SBY Bongkar Kunci Indonesia Lolos dari Krisis 2008, Kredibilitas Jadi Penentu Utama
Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, membagikan pengalaman menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008. Foto : Istimewa
JAKARTA SabangMerauke News - Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, membagikan pengalaman menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008. Pengalaman tersebut disampaikan dalam konferensi internasional Perbanas Institute di Jakarta Selatan. Ia menilai kredibilitas pemerintah menjadi fondasi utama menjaga stabilitas ekonomi nasional.
SBY menjelaskan Indonesia turut merasakan dampak krisis keuangan global saat itu cukup besar. Pemerintah berhasil menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan fiskal yang sangat hati-hati. “Indonesia mampu bertahan karena menjaga kepercayaan dan koordinasi kebijakan yang baik,” ujarnya.
Menurut SBY, pelaku pasar tidak hanya mencermati indikator ekonomi ketika ketidakpastian meningkat. Arah kebijakan pemerintah menjadi pertimbangan penting dalam menentukan tingkat kepercayaan pasar. “Pasar tidak hanya mendengarkan angka-angka, tetapi kualitas tata kelola,” tegasnya.
Ia mencontohkan proses rekonstruksi Aceh pascatsunami sebagai pelajaran membangun kembali kepercayaan publik. Pembangunan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur dan fasilitas fisik bagi masyarakat terdampak. “Rekonstruksi juga tentang memulihkan martabat dan membangun kembali kepercayaan,” katanya.
SBY juga menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam berbagai agenda internasional strategis. Keterlibatan aktif pada diplomasi iklim global dinilai memperkuat kredibilitas negara berkembang. “Negara berkembang harus menjadi bagian dari solusi,” ujar SBY.
Meski pemerintahan telah berganti, nilai tersebut dinilai tetap relevan hingga sekarang. Kredibilitas negara menjadi faktor penting menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik global. SBY menegaskan pelajaran masa lalu masih dapat diterapkan menghadapi tantangan masa depan.(R-04)

