Sudah Enam Kali Gagal, Iran Kini Siap Menulis Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Selebrasi pemain Timnas Iran usai memastikan tampil di Piala Dunia 2026. (sumber: dokumentasi AFC)
JAKARTA, SabangMerauke News - Timnas Iran mengumumkan daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 dengan membawa misi besar memecahkan kutukan fase grup. Iran kembali menaruh harapan kepada Mehdi Taremi sebagai ujung tombak utama. Target mereka sederhana, tetapi sangat bersejarah, yakni lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketujuh Iran sepanjang sejarah. Meski sudah beberapa kali tampil di putaran final, hasil terbaik belum juga datang. Iran selalu terhenti sebelum memasuki fase gugur. Catatan itu menjadi beban sekaligus motivasi menjelang turnamen kali ini.
Pasukan Amir Ghalenoei datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tampil solid sepanjang babak kualifikasi zona Asia. Tujuh kemenangan berhasil diraih dari sepuluh pertandingan. Hasil tersebut mengantarkan Iran lolos dengan meyakinkan.
Persiapan menuju Piala Dunia juga berjalan cukup baik. Saat ini skuad Iran menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki. Program tersebut menjadi bagian penting untuk mematangkan strategi tim. Seluruh pemain berusaha mencapai kondisi terbaik sebelum turnamen dimulai.
Dalam laga uji coba terakhir, Iran menunjukkan performa menjanjikan. Gambia berhasil dikalahkan dengan skor 3-1. Hasil tersebut memberi tambahan kepercayaan diri bagi para pemain. Satu pertandingan melawan Mali masih menunggu sebelum keberangkatan menuju Amerika Utara.
Perjalanan Iran di fase grup dipastikan tidak mudah. Mereka tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Tiga lawan tersebut memiliki karakter permainan berbeda. Setiap pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Iran akan memulai perjalanan menghadapi Selandia Baru. Setelah itu, mereka bertemu Belgia yang dipenuhi pemain kelas dunia. Fase grup ditutup dengan duel penting melawan Mesir. Jadwal tersebut membuat setiap poin menjadi sangat berharga.
Sorotan terbesar tentu mengarah kepada Mehdi Taremi. Penyerang berusia 33 tahun itu kembali menjadi tumpuan utama lini depan. Pengalaman dan ketajamannya sangat dibutuhkan Iran. Harapan jutaan pendukung kini bertumpu di pundaknya.
Taremi tampil luar biasa sepanjang kualifikasi. Penyerang Olympiacos tersebut mencetak sepuluh gol dari lima belas pertandingan. Kontribusinya menjadi faktor penting keberhasilan Iran lolos ke putaran final. Ketajamannya diharapkan tetap terjaga saat menghadapi lawan-lawan kuat.
"Mehdi Taremi memiliki pengalaman dan kualitas yang sangat penting," ujar Amir Ghalenoei, pelatih Timnas Iran. Menurutnya, sang penyerang mampu menjadi pembeda dalam pertandingan besar. Kehadiran Taremi juga memberikan ketenangan kepada pemain lain. Pengaruhnya terasa di dalam maupun di luar lapangan.
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen ketiga Taremi bersama Iran. Pada edisi sebelumnya di Qatar, ia mencetak dua gol ke gawang Inggris. Penampilan tersebut mempertegas kualitasnya sebagai penyerang elit Asia. Kini ia mengincar pencapaian yang lebih besar.
Namun, ada satu keputusan yang mengejutkan banyak penggemar. Nama Sardar Azmoun tidak masuk dalam daftar akhir skuad. Padahal selama bertahun-tahun ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh. Absennya Azmoun menjadi topik hangat menjelang turnamen.
Azmoun meninggalkan warisan besar bagi Iran. Ia mencetak 57 gol dari 91 pertandingan internasional. Catatan tersebut menempatkannya di jajaran penyerang terbaik sepanjang sejarah negara itu. Kehilangannya tentu menciptakan ruang kosong yang tidak mudah diisi.
Keputusan tersebut membuat lini depan Iran mengalami perubahan besar. Amir Ghalenoei memilih kombinasi pemain yang berbeda. Selain Taremi, terdapat Ali Alipour dan Shahriyar Moghanlou. Amirhossein Hosseinzadeh serta Dennis Dargahi melengkapi sektor serangan.
Dennis Dargahi menjadi salah satu nama yang menarik perhatian. Penyerang yang berkarier di Eropa tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Kesempatan tampil di Piala Dunia bisa menjadi titik penting kariernya. Banyak pengamat menunggu kontribusinya nanti.
Selain sektor depan, regenerasi juga mulai terlihat. Iran membawa beberapa pemain muda ke turnamen kali ini. Mereka mendapat kesempatan belajar langsung dari pemain senior. Langkah tersebut menjadi investasi penting untuk masa depan.
Arya Yousefi termasuk pemain muda yang paling mencuri perhatian. Gelandang berbakat itu berhasil menembus skuad utama. Kepercayaan yang diberikan menjadi bukti kualitasnya yang terus berkembang. Piala Dunia menjadi panggung terbesar dalam karier mudanya.
Nama lain yang juga menarik adalah Amirmohammad Rezzaghinia. Pemain muda tersebut dianggap memiliki potensi besar. Kehadirannya menunjukkan regenerasi mulai berjalan dengan baik. Iran tidak hanya berpikir tentang hari ini.
Di bawah mistar gawang, Alireza Beiranvand masih menjadi pilihan utama. Pengalaman panjangnya menjadi aset berharga bagi tim. Ia telah melewati berbagai turnamen besar bersama Iran. Ketangguhannya akan kembali diuji di Amerika Utara.
Kisah hidup Beiranvand bahkan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia pernah hidup dalam kesulitan saat masih muda. Berbagai pekerjaan dijalani demi mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional. Kini ia menjadi salah satu ikon sepak bola Iran.
Nama Beiranvand semakin dikenal di dunia pada Piala Dunia 2018. Saat itu ia menggagalkan tendangan penalti Cristiano Ronaldo. Momen tersebut menjadi salah satu kisah paling bersejarah dalam sepak bola Iran. Hingga kini peristiwa itu masih sering dikenang.
"Pengalaman akan menjadi kekuatan utama kami," kata Amir Ghalenoei. Menurutnya, banyak pemain telah terbiasa menghadapi tekanan besar. Situasi seperti itu sangat penting dalam turnamen singkat. Pengalaman sering menjadi pembeda saat pertandingan berjalan ketat.
Lini belakang Iran dipenuhi pemain berpengalaman. Shoja Khalilzadeh dan Mohammadhossein Kanani diproyeksikan menjadi duet utama. Ehsan Haji Safi serta Milad Mohammadi menambah stabilitas pertahanan. Ramin Rezaeian juga siap memberikan kontribusi penting.
Khalilzadeh memiliki peran besar di jantung pertahanan. Kemampuannya membaca permainan sangat dibutuhkan. Pengalaman menghadapi lawan kuat menjadi nilai tambah tersendiri. Ia diharapkan mampu memimpin lini belakang sepanjang turnamen.
Di sektor tengah, Iran memiliki kombinasi kualitas dan pengalaman. Saeid Ezatolahi kembali setelah pulih dari cedera. Saman Ghoddos tetap menjadi sumber kreativitas serangan. Roozbeh Cheshmi dan Mohammad Ghorbani siap menjaga keseimbangan permainan.
Alireza Jahanbakhsh juga masih menjadi bagian penting dari skuad. Pemain sayap berpengalaman itu mampu memberikan ancaman dari berbagai sisi. Pengalamannya di Eropa menjadi modal berharga. Kehadirannya membuat lini serang semakin berbahaya.
Secara taktik, Iran diperkirakan menggunakan formasi 4-2-3-1. Taremi menjadi penyerang tunggal di lini depan. Jahanbakhsh, Mehdi Ghaedi, dan Mohammad Mohebi akan mendukung dari belakang. Formasi tersebut memberi keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Format baru Piala Dunia membuka peluang lebih besar. Delapan tim peringkat ketiga terbaik dapat lolos ke fase gugur. Situasi itu memberi harapan tambahan bagi Iran. Kesempatan mencetak sejarah kini semakin terbuka.
Sejak tampil pertama kali pada 1978, Iran belum pernah melewati fase grup. Generasi demi generasi mencoba mengubah cerita tersebut. Namun, hasil akhirnya selalu berakhir mengecewakan. Piala Dunia 2026 menghadirkan peluang baru.
Perjalanan memang tidak akan mudah. Belgia hadir dengan deretan pemain kelas dunia. Mesir memiliki kualitas tinggi di semua lini. Selandia Baru juga berpotensi memberikan kejutan.
Meski begitu, optimisme tetap menyelimuti skuad Iran. Kombinasi pemain senior dan talenta muda menghadirkan energi baru. Taremi menjadi simbol harapan sekaligus pemimpin di lapangan. Seluruh elemen tim memiliki mimpi yang sama.
Hitungan mundur menuju Piala Dunia kini semakin dekat. Antalya menjadi tempat terakhir untuk menyempurnakan persiapan. Setelah itu, tantangan sesungguhnya akan dimulai. Iran datang membawa harapan besar dan ambisi untuk menulis sejarah baru.
Jika semua berjalan sesuai rencana, kutukan panjang bisa berakhir. Jika gagal, penantian akan kembali berlanjut. Namun satu hal sudah pasti, Iran datang dengan keyakinan penuh. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan emas yang tidak ingin mereka sia-siakan. R-02
Skuad Iran untuk Piala Dunia 2026
Kiper: Alireza Beiranvand, Hossein Hosseini, Payam Niazmand.
Bek: Ehsan Haji Safi, Milad Mohammadi, Ali Nemati, Daniyal Eiri, Shoja Khalilzadeh, Mohammadhossein Kanani, Saleh Hardani, Ramin Rezaeian.
Gelandang: Arya Yousefi, Alireza Jahanbakhsh, Saeid Ezatolahi, Roozbeh Cheshmi, Amirmohammad Rezzaghinia, Mehdi Ghaedi, Saman Ghoddos, Mohammad Ghorbani, Mehdi Torabi, Mohammad Mohebbi.
Penyerang: Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanlou, Dennis Dargahi, Ali Alipour, Amirhossein Hosseinzadeh.

