Video Viral! Pencuri Kabel Lampu Jalan Ajak Anggota Brimob Duel di Jalanan
Potongan video dua pria di Kota Medan mengajak duel polisi karena tak terima ditegur hendak mencuri kabel listrik penerangan lampu jalan. (sumber: instagram @ceritasumut)
SUMUT, SabangMerauke News - Medan kembali dihebohkan oleh sebuah video jalanan yang menyebar di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat seorang pria menantang anggota polisi berduel setelah ditegur ketika melakukan pencurian kabel lampu penerangan jalan di Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis, 11 Juni 2026.
Kisah ini bermula saat seorang anggota Brimob Polda Sumatera Utara menerima laporan dari petugas keamanan sebuah showroom kendaraan di kawasan Jalan Gatot Subroto. Informasi yang diterima menyebutkan ada dua pria mencurigakan sedang memotong kabel lampu penerangan jalan di median jalan.
Lokasi kejadian berada di depan Showroom Mitsubishi Sardana Medan. Kawasan itu termasuk jalur padat kendaraan. Aktivitas kedua pria tersebut cukup mencolok. Petugas keamanan kemudian meminta bantuan aparat untuk melakukan pengecekan.
Anggota Brimob yang bertugas saat itu, Aipda Fitra Hendra, langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, ia mendapati dua pria sedang berada di sekitar kabel penerangan jalan yang diduga menjadi sasaran pencurian.
Awalnya situasi masih terkendali. Kedua pria tersebut sempat mendapat teguran. Mereka lalu meninggalkan lokasi. Dugaan pelanggaran sebenarnya bisa saja berakhir sampai di sana.
Keadaan berubah beberapa saat kemudian. Salah satu pria berinisial J kembali mendatangi lokasi. Ia diduga mencoba melanjutkan aktivitas memotong kabel yang sebelumnya terhenti. Aipda Fitra kembali memberikan teguran. Respons yang muncul justru tidak terduga. Pelaku menunjukkan sikap agresif dan melakukan perlawanan.
Dalam video yang kemudian viral di media sosial, terlihat aksi saling dorong antara pelaku dan anggota Brimob. Warga yang melintas mulai memperhatikan kejadian tersebut. Sebagian bahkan mengabadikannya menggunakan telepon genggam.
Pria yang mengenakan tas merah terlihat paling emosional. Ia beberapa kali mendekati anggota polisi. Situasi sempat memanas di pinggir jalan.
Meski mendapat tekanan dan perlawanan, Aipda Fitra tetap berusaha mengendalikan keadaan. Tidak ada tindakan berlebihan yang dilakukan. Fokus utama saat itu menjaga keamanan di lokasi.
Setelah insiden tersebut, kedua pria itu meninggalkan tempat kejadian. Rekaman video yang beredar kemudian menjadi perbincangan luas. Banyak akun media sosial mengunggah ulang peristiwa tersebut.
Di balik video viral itu, ada fakta lain yang kemudian terungkap. Barang yang diduga menjadi sasaran pencurian ternyata bukan besi seperti dugaan awal sejumlah warganet. Sasaran sebenarnya adalah kabel lampu penerangan jalan.
Pencurian kabel penerangan jalan bukan perkara sepele. Kerusakan fasilitas umum dapat berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan. Lampu penerangan memiliki fungsi penting terutama pada malam hari.
Video yang terus menyebar membuat tim Brimob Polda Sumut melakukan penelusuran lebih lanjut. Identitas kedua pria dalam rekaman mulai dikumpulkan. Informasi lapangan terus berkembang. Proses pencarian berlangsung cepat. Tim akhirnya berhasil menemukan keberadaan pelaku pertama pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kasi Intel Sat Brimob Polda Sumut, AKP M. Idris, menjelaskan bahwa pelaku pertama diamankan sekitar pukul 15.50 WIB. Saat ditemukan, pria tersebut sedang menjaga parkir di depan salah satu minimarket di kawasan Simpang Barat, Jalan KH Wahid Hasyim.
Penangkapan berlangsung tanpa hambatan berarti. Tim langsung mengamankan pria tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengembangan kasus kemudian berlanjut. Hanya berselang sekitar 15 menit, tim kembali menemukan pelaku kedua. Pria yang terekam mengajak duel polisi itu ditemukan sedang menjaga parkir di kawasan Jalan Gatot Subroto.
Sekitar pukul 16.05 WIB, pelaku kedua berhasil diamankan. Dengan tertangkapnya kedua pria tersebut, rangkaian pencarian berakhir dalam waktu kurang dari satu hari setelah video menjadi viral. "Kami bergerak berdasarkan hasil penelusuran lapangan dan informasi yang berkembang setelah video beredar," kata Idris, Sabtu, 13 Juni 2026.
Setelah diamankan, kedua pria berinisial J dan A dibawa untuk menjalani pemeriksaan. Selanjutnya mereka diserahkan ke Polsek Medan Baru untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum. Kabel penerangan jalan memiliki fungsi vital dalam mendukung keselamatan masyarakat. Kerusakan pada jaringan tersebut dapat mengganggu aktivitas banyak orang.
Peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah video warga dapat membantu proses pengungkapan kasus. Rekaman yang beredar menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengidentifikasi pelaku.
Idris memberikan apresiasi kepada Aipda Fitra Hendra yang tetap tenang saat menghadapi situasi sulit di lapangan. Menurutnya, ketenangan menjadi faktor penting dalam mencegah kondisi berkembang lebih jauh. "Kesiapan personel di lapangan sangat penting saat menghadapi situasi yang berubah cepat," ujar Idris.
Di sisi lain, warga sekitar mengaku cukup terkejut melihat kejadian tersebut. Kawasan Jalan Gatot Subroto selama ini dikenal sebagai salah satu jalur ramai di Kota Medan. Aksi saling dorong antara pelaku dan aparat terjadi di ruang terbuka yang dapat disaksikan banyak orang.
Beruntung insiden itu tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar. Tidak ada laporan korban luka akibat peristiwa tersebut. Aktivitas lalu lintas juga kembali normal setelah kejadian selesai.
Kini proses hukum terhadap kedua pelaku terus berjalan. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Termasuk kemungkinan adanya aksi serupa di lokasi lain.
Kasus ini menjadi salah satu peristiwa yang paling banyak dibicarakan di Medan dalam beberapa hari terakhir. Bukan hanya karena dugaan pencurian kabel, melainkan juga aksi nekat pelaku yang sempat menantang aparat di tengah jalan.
Pada akhirnya, kisah yang bermula dari sebuah video viral berakhir di ruang pemeriksaan. Jalan Gatot Subroto kembali normal. Sementara dua pria yang sempat menjadi pusat perhatian kini harus menghadapi proses hukum atas perbuatannya. R-02

