Spanyol Sudah Menggempur, Irak Tetap Berdiri! La Roja Dipaksa Gigit Jari
Pemain Spanyol, Ferran Torres, menggiring bola sebelum mencetak gol pembuka ke gawang Irak dalam laga uji coba internasional di Estadio Abanca-Riazor, Jumat, 5 Juni 2026 (sumber: AP Photo)
JAKARTA, SabangMerauke News - Spanyol gagal meraih kemenangan pada duel pemanasan jelang Piala Dunia 2026. La Roja ditahan Irak dengan skor 1-1 di Estadio Abanca-Riazor, A Coruna, Jumat, 5 Juni 2026 dini hari WIB. Hasil ini memang tidak memengaruhi apa pun di klasemen.
Di atas kertas, pertandingan terlihat berat sebelah. Spanyol datang dengan skuad bertabur kualitas. Irak datang sebagai tim yang tidak terlalu dijagokan. Akan tetapi, sepak bola sering kali menyukai cerita yang sulit ditebak.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung menguasai lapangan. Bola mengalir cepat dari kaki ke kaki para pemain La Roja. Irak lebih banyak bergerak tanpa bola. Mereka memilih bertahan sambil menunggu kesempatan datang.
Baru tiga menit berjalan, Dani Olmo sudah membuat pertahanan Irak bekerja keras. Gelandang kreatif itu mencoba menerobos dari tengah lapangan. Akam Hashem bergerak cepat untuk menghentikan ancaman tersebut. Irak berhasil lolos dari tekanan pertama.
Lima menit kemudian, giliran Alex Baena yang mengancam gawang lawan. Tembakan melengkungnya mengarah ke sudut gawang. Ahmed Basil terbang dan menepis bola keluar lapangan. Penyelamatan itu menjadi awal dari malam sibuk sang kiper.
Tekanan Spanyol semakin deras dari menit ke menit. Irak dipaksa bertahan sangat dalam. Ruang gerak para pemain tamu semakin sempit. Gol seolah hanya tinggal menunggu waktu.
Prediksi itu akhirnya menjadi kenyataan pada menit ke-16. Semuanya berawal dari pergerakan Dani Olmo di lini tengah. Bola kemudian mengarah kepada Ferran Torres. Penyerang Spanyol itu berlari masuk ke kotak penalti sebelum menaklukkan Ahmed Basil.
Stadion langsung bergemuruh menyambut gol tersebut. Para pendukung berdiri dan bersorak keras. Spanyol terlihat sedang menuju malam yang nyaman. Irak tampak sedang menghadapi ujian berat.
Setelah tertinggal, Irak tidak berubah menjadi panik. Mereka tetap bermain dengan sabar dan disiplin. Setiap pemain menjalankan tugasnya dengan rapi. Sedikit demi sedikit, mereka mulai menemukan ritme permainan.
Menit ke-27 menghadirkan kejutan yang tidak banyak diperkirakan. Akam Hashem mengirim umpan panjang dari belakang. Bola meluncur melewati beberapa pemain Spanyol. Merchas Doski berlari mengejar peluang yang terlihat sederhana.
Dari sudut yang cukup sempit, Doski mengambil keputusan berani. Ia langsung melepaskan tembakan keras ke tiang dekat. Joan Garcia tidak siap menghadapi arah bola tersebut. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol itu membuat stadion mendadak lebih tenang. Para pemain Irak berlari merayakan gol dengan penuh semangat. Sebaliknya, para pemain Spanyol terlihat sedikit terkejut. Dominasi mereka tiba-tiba kehilangan makna.
La Roja mencoba merespons dengan cepat. Dua menit setelah gol Irak, Dani Olmo hampir mengembalikan keunggulan. Ia lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan kiper. Ahmed Basil kembali menjadi penyelamat timnya.
Kiper Irak itu seperti tembok yang sulit ditembus. Setiap peluang berbahaya mampu ia baca dengan baik. Para pemain Spanyol terus mencari celah. Ahmed Basil terus menutupnya satu demi satu.
Menjelang turun minum, Ferran Torres hampir mencetak gol keduanya. Ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Basil berhasil menyentuh bola sebelum membentur mistar gawang. Irak kembali terselamatkan beberapa sentimeter saja.
Babak pertama berakhir dengan skor imbang. Statistik berpihak kepada Spanyol hampir sepenuhnya. Penguasaan bola lebih tinggi. Peluang lebih banyak. Skor tetap menunjukkan angka yang sama.
Memasuki babak kedua, Luis de la Fuente langsung bergerak. Lima pergantian pemain dilakukan sekaligus. Energi baru masuk ke dalam permainan Spanyol. Pesannya jelas, kemenangan tetap menjadi target utama.
Belum semenit babak kedua berjalan, peluang emas kembali hadir. Jesus Rodriguez melakukan penetrasi cepat dari sisi lapangan. Tembakannya melintas tipis di samping gawang Irak. Penonton kembali dibuat menahan napas.
Spanyol terus menyerang seperti ombak yang tidak berhenti datang. Yeremy Pino mencoba peruntungannya dari dalam kotak penalti. Bola masih membentur pemain bertahan Irak. Serangan berikutnya langsung menyusul.
Di tengah tekanan tanpa henti, Irak tetap tenang. Mereka tidak terpancing bermain terbuka. Garis pertahanan tetap rapat. Jarak antarpemain juga terjaga dengan baik.
Menit ke-58 menghadirkan peluang terbaik Spanyol pada babak kedua. Alex Baena mengirim umpan silang tajam ke depan gawang. Gonzalo Garcia menyambar bola dari jarak dekat. Jalal Hassan bergerak cepat menghalau ancaman tersebut.
"Pertandingan seperti ini sangat berguna untuk evaluasi tim," kata Luis de la Fuente, pelatih Timnas Spanyol.
Semakin lama pertandingan berjalan, pola permainan semakin jelas terlihat. Spanyol menyerang. Irak bertahan. Spanyol menyerang lagi. Irak kembali bertahan.
Graham Arnold tampaknya memahami situasi tersebut dengan baik. Pelatih Irak itu melakukan beberapa pergantian pemain. Tenaga segar masuk ke lapangan. Organisasi permainan Irak tetap terjaga sampai akhir.
Setiap menit yang berlalu membuat rasa percaya diri Irak semakin besar. Para pemain bertahan mulai memenangkan banyak duel. Para gelandang bekerja keras menutup ruang. Para penyerang sesekali membantu mengurangi tekanan.
Menit ke-73 menghadirkan momen spesial bagi Leo Roman. Kiper muda itu menjalani debut senior bersama Spanyol. Momen tersebut menjadi salah satu sisi positif bagi tuan rumah. Meski begitu, fokus utama tetap tertuju pada pencarian gol kemenangan.
Spanyol tidak berhenti mencoba. Bola terus dikirim ke area pertahanan Irak. Umpan silang berdatangan dari kanan dan kiri. Peluang tetap sulit dikonversi menjadi gol.
Kesempatan terakhir datang pada menit ke-85. Yeremy Pino mencoba melepaskan tembakan jarak jauh. Bola melambung di atas mistar gawang. Para pendukung hanya bisa menghela napas panjang.
Saat waktu tambahan berjalan, Irak bertahan dengan seluruh tenaga yang tersisa. Setiap pemain bekerja tanpa lelah. Setiap bola diburu dengan semangat tinggi. Mereka tahu hasil besar sudah berada di depan mata.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Para pemain Irak saling berpelukan merayakan hasil imbang tersebut. Bagi sebagian orang, skor 1-1 mungkin terlihat biasa. Bagi Irak, hasil itu terasa sangat berharga.
"Kami menunjukkan karakter dan disiplin sepanjang pertandingan," ujar Graham Arnold, pelatih Timnas Irak.
Bagi Spanyol, hasil ini menjadi pengingat penting sebelum Piala Dunia dimulai. Dominasi permainan tidak selalu menghasilkan kemenangan. Banyak peluang tidak selalu menjamin tambahan gol. Efektivitas tetap menjadi mata uang paling berharga dalam sepak bola.
Sementara bagi Irak, malam di A Coruna menjadi bukti kerja keras mereka. Tim ini mampu bertahan saat ditekan hampir sepanjang laga. Mereka mampu memanfaatkan satu peluang penting. Mereka juga mampu membawa pulang kepercayaan diri yang besar.
Di atas rumput hijau Estadio Abanca-Riazor, dua tim datang dengan tujuan berbeda. Spanyol mencari kemenangan. Irak mencari pembuktian. Saat pertandingan berakhir, Spanyol mendapat pelajaran, sedangkan Irak mendapatkan cerita yang layak dikenang menjelang Piala Dunia 2026. R-02

