Ketum HIPMI Kini Dipegang Politisi Partai Gerindra Ade Jona Prasetyo
Ade Jona Prasetyo resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029. Foto : Istimewa
BANDAR LAMPUNG, SabangMerauke News - Ade Jona Prasetyo resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029. Penetapan berlangsung dalam sidang pleno Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Kamis. Keputusan tersebut menutup seluruh rangkaian pemilihan ketua umum selama dua hari berlangsung.
Ade Jona mengajak seluruh kader memperkuat persatuan organisasi hingga tingkat daerah nasional. “Kami mengajak seluruh kader bersama-sama memajukan HIPMI dari pusat hingga daerah,” ujarnya. Ia menegaskan HIPMI harus menjadi wadah kolaborasi pengusaha muda seluruh Indonesia.
Sebelum terpilih, Ade Jona menjabat Bendahara Umum BPP HIPMI selama beberapa tahun. Ia aktif menjalankan program pengembangan kewirausahaan serta penguatan jaringan bisnis nasional. Ade Jona juga tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Sumatera Utara.
Munas XVIII HIPMI mengusung tema Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional. Forum tersebut menghadirkan agenda business matching, diskusi ekonomi, serta konsolidasi organisasi. Pengurus HIPMI dari berbagai daerah turut menghadiri forum strategis tersebut.
Ketua Umum BPP HIPMI sebelumnya, Akbar Himawan Buchari, menilai Munas menjadi momentum penting. “Munas XVIII ini momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan menjaga persatuan,” katanya. Menurut Akbar, tantangan ekonomi membutuhkan organisasi yang mampu menciptakan peluang usaha baru.
Akbar menegaskan pergantian kepemimpinan tidak mengubah komitmen mendukung program pemerintah. Fokus utama tetap diarahkan pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. HIPMI juga diharapkan semakin aktif menjembatani kepentingan dunia usaha nasional.
Ketua Organizing Committee Munas XVIII HIPMI, Arief Satria Kurniagung, menyoroti substansi kegiatan. “Kami ingin Munas XVIII HIPMI memberi manfaat nyata bagi seluruh peserta,” ujarnya. Seluruh agenda dirancang menghasilkan kolaborasi konkret antarpengusaha muda Indonesia.
Arief menyebut Munas tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepemimpinan organisasi nasional. Forum tersebut membuka peluang kemitraan bisnis melalui berbagai sesi business matching. Diskusi ekonomi juga digelar guna memperkuat kontribusi pengusaha muda terhadap pembangunan.(R-04)

