Sosok Putra Bengkalis Gamal Abdul Nasir, Berkiprah Jadi Guru Besar di Kampus Brunei Darusalam
Prof. Dr. Gamal Abdul Nasir Zakaria menjadi salah satu akademisi Melayu berpengaruh tingkat internasional. Foto : Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Prof. Dr. Gamal Abdul Nasir Zakaria menjadi salah satu akademisi Melayu berpengaruh tingkat internasional. Putra Bengkalis tersebut berhasil meraih posisi Guru Besar Pendidikan Islam dan Bahasa Arab. Karier akademiknya berkembang melalui Malaysia hingga Brunei Darussalam selama puluhan tahun.
Gamal Abdul Nasir Zakaria lahir di Bengkalis pada 22 Juni 1965 dari keluarga ulama. Pendidikan agama dan bahasa Arab diperolehnya sejak usia muda melalui bimbingan keluarga. Lingkungan tersebut membentuk fondasi kuat bagi perjalanan akademiknya pada masa berikutnya.
Pendidikan formal dimulai di Bengkalis sebelum melanjutkan studi bahasa Arab di IAIN Suska. Aktivitas organisasi pelajar Islam turut mengasah kemampuan kepemimpinan sejak masa mahasiswa. Pengalaman tersebut membuka jalan menuju jejaring akademik nasional dan internasional.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Gamal melanjutkan studi magister di Malaysia. Gelar doktor Pendidikan Islam kemudian diraih dari Universiti Kebangsaan Malaysia pada 1999. Pendidikan tinggi tersebut memperkuat kompetensinya dalam bidang pendidikan Islam dan bahasa Arab.
Karier akademik diawali sebagai guru dan dosen bahasa Arab di Indonesia. Pengalaman mengajar berkembang hingga sejumlah universitas ternama Malaysia dan Brunei Darussalam. Konsistensi pengabdian akademik mengantarkannya menjadi profesor terkemuka kawasan Asia Tenggara.
Selain mengajar, Gamal aktif menghasilkan buku pendidikan, dakwah, dan pemikiran Islam. Karya-karyanya membahas pendidikan Islam, bahasa Arab, sufisme, hingga tokoh Muslim berpengaruh. Sejumlah buku memperoleh apresiasi luas dari kalangan akademisi dan pemerhati pendidikan.
Buku Permisalan Dalam Al-Quran menjadi salah satu karya paling menonjol miliknya. Publikasi tersebut meraih penghargaan Buku Islami Terbaik dalam ajang tingkat nasional Malaysia. Prestasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai penulis produktif dan berpengaruh.
Pada 2021, Gamal resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Pendidikan Islam dan Bahasa Arab. Pengukuhan berlangsung di Institut Pendidikan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Universiti Brunei Darussalam. Posisi tersebut menandai puncak perjalanan akademik yang dibangun selama puluhan tahun.
Dalam berbagai kesempatan, Gamal menegaskan pentingnya pendidikan bagi kemajuan umat. “Pendidikan Islam harus melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” ujarnya. Pandangan tersebut menjadi dasar berbagai karya dan aktivitas akademiknya.
Di tengah kesibukan akademik, Gamal tetap aktif membina generasi muda dan peneliti. Kontribusinya menjangkau bidang pendidikan, dakwah, penelitian, serta pengembangan bahasa Arab. Kiprahnya menjadikan nama Bengkalis dikenal luas dalam dunia akademik internasional.(R-03)

