Tetangga Curiga Aroma Menyengat, Polisi Temukan Ibu dan Anak Sudah Jadi Mayat
Dua petugas polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan mayat ibu dan anak di Sunggal, Deliserdang. (ist)
SUMUT, SabangMerauke News - Warga Kompleks Palem Kencana, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, mendadak geger setelah dua jasad perempuan ditemukan membusuk di dalam rumah, Sabtu, 23 Mei 2026. Bau menyengat yang tercium selama beberapa hari akhirnya mengungkap kematian tragis Ai Kiat, 60 tahun, bersama anaknya, Linawati, 38 tahun.
Sore itu suasana kompleks sebenarnya masih berjalan biasa. Anak-anak masih bermain di depan rumah sambil berteriak kecil mengejar sepeda. Beberapa ibu duduk santai di depan teras sambil berbincang ringan menunggu waktu magrib tiba.
Namun, di tengah suasana tenang itu, ada aroma busuk yang perlahan mengganggu warga sekitar. Bau menyengat itu sebenarnya sudah tercium sejak beberapa hari terakhir. Awalnya warga mengira berasal dari bangkai hewan atau saluran air di belakang rumah.
Hari demi hari, aroma itu justru semakin tajam. Warga mulai saling bertanya sambil menutup hidung setiap melintas di dekat rumah Ai Kiat. Rumah bercat terang di Jalan Palem Raya Blok 1B itu terlihat sunyi dan tertutup rapat.
Tetangga juga mulai sadar kedua penghuni rumah sudah lama tidak terlihat keluar. Biasanya Linawati masih terlihat membersihkan halaman pagi hari. Namun, beberapa hari terakhir, rumah itu terasa seperti kehilangan suara kehidupan.
Rasa curiga akhirnya membuat warga melapor kepada kepala dusun dan perangkat desa setempat. Laporan itu diteruskan ke Polsek Sunggal. Polisi langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Kita mendapat laporan dari masyarakat terkait bau menyengat dari rumah tersebut,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Herman Sentosa, Minggu, 24 Mei 2026.
Suasana kompleks mendadak berubah tegang saat polisi datang bersama perangkat desa. Warga mulai berkumpul di depan rumah sambil berbisik penasaran. Beberapa orang berdiri cukup jauh sambil terus menutup hidung menggunakan masker dan kain.
Kepala dusun kemudian mencoba memastikan kondisi di dalam rumah. Ia meminjam tangga milik warga lalu mengintip melalui jendela rumah. Dalam beberapa detik, wajahnya langsung berubah pucat.
Dari balik kaca jendela terlihat tubuh seorang perempuan tergeletak di ruang tamu. Kondisinya sudah membusuk dan tidak bergerak sama sekali. Temuan itu langsung membuat suasana di depan rumah mendadak sunyi. “Kadus melihat sesosok mayat di ruang tamu setelah mengintip dari jendela rumah,” kata Iptu Herman Sentosa.
Polisi bersama warga kemudian membuka paksa pintu rumah tersebut. Aroma busuk langsung menyergap begitu pintu terbuka perlahan. Beberapa warga spontan mundur karena tidak kuat menahan bau dari dalam rumah.
Petugas masuk perlahan sambil melakukan pemeriksaan awal. Di ruang tamu ditemukan jasad Linawati dalam kondisi sudah membusuk cukup parah. Rumah itu terlihat gelap, sepi, dan nyaris tanpa suara.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan menuju lantai dua rumah. Polisi kembali menemukan tubuh Ai Kiat di bagian atas rumah tersebut. Kondisinya juga sudah membusuk saat ditemukan petugas.
Penemuan itu membuat warga sekitar benar-benar syok. Banyak tetangga tidak menyangka ibu dan anak itu meninggal tanpa diketahui siapa pun. Beberapa warga bahkan terlihat diam sambil memandangi rumah tersebut dari kejauhan.
Petugas Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Setiap sudut rumah diperiksa untuk mencari kemungkinan tindak kriminal. Polisi juga meminta keterangan sejumlah tetangga sekitar kompleks.
Hasil pemeriksaan sementara membuat polisi sedikit lega. Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Rumah juga tidak menunjukkan bekas kerusakan maupun pencurian. “Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh keduanya,” ujar Iptu Herman Sentosa.
Polisi menduga ibu dan anak tersebut meninggal akibat sakit. Namun, penyelidikan tetap dilakukan sambil menunggu kedatangan keluarga korban. Polisi juga masih mencari informasi aktivitas terakhir keduanya sebelum meninggal dunia.
Warga sekitar mengenal Ai Kiat dan Linawati sebagai pribadi tertutup. Mereka jarang terlihat berkumpul lama dengan tetangga sekitar. Meski begitu, keduanya dikenal ramah saat bertemu warga di depan rumah.
Beberapa warga mengaku terakhir melihat Linawati sekitar awal pekan lalu. Setelah itu, rumah terlihat sepi tanpa aktivitas sama sekali. Lampu rumah juga jarang menyala saat malam hari.
Kondisi itulah yang akhirnya memunculkan rasa curiga warga. Bau menyengat perlahan seperti menjadi tanda kecil dari tragedi dalam rumah tersebut. Hingga akhirnya penemuan memilukan itu benar-benar terjadi Sabtu sore.
Jenazah Ai Kiat dan Linawati kemudian dievakuasi menuju rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi tubuh korban sudah membusuk. Polisi juga terus menjaga lokasi agar warga tidak terlalu ramai mendekat.
Peristiwa ini langsung menjadi pembicaraan warga Sunggal hingga media sosial. Banyak warga merasa sedih karena kedua korban meninggal tanpa diketahui dengan cepat di sekitar lingkungan rumah. Sebagian warga juga mulai saling mengingatkan pentingnya peduli pada kondisi tetangga sekitar.
Kini rumah di Palem Raya Blok 1B kembali tertutup rapat dan sunyi. Garis polisi masih terpasang di depan rumah tersebut. Namun, aroma busuk memang sudah hilang, sementara cerita tragis ibu dan anak itu masih membekas kuat dalam ingatan warga kompleks Palem Kencana. R-02

