Medan Krisis Air, Emak-Emak Mengamuk Melihat Damkar Masuk Rumah Kadis
Emak-emak di Kecamatan Medan Johor, Medan protes di depan rumah Kadis Perpustakaan Kota Medan karena dapat pasokan air bersih dari Damkar Medan. (sumber: facebook)
SUMUT, SabangMerauke News - Krisis air bersih di Kota Medan memasuki hari-hari paling berat. Gangguan pada jaringan pipa PDAM Tirtanadi sejak Selasa, 9 Juni 2026, membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan pasokan air. Antrean panjang muncul di berbagai kawasan. Warga berburu air menggunakan ember, galon, dan jeriken.
Situasi itu memaksa banyak instansi turun tangan. Salah satunya adalah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan. Tujuh armada Damkar diterjunkan untuk membantu distribusi air bersih. Langkah darurat tersebut dilakukan karena armada tangki PDAM tidak mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, menjelaskan bahwa kondisi lapangan masih cukup berat. Distribusi air dilakukan secara bergilir. Setiap armada memiliki kapasitas terbatas.
"Iya, air untuk masyarakat bukan hanya di Medan Johor saja. Tapi juga Polonia, Maimun, Amplas, Medan Kota, sebagian Medan Timur, Tembung. Karena mereka yang terdampak," kata Wandro, Kamis, 11 Juni 2026.
Gangguan pipa membuat sejumlah kecamatan mengalami kesulitan air bersih. Sebagian warga terpaksa menunggu kedatangan mobil tangki. Sebagian lagi mencari sumber air alternatif. Aktivitas rumah tangga ikut terganggu.
Damkar bergerak membantu setelah kebutuhan air terus meningkat. Permintaan distribusi datang dari berbagai wilayah. Armada yang tersedia harus berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Proses itu membutuhkan waktu cukup panjang.
"Total ada tujuh unit yang turun. Sampai jam delapan malam. Kalau debit kurang, kami lanjut lagi bantu distribusi," ujar Wandro.
Kondisi tersebut membuat petugas bekerja ekstra. Setiap kendaraan hanya mampu membawa sekitar 5.000 liter air. Jumlah itu harus dibagi ke banyak lingkungan dalam satu hari. Akibatnya, distribusi tidak dapat dilakukan serentak.
Di tengah situasi darurat tersebut, sebuah video mendadak viral. Rekaman itu memperlihatkan mobil Damkar memasuki rumah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar. Lokasinya berada di kawasan Jalan STM, Kecamatan Medan Johor.
Video tersebut memicu reaksi keras warga sekitar. Sejumlah emak-emak terlihat melayangkan protes. Mereka mempertanyakan alasan mobil pengangkut air masuk ke rumah pejabat ketika warga lain sedang kesulitan mendapatkan pasokan.
Narasi dalam video itu langsung menyebar luas. Banyak pengguna media sosial menafsirkan distribusi air hanya ditujukan untuk rumah pejabat. Dugaan itu berkembang cepat di tengah krisis yang sedang berlangsung.
Suasana di lokasi sempat memanas. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih. Mereka merasa kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kemarahan itu terekam dalam berbagai unggahan media sosial.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wandro memberikan penjelasan. Ia menyebut distribusi air ke lokasi tersebut bukan untuk kepentingan pribadi. Air yang dibawa Damkar ditujukan kepada masyarakat sekitar.
"Itu kami bantu PDAM provinsi. Saat itu, Pak Benny menghubungi PDAM. Kami bantu distribusi karena PDAM kewalahan," kata Wandro.
Menurutnya, permintaan distribusi berasal dari jaringan pelayanan PDAM. Damkar hanya menjalankan tugas membantu pengiriman. Lokasi rumah Benny dipilih sebagai titik distribusi karena berada di kawasan yang terdampak.
Wandro mengakui ada kesalahan teknis saat proses pengiriman berlangsung. Posisi kendaraan yang masuk terlalu jauh ke area rumah memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Rekaman video kemudian menyebar tanpa memperlihatkan keseluruhan proses distribusi.
"Mungkin kami juga salah. Moncong mobil masuk agak ke dalam rumah Pak Benny. Masyarakat memvideokan. Ya sudahlah," ujarnya.
Ia menegaskan warga sekitar tetap menerima pembagian air bersih. Distribusi dilakukan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut. Air tidak diperuntukkan bagi satu rumah saja. "Cuma masyarakat sekitar sebenarnya didistribusikan semua dari Damkar," kata Wandro.
Penjelasan tersebut menjadi bagian penting untuk meluruskan informasi yang berkembang. Sebab pada saat krisis berlangsung, setiap distribusi air menjadi perhatian warga. Kebutuhan terhadap pasokan bersih berada pada tingkat yang sangat tinggi.
Di sejumlah kawasan lain, warga juga masih menunggu giliran bantuan. Mobil tangki PDAM dan Damkar bergerak dari pagi hingga malam. Petugas harus memastikan air sampai ke wilayah yang paling membutuhkan.
Arahan distribusi juga datang dari Pemerintah Kota Medan. Fokus utama diarahkan kepada warga terdampak. Setiap instansi diminta mempercepat pelayanan selama gangguan berlangsung.
Wandro mengatakan bantuan dilakukan sesuai instruksi Wali Kota Medan. Damkar diberi tugas memperkuat distribusi air. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Krisis air bersih ini memperlihatkan betapa pentingnya infrastruktur pelayanan air. Ketika satu jaringan mengalami gangguan, dampaknya langsung dirasakan oleh ribuan rumah tangga. Aktivitas memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan usaha ikut terganggu.
Hingga Kamis, 11 Juni 2026, proses distribusi masih berlangsung. Petugas terus bergerak ke berbagai kecamatan. Warga berharap pasokan air dari PDAM segera kembali normal. Sementara itu, armada Damkar tetap menjadi penopang utama bagi kawasan yang masih mengalami kesulitan air bersih. R-02

