Mesin Hidup, AC Menyala, Pasutri Tak Bangun Lagi! Fakta Mengejutkan Kematian di Medan Denai
Polisi melakukan olah tempat kejadian penemuan dua mayat pasutri di sebuah mobil di Medan, Jumat, 5 Juni 2026. (sumber: mistar.id)
SUMUT, SabangMerauke News - Sepasang suami istri ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Chevrolet bernomor polisi BM 1064 VR di Jalan Harapan Pasti, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Jumat, 5 Juni 2026. Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga karena kendaraan tersebut masih menyala saat korban ditemukan.
Korban diketahui bernama Suharlin, 49 tahun, bersama istrinya Dame Lamria br Pakpahan, 47 tahun. Pasangan asal Helvetia itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam sedan hitam yang terparkir di depan rumah keluarga. Saat dievakuasi menuju rumah sakit, nyawa keduanya sudah tidak tertolong lagi.
Kisah ini bermula pada Kamis malam, 4 Juni 2026. Menurut keterangan keluarga, listrik di rumah korban sedang padam. Kondisi itu membuat pasangan tersebut memutuskan meninggalkan rumah sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka berencana beristirahat di kediaman keluarga yang berada di kawasan Medan Denai.
Perjalanan malam itu berjalan biasa saja. Tidak ada tanda mencurigakan sebelum keduanya tiba di lokasi tujuan. Anehnya, pasangan tersebut tidak masuk ke dalam rumah keluarga. Mereka memilih tetap berada di dalam mobil yang diparkir tepat di depan rumah.
Sepanjang malam, kendaraan itu tetap berada di tempat yang sama. Mesin mobil terus hidup dan pendingin ruangan tetap beroperasi. Seluruh kaca kendaraan juga tertutup rapat. Situasi tersebut awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena warga mengira keduanya sedang beristirahat.
Siang harinya, keadaan mulai mengundang perhatian. Mobil masih berada di lokasi tanpa perubahan berarti. Beberapa warga mencoba mengamati kondisi di dalam kendaraan. Dari balik kaca, kedua penumpang terlihat lemas dan tidak memberikan respons.
Kecurigaan semakin kuat ketika panggilan dari warga tidak mendapat jawaban. Upaya pengecekan dilakukan lebih dekat. Setelah situasi dinilai darurat, kaca kendaraan akhirnya dipecahkan. Warga kemudian bergegas mengevakuasi korban menuju rumah sakit.
Sayangnya, harapan tidak menjadi kenyataan. Tim medis menyatakan Suharlin dan Dame Lamria telah meninggal dunia. Kabar itu langsung menyebar cepat di lingkungan sekitar. Suasana duka menyelimuti keluarga yang tidak menyangka kejadian tersebut terjadi begitu dekat.
Seorang kerabat yang berada di lokasi mengaku mengenal korban perempuan. Rumah yang berada di depan lokasi merupakan kediaman kakak korban. Sementara identitas korban laki-laki sempat belum dikenali warga sekitar. Kondisi itu membuat informasi awal berkembang simpang siur.
Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari masyarakat setempat. Saat petugas tiba, kedua korban sudah dievakuasi menuju rumah sakit. Polisi kemudian langsung melakukan pemeriksaan lokasi kejadian. Tim identifikasi dari Polrestabes Medan turut diterjunkan.
“Informasi awal yang kami terima dari masyarakat, dua orang sedang beristirahat di dalam mobil dengan kondisi kendaraan menyala dan menggunakan AC,” kata Ainul Yaqin, Jumat, 5 Juni 2026.
Polisi menemukan sejumlah fakta penting di lokasi kejadian. Kendaraan masih dalam keadaan hidup ketika korban ditemukan. Semua kaca mobil berada dalam kondisi tertutup. Fakta tersebut menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara mengarah pada keracunan gas di dalam kendaraan. Dugaan itu muncul setelah petugas mencocokkan kondisi korban dengan situasi yang ditemukan di lapangan. Meski demikian, polisi belum menarik kesimpulan akhir. Seluruh kemungkinan masih terbuka untuk ditelusuri.
“Dugaan sementara dari fakta-fakta di lapangan, kemungkinan korban mengalami keracunan gas karena kendaraan masih menyala,” ujar Ainul Yaqin.
Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Setiap sudut kendaraan diperiksa dengan cermat. Petugas juga mencari kemungkinan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur lain di balik peristiwa itu.
Polisi juga menggali keterangan dari keluarga dan sejumlah saksi. Informasi mengenai aktivitas korban sebelum kejadian menjadi bagian penting penyelidikan. Keterangan tersebut membantu penyidik menyusun rangkaian peristiwa secara utuh. Hingga Jumat sore, proses pendalaman masih berlangsung.
“Informasi dari keluarga dan saksi, korban datang sekitar pukul sebelas malam karena kondisi listrik di rumah sedang padam,” kata Ainul Yaqin.
Peristiwa ini menyisakan banyak pertanyaan bagi warga sekitar. Mobil yang tampak biasa ternyata menyimpan tragedi besar. Tidak ada keributan maupun tanda bahaya yang terdengar sepanjang malam. Situasi itulah yang membuat kejadian ini terasa begitu mengejutkan.
Bagi keluarga, kehilangan tersebut menjadi pukulan berat. Mereka tidak menyangka kunjungan singkat ke rumah kerabat berubah menjadi akhir perjalanan hidup pasangan tersebut. Sosok Suharlin dan Dame Lamria dikenal dekat dengan keluarga. Kini keduanya meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekat.
Sementara itu, polisi mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan lengkap. Pemeriksaan forensik dan identifikasi lanjutan masih dilakukan. Hasil tersebut akan menentukan penyebab kematian secara ilmiah. Polisi berjanji menyampaikan perkembangan terbaru setelah seluruh proses selesai. R-02

