SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Ledakan Maut Grand Polonia Mulai Terkuak, Labfor Temukan Jejak Gas dari Dapur

      Ledakan Maut Grand Polonia Mulai Terkuak, Labfor Temukan Jejak Gas dari Dapur

      22/07/2026  ❘  07:08 WIB
    • Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      21/07/2026  ❘  20:29 WIB
    • Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      21/07/2026  ❘  17:48 WIB
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
  • Nasional
    • Prabowo Beri Peringatan Keras Perwira TNI-Polri, Korupsi dan Narkoba Tak Diampuni

      Prabowo Beri Peringatan Keras Perwira TNI-Polri, Korupsi dan Narkoba Tak Diampuni

      22/07/2026  ❘  14:05 WIB
    • Inilah 5 Pejabat Baru Kejaksaan Agung yang Baru, Termasuk Pengganti Jampidsus Febri Adriansyah

      Inilah 5 Pejabat Baru Kejaksaan Agung yang Baru, Termasuk Pengganti Jampidsus Febri Adriansyah

      22/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Prabowo Angkat Politisi Gerindra Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang, Ini Profilnya

      Prabowo Angkat Politisi Gerindra Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang, Ini Profilnya

      22/07/2026  ❘  13:08 WIB
    • Prabowo: Pangkat Adalah Amanah Rakyat Indonesia

      Prabowo: Pangkat Adalah Amanah Rakyat Indonesia

      22/07/2026  ❘  10:10 WIB
  • Ekonomi
    • Bursa Asia Serentak Pesta, IHSG Dibuka Lompat 0,41 Persen

      Bursa Asia Serentak Pesta, IHSG Dibuka Lompat 0,41 Persen

      22/07/2026  ❘  09:40 WIB
    • Dolar AS Kembali Terbang 46 poin, Hampir Sentuh Rp18.000 Lagi

      Dolar AS Kembali Terbang 46 poin, Hampir Sentuh Rp18.000 Lagi

      22/07/2026  ❘  09:26 WIB
    • Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juli 2026 Tetap Tinggi, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

      Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juli 2026 Tetap Tinggi, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

      22/07/2026  ❘  09:18 WIB
    • Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      21/07/2026  ❘  21:21 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Pemcam Kulim Bersama Polsek Kulim Razia Pekat di Maredan

      Pemcam Kulim Bersama Polsek Kulim Razia Pekat di Maredan

      22/07/2026  ❘  12:34 WIB
    • Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      21/07/2026  ❘  20:50 WIB
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
  • Umum
    • Jangan Nekat Masukkan 5 Makanan Ini ke Freezer

      Jangan Nekat Masukkan 5 Makanan Ini ke Freezer

      22/07/2026  ❘  07:51 WIB
    • 2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      21/07/2026  ❘  16:16 WIB
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
  • Riau
    • Nilai Polda Riau Tak Serius, Koalisi MELAWAN Surati Komnas HAM dan LPSK

      Nilai Polda Riau Tak Serius, Koalisi MELAWAN Surati Komnas HAM dan LPSK

      22/07/2026  ❘  13:57 WIB
    • Inovasi E-Patmo Lahir di Lapas Kelas IIA Tembilahan: Langkah Nyata Menuju Smart Prison

      Inovasi E-Patmo Lahir di Lapas Kelas IIA Tembilahan: Langkah Nyata Menuju Smart Prison

      22/07/2026  ❘  12:50 WIB
    • Kunjungi Warga Pengidap Kanker, Camat Kulim Siapkan Ambulans Gratis dan Galang Bantuan

      Kunjungi Warga Pengidap Kanker, Camat Kulim Siapkan Ambulans Gratis dan Galang Bantuan

      22/07/2026  ❘  11:58 WIB
    • 70 Lapak PKL di Kawasan Stadion Utama Riau Ditertibkan

      70 Lapak PKL di Kawasan Stadion Utama Riau Ditertibkan

      22/07/2026  ❘  11:27 WIB
  • Sport
    • Mourinho Susun Revolusi Madrid, Arda Guler Naik Kelas Saat Ferran Torres Masuk Radar

      Mourinho Susun Revolusi Madrid, Arda Guler Naik Kelas Saat Ferran Torres Masuk Radar

      22/07/2026  ❘  06:53 WIB
    • 4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      21/07/2026  ❘  19:22 WIB
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

03/06/2026  ❘  20:23 WIB • Riau
Bagikan :
Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Tunjiarto terlihat mendatangi dan membujuk anak suku KAT untuk kembali bersekolah. Foto: SM News

RIAU, SabangMerauke News  - Di sudut-sudut terpencil Kabupaten Kepulauan Meranti, jauh dari hiruk-pikuk pembangunan dan kemajuan pendidikan yang dinikmati banyak anak seusia mereka, masih ada sekelompok anak yang setiap hari berjuang mempertahankan mimpi sederhana agar bisa bersekolah dan belajar seperti anak-anak lainnya.

Mereka adalah anak-anak Suku Akit yang tergolong dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT). Di tengah berbagai keterbatasan hidup yang mereka hadapi sejak lahir, pendidikan menjadi satu-satunya harapan untuk mengubah masa depan. Namun harapan itu kini semakin terjal untuk diraih.

Dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama bagi anak-anak Suku Akit yang tinggal di kawasan pedalaman dan pelosok. Kondisi ekonomi keluarga yang lemah, keterbatasan akses, hingga dampak sosial pasca ditutupnya sejumlah panglong arang membuat sebagian dari mereka terancam kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.

Banyak anak yang seharusnya menghabiskan waktu di ruang kelas kini terpaksa membantu orang tua mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mimpi untuk melanjutkan pendidikan perlahan terpinggirkan oleh kerasnya realitas kehidupan yang mereka hadapi.

Menyadari persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Tunjiarto, bersama Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Irwanto dan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Budi Hardiantika turun langsung ke lapangan. Kunjungan itu mereka beri tajuk "Menjemput Mimpi Pendidikan Anak Suku KAT", sebuah upaya untuk melihat secara langsung kondisi pendidikan yang selama ini tersembunyi di balik rimbunnya hutan dan jauhnya akses transportasi.

Perjalanan pertama membawa mereka menuju sekolah marginal yang menjadi bagian dari SD Negeri 12 Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Sekolah tersebut berada di dua titik wilayah Dusun Air Mabuk, yakni Dusun Pengaram dan Parit Ambai.

Di Dusun Pengaram, berdiri empat ruang belajar sederhana yang dibangun sejak masa Kabupaten Kepulauan Meranti masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis. Meski bangunannya telah termakan usia, sekitar 25 siswa masih bertahan belajar di tempat tersebut dengan segala keterbatasan yang ada.

Kondisi yang lebih memprihatinkan terlihat di Parit Ambai. Tidak ada gedung sekolah yang layak. Selama ini proses belajar mengajar hanya memanfaatkan bangunan posyandu sebagai ruang kelas darurat. Di tempat itu, sekitar sembilan siswa mengikuti pelajaran. Sebelumnya, mereka bahkan sempat berbulan-bulan hidup tanpa guru dan tanpa aktivitas belajar mengajar akibat berbagai persoalan yang terjadi.

Solusi sementara waktu, tiga orang guru yang sebelumnya mengajar di sekolah lokal jauh tersebut diminta kembali untuk mengajar meskipun diketahui hanya menerima gaji sekitar Rp850 ribu per bulan. Hal itu karena status mereka ditempatkan sebagai operator sekolah dengan formasi lulusan SMA.

Hanya saja dalam seminggu para guru itu hanya tiga hari saja bermalam berada di sana, dimana untuk sementara waktu uang transportasi sekitar Rp300 ribu per hari ditanggung oleh pihak sekolah.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Dusun Mekun yang menjadi wilayah layanan sekolah marginal dari SD Negeri 14 Baran Melintang. Di lokasi inilah potret perjuangan pendidikan anak-anak Suku Akit terlihat begitu nyata. Jumlah murid yang belajar dapat dihitung dengan jari. Kelas satu hanya berisi tiga siswa, kelas tiga dua siswa, kelas empat empat siswa, kelas lima satu siswa, dan kelas enam satu siswa. Bahkan tidak ada siswa sama sekali di kelas dua.

Persoalan lain yang tak kalah menyedihkan adalah masih adanya sepuluh siswa yang hingga kini belum bisa masuk ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Penyebabnya bukan karena mereka tidak sekolah, melainkan karena tidak memiliki dokumen administrasi kependudukan berupa Kartu Keluarga. Akibatnya, hak mereka untuk tercatat secara resmi dalam sistem pendidikan nasional belum sepenuhnya terpenuhi.

Bangunan sekolah yang dahulu digunakan anak-anak Suku Akit belajar kini nyaris tinggal kenangan. Gedung yang merupakan aset Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu mengalami kerusakan berat. Atap bangunan telah hilang, plafon runtuh, sementara pintu dan jendela sudah tidak lagi tersisa. Ruang-ruang kelas yang dulu menjadi tempat mereka menulis cita-cita perlahan berubah menjadi bangunan kosong yang terbengkalai.

Karena kondisi tersebut, para siswa akhirnya terpaksa menumpang belajar di sebuah vihara yang berada tepat di depan bangunan sekolah rusak tersebut. Selama enam tahun terakhir, tempat ibadah itu menjadi ruang belajar darurat bagi anak-anak yang tetap ingin mempertahankan mimpinya untuk mendapatkan pendidikan.

Terhadap solusi dari permasalahan tersebut, pemerintah daerah akan memperbaiki kerusakan bangunan dan kekurangan fasilitas di sekolah induk, akan diusulkan pembangunannya pada tahun 2027 mendatang.

Tak hanya itu, pihak dinas juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait status administrasi anak-anak yang belum memiliki dokumen kependudukan agar mereka dapat tercatat dalam sistem pendidikan nasional.

Namun perjuangan tidak berhenti di sana. Untuk mencapai sekolah marginal tersebut, para guru harus menempuh perjalanan yang tidak mudah. Dari sekolah induk, jarak yang harus dilalui sekitar lima kilometer. Tiga kilometer pertama berupa jalan semenisasi, sedangkan dua kilometer sisanya hanya berupa jalan setapak yang berlumpur dan licin.

Setiap hari, para guru harus berjalan lebih dari satu jam untuk sampai ke lokasi. Di beberapa titik, mereka terpaksa melepas sepatu, menggulung celana hingga lutut, lalu berjalan menembus lumpur agar dapat tiba di tempat anak-anak itu menunggu pelajaran dimulai. Di tengah segala keterbatasan itu, mereka tetap datang, karena mereka tahu ada mimpi-mimpi kecil yang sedang menunggu untuk dijaga agar tidak padam.

 

Di balik angka-angka statistik pendidikan, di balik laporan dan data yang tersusun rapi di meja birokrasi, terdapat wajah-wajah anak Suku Akit yang masih percaya bahwa sekolah dapat mengubah hidup mereka. Dan melalui langkah kaki yang menembus jalan setapak menuju pelosok Meranti, pemerintah daerah kini mencoba memastikan bahwa mimpi mereka tidak berhenti hanya karena lahir di tempat yang jauh dari pusat pembangunan.

Perjalanan menjemput mimpi anak-anak Suku Akit yang tergolong dalam KAT di Kabupaten Kepulauan Meranti ternyata belum berakhir.

Setelah menyusuri sekolah-sekolah marginal di berbagai pelosok, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Tunjiarto, kembali melanjutkan langkahnya memastikan api pendidikan di daerah terpencil itu belum benar-benar padam.

Bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tunjiarto kembali turun langsung ke lapangan. Kali ini perjalanan membawanya ke Desa Sokop, Kecamatan Rangsang Pesisir, serta Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang. Daerah yang selama ini menjadi tempat tinggal sejumlah anak-anak Suku KAT yang masih berjuang mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Di sana, mereka mendapati kenyataan yang cukup memprihatinkan. Sekolah marginal yang selama ini menjadi tempat belajar anak-anak Suku KAT ternyata sudah tidak lagi beroperasi. Aktivitas belajar mengajar terhenti karena tenaga pendidik yang selama ini mengajar tidak lagi menerima honor atau gaji dari pemerintah provinsi.

Persoalan semakin rumit karena guru yang bersangkutan juga tidak mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Akibatnya, namanya tidak masuk dalam sistem penerimaan PPPK Paruh Waktu Kabupaten Kepulauan Meranti sehingga tidak lagi memiliki dasar untuk melanjutkan tugas mengajar di sekolah tersebut.

Kondisi itu membuat anak-anak yang sebelumnya rutin belajar akhirnya kehilangan guru dan ruang belajar mereka. Perlahan aktivitas pendidikan berhenti, sementara sebagian anak mulai menghabiskan waktu di rumah tanpa kepastian kapan bisa kembali mengenyam pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Tunjiarto bersama tim tidak hanya melakukan pendataan. Mereka juga mendatangi rumah-rumah warga untuk membujuk dan memberikan motivasi kepada anak-anak Suku KAT agar kembali memiliki semangat bersekolah.

Jumlah anak yang terdata saat itu sekitar sembilan orang. Dari jumlah tersebut, pihak Dinas Pendidikan berhasil meyakinkan tujuh anak untuk kembali melanjutkan pendidikan mereka. Bagi pemerintah daerah, angka itu mungkin terlihat kecil, namun bagi masa depan anak-anak di daerah terpencil, itu adalah langkah besar untuk menyelamatkan harapan yang hampir hilang.

“Dikarenakan gurunya sudah tidak dibayarkan lagi sehingga mereka tidak mengajar. Karena itu kami turun langsung melakukan kunjungan sekaligus membujuk anak-anak agar mau kembali bersekolah,” kata Tunjiarto.

Sebagai solusi sementara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti memutuskan memperbantukan tenaga pendidik dari SD Negeri 2 Tanjung Samak agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan sembari menunggu solusi yang lebih permanen.

Namun perjalanan menjemput mimpi itu belum berhenti. Tim kembali bergerak menuju Dusun Nerlang, Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Kawasan yang juga menjadi tempat tinggal sejumlah anak-anak dari komunitas adat terpencil yang membutuhkan perhatian serius di bidang pendidikan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke SD Negeri 10 Batang Buah yang berada di Desa Batin Suir, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Di sekolah ini, rombongan menemukan fakta yang tidak kalah menyedihkan dan menjadi gambaran nyata bagaimana persoalan ekonomi dapat mengancam masa depan pendidikan anak-anak di daerah terpencil.

Di sekolah tersebut terdapat enam siswa kelas VI yang akan segera menamatkan pendidikan dasar mereka. Enam anak itu terdiri dari satu siswa beragama Islam, empat siswa beragama Buddha, dan satu siswa beragama Kristen. Mereka hidup berdampingan dalam keberagaman yang harmonis, namun memiliki persoalan yang sama yakni ketidakpastian untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Bukan karena mereka tidak memiliki keinginan untuk sekolah, melainkan karena kondisi ekonomi keluarga yang semakin sulit setelah ditutupnya sejumlah panglong arang yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Penutupan panglong arang membuat banyak orang tua kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Dalam kondisi serba sulit itu, biaya pendidikan anak menjadi beban yang berat. Membeli seragam, perlengkapan sekolah, biaya transportasi hingga kebutuhan pendukung lainnya menjadi sesuatu yang sulit dijangkau oleh sebagian keluarga.

Di tengah keterbatasan tersebut, tersimpan kekhawatiran besar bahwa anak-anak yang seharusnya melanjutkan pendidikan justru akan berhenti sekolah dan mengikuti jejak orang tua mereka yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Potret yang ditemukan Tunjiarto dan jajarannya selama perjalanan itu menjadi pengingat bahwa masih banyak anak-anak di pelosok Kepulauan Meranti yang harus berjuang lebih keras dibandingkan anak-anak lain hanya untuk mendapatkan hak dasar berupa pendidikan. Di balik jalan-jalan setapak, bangunan sekolah sederhana, dan keterbatasan ekonomi keluarga, tersimpan mimpi-mimpi kecil yang sedang berusaha dipertahankan agar tidak ikut padam bersama kerasnya realitas kehidupan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Tunjiarto, mengatakan kunjungan yang dilakukan ke sejumlah sekolah marginal dan kawasan KAT merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak-anak Meranti yang kehilangan hak memperoleh pendidikan, meskipun mereka tinggal di wilayah terpencil dengan berbagai keterbatasan.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dijamin negara. Karena itu, pihaknya memilih turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi siswa dan tenaga pendidik di daerah pelosok.

“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan anak-anak di daerah terpencil belum padam. Mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan meraih cita-cita,” ujar Tunjiarto.

Ia mengaku cukup prihatin melihat kondisi yang dihadapi anak-anak Suku KAT di beberapa wilayah. Selain terkendala fasilitas pendidikan yang terbatas, sebagian di antaranya juga menghadapi persoalan ekonomi keluarga yang semakin berat sehingga berpotensi menghambat kelangsungan pendidikan mereka.

Tunjiarto menuturkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah anak yang sempat tidak bersekolah akibat terhentinya aktivitas belajar mengajar di sekolah marginal. Karena itu, pihaknya melakukan pendekatan secara langsung kepada keluarga dan anak-anak agar mereka kembali memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami datang bukan hanya untuk mendata, tetapi juga untuk memberikan motivasi dan membangun kembali semangat anak-anak agar mereka tetap mau bersekolah. Alhamdulillah sebagian besar berhasil kami yakinkan untuk kembali belajar,” katanya.

Terkait persoalan tenaga pendidik yang tidak lagi mengajar karena berbagai kendala administrasi dan penggajian, Tunjiarto mengatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan memperbantukan guru dari sekolah induk terdekat agar proses belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama.

Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan terus berupaya mencari solusi terbaik, termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak agar keberlangsungan pendidikan anak-anak Suku KAT tetap terjamin.

Lebih lanjut, Tunjiarto juga menyoroti kondisi siswa di sejumlah desa yang kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akibat faktor ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena pendidikan merupakan investasi masa depan yang tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan biaya.

“Kami sangat prihatin ketika menemukan anak-anak yang sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan sekolah, tetapi orang tuanya terkendala ekonomi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dapat bersama-sama membantu menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terpencil.

“Anak-anak Suku KAT dan anak-anak yang tinggal di pelosok ini adalah generasi masa depan Kabupaten Kepulauan Meranti. Jangan sampai mereka kehilangan mimpi hanya karena lahir dan tumbuh di daerah yang jauh dari pusat pembangunan. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :PendidikanAnak-anak Suku KATPelosok Kepulauan Meranti

BERITA TERKAIT :

  • Skandal Memalukan Bisnis Seragam SMA Negeri di Riau Terkuak, Ini Daftar Sekolah yang Sudah Mengembalikan Uang

    Skandal Memalukan Bisnis Seragam SMA Negeri di Riau Terkuak, Ini Daftar Sekolah yang Sudah Mengembalikan Uang

    Hukrim •
    02/06/2026 ❘ 18:20 WIB
  • KPK Terbitkan Aturan Baru SPMB 2026 untuk Cegah Pungli dan Gratifikasi

    KPK Terbitkan Aturan Baru SPMB 2026 untuk Cegah Pungli dan Gratifikasi

    Nasional •
    30/05/2026 ❘ 11:01 WIB
  • Heboh Dugaan Bullying SMK Pertanian Riau, Orang Tua Murid Tempuh Jalur Hukum

    Heboh Dugaan Bullying SMK Pertanian Riau, Orang Tua Murid Tempuh Jalur Hukum

    Hukrim •
    29/05/2026 ❘ 20:20 WIB
  • Prabowo Punya Rencana Baru, Bahasa Prancis Bakal Masuk Sekolah Indonesia

    Prabowo Punya Rencana Baru, Bahasa Prancis Bakal Masuk Sekolah Indonesia

    Internasional •
    29/05/2026 ❘ 08:54 WIB
  • Wajar SF Hariyanto Marah, Investigasi SM News Temukan Cuan Bisnis Seragam Siswa SMA/SMK Tembus Rp 174 Miliar, Ini Hitungan dan Pihak yang Terlibat

    Wajar SF Hariyanto Marah, Investigasi SM News Temukan Cuan Bisnis Seragam Siswa SMA/SMK Tembus Rp 174 Miliar, Ini Hitungan dan Pihak yang Terlibat

    Daerah •
    28/05/2026 ❘ 10:39 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
  • Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    13/07/2026  ❘  09:49 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan