SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Polisi Gagalkan Pengiriman 53 Ribu Ekstasi dan 897 Etomidate Asal Bengkalis ke Madura

      Polisi Gagalkan Pengiriman 53 Ribu Ekstasi dan 897 Etomidate Asal Bengkalis ke Madura

      14/06/2026  ❘  09:50 WIB
    • Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      13/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      13/06/2026  ❘  11:59 WIB
    • Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      13/06/2026  ❘  08:42 WIB
  • Nasional
    • Penrad Siagian Kritik Pelibatan TNI Saat Demo BEM UI, Minta Pemerintah Jawab Secara Konstitusional

      Penrad Siagian Kritik Pelibatan TNI Saat Demo BEM UI, Minta Pemerintah Jawab Secara Konstitusional

      14/06/2026  ❘  09:43 WIB
    • Rupiah Tertekan, Pemerintah Izinkan Harga Obat Naik hingga 20 Persen

      Rupiah Tertekan, Pemerintah Izinkan Harga Obat Naik hingga 20 Persen

      13/06/2026  ❘  20:38 WIB
    • BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      13/06/2026  ❘  12:53 WIB
    • MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      13/06/2026  ❘  12:45 WIB
  • Ekonomi
    • Harga Emas Hari Ini 14 Juni 2026 Melejit, Antam Naik Saat UBS dan Galeri24 Mandek

      Harga Emas Hari Ini 14 Juni 2026 Melejit, Antam Naik Saat UBS dan Galeri24 Mandek

      14/06/2026  ❘  08:36 WIB
    • Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      13/06/2026  ❘  17:45 WIB
    • Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      13/06/2026  ❘  08:50 WIB
    • Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      13/06/2026  ❘  08:40 WIB
  • Politik
    • PSI Sebut Jokowi Sudah Jadi Bagian Partai, Penjaketan Tinggal Menunggu Waktu

      PSI Sebut Jokowi Sudah Jadi Bagian Partai, Penjaketan Tinggal Menunggu Waktu

      14/06/2026  ❘  08:26 WIB
    • Panas! PDIP Tegaskan Jokowi Dipecat Desember 2024, Sindir Keras Gabung PSI

      Panas! PDIP Tegaskan Jokowi Dipecat Desember 2024, Sindir Keras Gabung PSI

      14/06/2026  ❘  08:21 WIB
    • Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      09/06/2026  ❘  19:17 WIB
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
  • Hukrim
    • Umur Sudah 65 Tahun, Kelakuan Kakek MD Cabuli 7 Bocah Bikin Elus Dada

      Umur Sudah 65 Tahun, Kelakuan Kakek MD Cabuli 7 Bocah Bikin Elus Dada

      14/06/2026  ❘  08:44 WIB
    • Tiga Bulan Menanti Keadilan, Keluarga Korban Pencabulan Anak Terus Datangi Polres Meranti, Polisi Sebut Kasus Tetap Berproses

      Tiga Bulan Menanti Keadilan, Keluarga Korban Pencabulan Anak Terus Datangi Polres Meranti, Polisi Sebut Kasus Tetap Berproses

      13/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

      Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

      13/06/2026  ❘  19:04 WIB
    • Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      13/06/2026  ❘  17:56 WIB
  • Umum
    • Waspada Orang Tua, Anak Kecanduan Media Sosial Terancam Sulit Berempati dan Bersosialisasi

      Waspada Orang Tua, Anak Kecanduan Media Sosial Terancam Sulit Berempati dan Bersosialisasi

      14/06/2026  ❘  07:34 WIB
    • Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      13/06/2026  ❘  08:22 WIB
    • Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      12/06/2026  ❘  19:50 WIB
  • Riau
    • UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru

      UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru

      13/06/2026  ❘  19:34 WIB
    • FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      13/06/2026  ❘  17:08 WIB
    • Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      13/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      13/06/2026  ❘  11:41 WIB
  • Sport
    • Brasil Gagal Menang, Maroko Paksa Selecao Berbagi Poin di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

      Brasil Gagal Menang, Maroko Paksa Selecao Berbagi Poin di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

      14/06/2026  ❘  08:30 WIB
    • Empat Perwakilan Timnas Iran Kantongi Visa AS, Sebelas Lainnya Masih Ditolak

      Empat Perwakilan Timnas Iran Kantongi Visa AS, Sebelas Lainnya Masih Ditolak

      14/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Qatar Curi Poin dari Swiss, Gol Menit 90+4 Ubah Segalanya

      Qatar Curi Poin dari Swiss, Gol Menit 90+4 Ubah Segalanya

      14/06/2026  ❘  08:21 WIB
    • Brasil Ditahan Maroko 1-1, Gol Vinicius Junior Selamatkan Selecao

      Brasil Ditahan Maroko 1-1, Gol Vinicius Junior Selamatkan Selecao

      14/06/2026  ❘  08:11 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • Swiss Mau Batasi Penduduk Maksimal 10 Juta Jiwa, Imigran Terancam Dipangkas Besar-besaran!

      Swiss Mau Batasi Penduduk Maksimal 10 Juta Jiwa, Imigran Terancam Dipangkas Besar-besaran!

      14/06/2026  ❘  07:53 WIB
    • Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      13/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      13/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Swiss Mau Batasi Penduduk Maksimal 10 Juta Jiwa, Imigran Terancam Dipangkas Besar-besaran!

14/06/2026  ❘  07:53 WIB • Internasional
Bagikan :
Swiss Mau Batasi Penduduk Maksimal 10 Juta Jiwa, Imigran Terancam Dipangkas Besar-besaran!

Swiss. Foto: Dok SM News

JAKARTA, SabangMerauke News - Switzerland tengah menghadapi dilema besar antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan lonjakan jumlah penduduk. Negara kaya di Eropa itu kini bersiap menggelar referendum penting yang dapat mengubah kebijakan imigrasi secara drastis, bahkan membatasi jumlah populasi maksimal hanya 10 juta jiwa.

Pemungutan suara yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026, menjadi sorotan dunia internasional karena untuk pertama kalinya Swiss secara terbuka mempertimbangkan pembatasan populasi nasional. Langkah ini dipicu meningkatnya tekanan terhadap layanan publik, harga sewa rumah, pendidikan, hingga pasar tenaga kerja akibat pertumbuhan penduduk yang dinilai terlalu cepat.

Dalam satu dekade terakhir, populasi Swiss melonjak sekitar 10 persen dan kini telah menembus lebih dari 9,1 juta jiwa. Kenaikan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh arus migrasi yang terus meningkat, terutama dari negara-negara Uni Eropa.

Berdasarkan data resmi pemerintah, sekitar 41 persen penduduk Swiss saat ini memiliki latar belakang migrasi, baik imigran langsung maupun anak-anak mereka yang lahir di Swiss. Bahkan, sekitar 32,5 persen penduduk tetap merupakan imigran generasi pertama.

Tak hanya itu, sekitar 1,4 juta warga negara Uni Eropa kini tinggal di Swiss atau setara 16 persen dari total populasi. Sementara 340 ribu pekerja lintas batas dari negara-negara tetangga setiap hari masuk ke Swiss untuk bekerja.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat terkait daya tampung negara yang dianggap semakin terbatas. Isu kepadatan penduduk pun berkembang menjadi perdebatan politik besar.

Partai sayap kanan Swiss People's Party atau SVP menjadi motor utama di balik dorongan referendum pembatasan populasi tersebut. Mereka menilai lonjakan jumlah penduduk telah menimbulkan tekanan serius terhadap kualitas hidup warga Swiss.

Anggota parlemen SVP, Piero Marchesi, menyebut pertumbuhan populasi berdampak langsung terhadap kenaikan harga properti, beban infrastruktur, penurunan kualitas layanan publik, hingga persaingan kerja yang semakin ketat.

Menurut usulan referendum, sistem imigrasi Swiss akan diperketat apabila populasi negara itu melewati angka 9,5 juta jiwa dalam 24 tahun mendatang. Program suaka dan reunifikasi keluarga disebut menjadi sektor pertama yang akan dipangkas.

Tak hanya itu, jika jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa, Swiss bahkan berpotensi mengakhiri kesepakatan kebebasan bergerak dengan Uni Eropa.

Padahal selama ini Swiss merupakan bagian dari zona Schengen yang memungkinkan pergerakan bebas antarnegara Eropa. Warga Uni Eropa dapat tinggal dan bekerja di Swiss selama memiliki pekerjaan atau sumber pendapatan yang jelas.

SVP mengklaim pembatasan tersebut tetap memungkinkan Swiss menerima sekitar 40 ribu pendatang baru setiap tahun. Namun kelompok bisnis dan kalangan ekonom menilai kebijakan itu berisiko besar menghantam ekonomi negara.

Swiss selama ini dikenal sebagai salah satu pusat bisnis dan keuangan dunia. Negara tersebut menjadi rumah bagi berbagai perusahaan multinasional besar seperti Nestlé, Novartis, hingga UBS.

Pajak rendah dan stabilitas ekonomi membuat Swiss menjadi magnet investasi global. Negara itu juga memiliki salah satu konsentrasi miliarder tertinggi di dunia dengan pendapatan per kapita yang jauh melampaui banyak negara maju lainnya.

Namun kini, perlambatan ekonomi global mulai memberi tekanan terhadap Swiss. Penguatan mata uang franc Swiss, disinflasi, serta kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump disebut ikut memperberat kondisi ekonomi negara tersebut.

Organisasi bisnis Economiesuisse yang mewakili sekitar 100 ribu perusahaan anggota secara terbuka menolak usulan pembatasan populasi.

Kepala ekonom Economiesuisse, Rudolf Minsch, menegaskan bahwa kemakmuran Swiss selama ini dibangun melalui keterbukaan ekonomi, inovasi, dan hubungan erat dengan Eropa.

Ia mengakui kekhawatiran masyarakat terkait kepadatan penduduk memang harus direspons serius. Namun menurutnya, pembatasan imigrasi secara kaku bukan solusi tepat.

“Pembatasan imigrasi yang ketat akan melemahkan inovasi, pertumbuhan, dan daya saing, sekaligus mempersulit perusahaan untuk menarik talenta internasional,” ujarnya.

Swiss sendiri sangat bergantung pada tenaga kerja asing berketerampilan tinggi, khususnya di sektor farmasi, teknologi, kesehatan, dan keuangan.

CEO Nestlé, Philipp Navratil, mengatakan Swiss masih menjadi salah satu negara paling menarik bagi investor asing karena kualitas tenaga kerja dan kepastian hukumnya.

Menurut dia, keberhasilan Swiss menjaga reputasi global bukan terjadi secara instan, melainkan hasil reformasi dan stabilitas jangka panjang.

Nestlé sendiri telah beroperasi di Swiss selama sekitar 160 tahun dengan sembilan pabrik dan tiga pusat penelitian besar yang sebagian besar aktivitas risetnya masih dilakukan di negara tersebut.

Sementara CEO UBS, Sergio Ermotti, mengingatkan bahwa kebijakan ekstrem berpotensi memicu masalah baru di tengah masyarakat.

Ia menyebut hampir 30 persen penduduk Swiss lahir di luar negeri, angka yang bahkan dua kali lebih tinggi dibandingkan Jerman.

“Frustrasi sosial memang ada, tetapi itu bukan cara untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Kekhawatiran juga datang dari akademisi internasional. Profesor ekonomi dari Nova School of Business and Economics, Joao B. Duarte, menilai pembatasan populasi dapat merusak kredibilitas Swiss sebagai pusat ekonomi global.

Menurutnya, ketidakpastian akses tenaga kerja dari Eropa dapat membuat investor mulai berpikir ulang untuk menanamkan modal di Swiss.

Ia mencontohkan dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang memicu kekurangan tenaga kerja, hambatan perekrutan, dan lonjakan biaya operasional di berbagai sektor.

Duarte juga mengingatkan bahwa Uni Eropa merupakan mitra dagang utama Swiss. Jika referendum berujung pada penghentian kebebasan bergerak warga Eropa, maka dampaknya bisa meluas hingga mengganggu hubungan ekonomi bilateral secara keseluruhan.

Meski begitu, jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas warga Swiss masih cenderung menolak pembatasan populasi. Sebanyak 52 persen responden disebut menolak usulan tersebut, sementara 45 persen mendukungnya.

Hasil referendum akhir pekan ini pun diprediksi akan menjadi penentu arah masa depan Swiss: tetap menjadi negara terbuka bagi dunia, atau mulai membatasi diri demi menahan ledakan populasi. (R-05)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Swiss batasi pendudukReferendum Swiss 2026Imigrasi SwissSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Panas! PDIP Tegaskan Jokowi Dipecat Desember 2024, Sindir Keras Gabung PSI

    Panas! PDIP Tegaskan Jokowi Dipecat Desember 2024, Sindir Keras Gabung PSI

    Politik •
    14/06/2026 ❘ 08:21 WIB
  • Tiga Bulan Menanti Keadilan, Keluarga Korban Pencabulan Anak Terus Datangi Polres Meranti, Polisi Sebut Kasus Tetap Berproses

    Tiga Bulan Menanti Keadilan, Keluarga Korban Pencabulan Anak Terus Datangi Polres Meranti, Polisi Sebut Kasus Tetap Berproses

    Hukrim •
    13/06/2026 ❘ 19:36 WIB
  • UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru

    UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru

    Riau •
    13/06/2026 ❘ 19:34 WIB
  • Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

    Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

    Hukrim •
    13/06/2026 ❘ 19:04 WIB
  • FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

    FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

    Riau •
    13/06/2026 ❘ 17:08 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
  • Relawan MBG di Rohil Mengaku Diberhentikan karena Nilai Tes Rendah, Padahal Sudah Bekerja Sejak Januari

    Relawan MBG di Rohil Mengaku Diberhentikan karena Nilai Tes Rendah, Padahal Sudah Bekerja Sejak Januari

    30/05/2026  ❘  12:01 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan