2 Kg Sabu Asal Riau Nyaris Lolos ke Jakarta, Dua Kurir Keburu Disergap
Dua pengedar sabu dari Riau tertangkap di Tanjung Priok. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Peredaran sabu asal Riau menuju Jakarta kembali terbongkar. Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap dua pria berinisial F dan B. Polisi menyita sabu seberat dua kilogram. Nilai barang haram itu diperkirakan melampaui Rp2 miliar.
Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Ada dugaan transaksi narkotika di kawasan Kelapa Gading. Tim langsung melakukan penyelidikan. Pergerakan target terus dipantau.
Target ternyata tidak menetap. Mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Pola itu diduga untuk menghindari pemantauan aparat. Jalur perpindahan berlangsung cukup cepat.
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Trendy Habibie, menjelaskan target sempat bergerak ke beberapa wilayah. Tim terus mengikuti arah perjalanan tersebut. Pengintaian dilakukan secara tertutup. Operasi berlangsung hingga malam hari.
“Target berpindah dari Kelapa Gading. Lalu ke Cempaka Putih. Kemudian menuju Krukut, Tamansari,” kata AKP Trendy Habibie, Kamis 11 Juni 2026.
Puncak operasi terjadi pada Rabu malam, 10 Juni 2026. Polisi berhasil mengamankan dua tersangka. Keduanya langsung diperiksa di lokasi. Penggeledahan kemudian dilakukan.
Petugas menemukan satu tas hitam. Isi tas membuat suasana berubah tegang. Di dalamnya terdapat dua paper bag. Paket-paket sabu tersimpan rapi di sana.
Total ditemukan sebelas paket plastik. Seluruh paket berisi narkotika jenis sabu. Berat keseluruhannya mencapai 2.072,17 gram. Angka itu setara dengan sekitar dua kilogram. “Total berat bruto keseluruhan sekitar dua kilogram. Nilainya lebih dari Rp2 miliar,” ujar Trendy Habibie.
Pemeriksaan awal membuka jalur distribusi barang tersebut. Sabu diketahui berasal dari Provinsi Riau. Barang kemudian dibawa menuju Jakarta. Tujuan akhirnya masih didalami penyidik.
Pengakuan tersangka mengungkap skema pengantaran. Mereka menerima instruksi dari seseorang. Sosok itu juga berinisial B. Polisi masih memburu identitas lengkapnya.
Menurut keterangan tersangka, paket diambil di area SPBU Cempaka Putih. Setelah itu, barang dibawa menuju Jakarta Barat. Penyerahan direncanakan kepada seseorang yang belum dikenal kurir.
Perjalanan paket itu menggambarkan pola lama jaringan narkotika. Kurir hanya bertugas mengantar barang. Penerima dan pemasok dipisahkan. Jalur komunikasi dibuat berlapis.
Penyidik juga menemukan fakta lain. Tersangka ternyata bukan pemain baru. Mereka sudah pernah menjalankan tugas serupa. Imbalan uang menjadi alasan utama. “Tersangka mengaku sudah dua kali menerima tugas pengantaran sabu,” ujar Trendy.
Selain sabu, polisi menyita sejumlah barang pendukung. Tiga unit telepon genggam diamankan. Perangkat itu diduga dipakai untuk berkomunikasi. Isinya sedang dianalisis oleh penyidik.
Telepon tersebut diyakini menyimpan jejak jaringan. Riwayat percakapan sedang diperiksa. Data digital menjadi fokus penyidikan berikutnya. Polisi memburu aktor lain di balik kasus ini.
Kasus tersebut kembali menyoroti posisi Riau. Wilayah itu kerap menjadi pintu masuk narkotika. Jalur laut masih menjadi tantangan besar. Sindikat memanfaatkan banyak celah distribusi.
Perjalanan narkoba dari Riau menuju berbagai kota bukan cerita baru. Berbagai pengungkapan pernah terjadi. Modusnya terus berubah. Jaringannya juga semakin rapi.
Meski demikian, aparat masih mampu memutus rantai distribusi. Informasi masyarakat menjadi senjata utama. Kecepatan penyelidikan juga berperan penting. Pengungkapan kali ini menjadi buktinya. R-02

