BBM Non Subsidi Melonjak, ESDM Pastikan Pertalite dan Solar Tetap Bertahan
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan presiden. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan harga Pertalite tetap stabil. Harga Solar subsidi juga dipastikan tidak mengalami penyesuaian dalam waktu dekat. Kepastian tersebut disampaikan setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan presiden. Pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah tetap kuat. “Presiden memerintahkan harga BBM subsidi dijamin tidak naik,” kata Anggia, Kamis.
Menurut Anggia, kebijakan tersebut ditujukan melindungi kelompok rentan dari tekanan ekonomi. Langkah itu juga diharapkan menjaga stabilitas ekonomi nasional selama gejolak global. Pemerintah menilai perlindungan masyarakat menjadi prioritas utama saat ini.
Kenaikan harga Pertamax dipengaruhi perkembangan geopolitik internasional yang terus berubah. Kondisi tersebut mendorong harga minyak dunia bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya terasa terhadap perhitungan harga BBM non subsidi di Indonesia.
Anggia menjelaskan harga BBM non subsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi berlaku. Penyesuaian dilakukan berdasarkan formula resmi yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya. “Harga BBM non subsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai formula pemerintah,” ujarnya.
Penetapan harga keekonomian BBM mempertimbangkan sejumlah komponen utama dalam perhitungannya. Faktor tersebut meliputi harga internasional, kurs rupiah, distribusi, penyimpanan, serta perpajakan. Seluruh komponen menentukan besaran harga jual kepada konsumen domestik.
Anggia menilai penyesuaian harga BBM non subsidi sulit dihindari dalam kondisi sekarang. Perubahan harga minyak dunia memberi dampak langsung terhadap biaya pengadaan energi. “Penyesuaian harga BBM non subsidi cepat atau lambat tidak terhindarkan,” katanya.
Pemerintah juga membandingkan perkembangan harga BBM dengan negara Asia Tenggara lainnya. Sejumlah negara disebut lebih dahulu melakukan kenaikan harga bahan bakar sejenis. Bahkan kenaikannya diklaim lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga di Indonesia.
Meski demikian pemerintah memastikan BBM subsidi tetap mendapat perlindungan penuh saat ini. Kebijakan tersebut diharapkan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal. Stabilitas harga energi menjadi fokus utama pemerintah menghadapi ketidakpastian global.(R-03)

