Produk AS dan Sanksi 10 Perusahaan, Hubungan Trump-Xi Kembali Memanas

      Panas! China Blokir Puluhan Produk AS dan Sanksi 10 Perusahaan, Hubungan Trump-Xi Kembali Memanas

      22/06/2026  ❘  13:41 WIB
    • Hasil Resmi Pembicaraan AS-Iran di Swiss Terungkap! Ada Peta Jalan 60 Hari, Dunia Kini Menanti Langkah Berikutnya

      Hasil Resmi Pembicaraan AS-Iran di Swiss Terungkap! Ada Peta Jalan 60 Hari, Dunia Kini Menanti Langkah Berikutnya

      22/06/2026  ❘  12:50 WIB
    • Raja Inggris Bikin Kejutan! Pajak Pribadi Akan Diungkap ke Publik, Transparansi Kerajaan Masuk Babak Baru

      Raja Inggris Bikin Kejutan! Pajak Pribadi Akan Diungkap ke Publik, Transparansi Kerajaan Masuk Babak Baru

      22/06/2026  ❘  11:51 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Rupiah Kembali Melemah, Bayang-Bayang Dolar AS Masih Menyelimuti Pasar

23/06/2026  ❘  18:31 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Rupiah Kembali Melemah, Bayang-Bayang Dolar AS Masih Menyelimuti Pasar

Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. (sumber: istimewa)

JAKARTA, SabangMerauke News – Langkah rupiah kembali tertahan. Saat sebagian sentimen global mulai membaik, mata uang Indonesia justru menutup perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, di zona merah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah 16 poin. Mata uang Garuda berakhir di level Rp17.859 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.843 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam mode waspada. Investor global belum sepenuhnya berani mengambil risiko di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Di ruang perdagangan, dolar AS masih menjadi magnet utama. Banyak pelaku pasar memilih menyimpan aset dalam mata uang Negeri Paman Sam karena dianggap lebih aman menghadapi gejolak global.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih berasal dari kekuatan dolar AS. Menurutnya, pasar global masih memberikan ruang besar bagi penguatan mata uang Amerika tersebut.

"Pasar saat ini lebih banyak bergerak berdasarkan ekspektasi jangka menengah dibanding respons jangka pendek terhadap sentimen positif," kata Amru.

Ia menjelaskan penguatan dolar masih ditopang kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor meyakini bank sentral Amerika atau The Fed belum akan segera melonggarkan kebijakannya.

Keyakinan itu terlihat dari posisi Indeks Dolar AS atau DXY. Indeks tersebut masih bertahan di sekitar level 101, menandakan dolar tetap kuat terhadap mata uang utama dunia.

Di balik angka itu tersimpan pesan penting bagi pasar. Investor masih percaya suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dibanding perkiraan sebelumnya.

Situasi tersebut membuat aliran dana global terus bergerak menuju aset berbasis dolar. Dampaknya terasa hingga ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Rupiah pun kembali menjadi salah satu korban tekanan tersebut. Meski pelemahannya tidak terlalu dalam, ruang penguatan juga belum terbuka lebar.

Pasar semakin memperhatikan pernyataan para pejabat The Fed. Sikap yang masih cenderung hawkish membuat pelaku pasar memilih menunggu sebelum mengambil keputusan investasi besar.

Menurut Amru, ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan masih belum sepenuhnya hilang. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa dolar tetap berada di posisi kuat. "Pelaku pasar lebih fokus pada arah kebijakan jangka panjang daripada sentimen sesaat yang muncul di pasar global," ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti seluruh sentimen bergerak negatif. Ada perkembangan yang sedikit meredakan tekanan pasar dalam beberapa hari terakhir.

 

Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan kemajuan. Situasi tersebut membantu menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dunia.

Sebelumnya, konflik geopolitik di Timur Tengah sempat membuat pasar khawatir. Harga energi yang tinggi berpotensi mendorong inflasi global dan memperumit kebijakan bank sentral.

Kini suasana mulai berubah. Ketegangan memang belum sepenuhnya hilang, tetapi pasar melihat peluang stabilitas yang lebih baik dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Perbaikan sentimen tersebut membantu menahan penguatan dolar agar tidak bergerak lebih agresif. Namun efeknya masih belum cukup kuat untuk mengangkat rupiah secara signifikan.

Di sisi lain, Indonesia memiliki beberapa faktor penyangga dari dalam negeri. Salah satu yang menjadi perhatian pasar adalah rencana penerbitan Panda Bond.

Instrumen tersebut menggunakan skema Local Currency Transaction atau LCT. Tujuannya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan dolar AS dalam transaksi dan pembiayaan tertentu.

Pasar menilai langkah tersebut cukup strategis. Diversifikasi sumber pembiayaan dianggap mampu memperkuat ketahanan ekonomi terhadap gejolak mata uang asing.

Amru menilai kebijakan itu dapat memberikan manfaat jangka menengah. Terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar ketika tekanan global kembali meningkat.

"Upaya memperluas sumber pendanaan menunjukkan arah kebijakan yang adaptif terhadap perubahan pasar internasional," ujarnya.

Meski begitu, tantangan rupiah belum selesai. Kebutuhan valuta asing di dalam negeri masih tergolong tinggi. Setiap tahun, Indonesia membutuhkan dolar dalam jumlah besar. Dana tersebut digunakan untuk membayar impor bahan baku, energi, serta kewajiban luar negeri.

Permintaan yang tinggi terhadap dolar membuat penguatan rupiah sulit berlangsung lama. Ketika pasokan dan permintaan tidak seimbang, tekanan terhadap nilai tukar kembali muncul.

Faktor inilah yang membuat pasar belum terlalu optimistis. Meskipun ada sejumlah sentimen positif, kebutuhan dolar tetap menjadi penghambat utama.

Gambaran yang sama terlihat pada data acuan Bank Indonesia. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR juga bergerak melemah.

JISDOR tercatat berada di level Rp17.868 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibanding posisi sebelumnya yang berada di level Rp17.819 per dolar AS.

 

Data itu menunjukkan tekanan terjadi secara merata. Baik di pasar spot maupun pada kurs referensi resmi, rupiah masih bergerak dalam tren yang sama.

Pelaku pasar kini menunggu beberapa agenda penting. Salah satunya adalah sinyal terbaru dari The Fed mengenai arah suku bunga hingga akhir tahun.

Selain itu, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran juga terus dipantau. Setiap perubahan dinamika geopolitik dapat memengaruhi pergerakan harga energi dan arus modal global.

Di dalam negeri, efektivitas kebijakan stabilisasi Bank Indonesia juga menjadi perhatian. Investor ingin melihat sejauh mana langkah pemerintah dan otoritas moneter mampu menjaga kepercayaan pasar.

Untuk sementara, rupiah masih harus berjalan di tengah angin yang belum sepenuhnya bersahabat. Dolar tetap menjadi pemain utama yang menentukan arah pasar.

Namun selama sentimen global terus membaik dan kebijakan domestik berjalan konsisten, peluang stabilisasi tetap terbuka. Pasar hanya membutuhkan satu hal yang paling dicari saat ini, yaitu kepastian. R-02 

Editor: Krisman
Tags :RupiahDolar ASKurs Hari iniNilai tukarPanda BondThe FedEkonomi Indonesia

BERITA TERKAIT :

  • IHSG Nyaris Terjun Bebas ke Bawah 6.000, Saham Rumah Sakit Malah Joget Kegirangan!

    IHSG Nyaris Terjun Bebas ke Bawah 6.000, Saham Rumah Sakit Malah Joget Kegirangan!

    Ekonomi •
    23/06/2026 ❘ 18:11 WIB
  • Damai AS-Iran dan Minyak Dunia Turun Belum Mampu Selamatkan Rupiah, Ada Apa?

    Damai AS-Iran dan Minyak Dunia Turun Belum Mampu Selamatkan Rupiah, Ada Apa?

    Ekonomi •
    23/06/2026 ❘ 09:34 WIB
  • IHSG Tersandung di Awal Perdagangan, Pasar Menunggu Keputusan Besar MSCI

    IHSG Tersandung di Awal Perdagangan, Pasar Menunggu Keputusan Besar MSCI

    Ekonomi •
    23/06/2026 ❘ 09:18 WIB
  • Rupiah Terseret Badai Timur Tengah, Dolar Makin Garang Dekati Rp18.000

    Rupiah Terseret Badai Timur Tengah, Dolar Makin Garang Dekati Rp18.000

    Ekonomi •
    22/06/2026 ❘ 18:48 WIB
  • Rupiah Mulai Menemukan Tenaga, Kebijakan Agresif BI Beri Harapan Baru di Tengah Bayang-Bayang The Fed

    Rupiah Mulai Menemukan Tenaga, Kebijakan Agresif BI Beri Harapan Baru di Tengah Bayang-Bayang The Fed

    Ekonomi •
    19/06/2026 ❘ 20:39 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
  • Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    20/06/2026  ❘  15:43 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan