Empat Kesepakatan Senilai US$3,5 Miliar Dihasilkan dalam Pertemuan Bisnis Indonesia-Prancis
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melakukan serangkaian pertemuan strategis di Paris, Prancis. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melakukan serangkaian pertemuan strategis di Paris, Prancis. Agenda tersebut membahas investasi, hilirisasi industri, pengelolaan aset, serta pengembangan infrastruktur perkotaan modern. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dengan berbagai perusahaan global terkemuka.
Rosan bertemu sejumlah pemimpin perusahaan internasional selama kunjungan kerja di ibu kota Prancis. Diskusi berlangsung dengan pelaku industri dari berbagai sektor strategis dan bernilai tinggi. Fokus pembahasan mencakup investasi jangka panjang serta penguatan kerja sama industri nasional.
Beberapa perusahaan yang mengikuti pertemuan tersebut berasal dari sektor investasi dan pertambangan. Perusahaan lain bergerak pada bidang infrastruktur perkotaan serta layanan komunikasi modern. Rosan menyebut dialog menjadi fondasi penting membangun kemitraan ekonomi berkelanjutan.
“Di Paris, kami berdiskusi dengan perusahaan global terkemuka di berbagai sektor, mulai dari investasi dan pengelolaan aset, pengembangan industri strategis dan hilirisasi, hingga inovasi infrastruktur perkotaan,” ujar Rosan melalui unggahan media sosialnya.
Menurut Rosan, kemitraan internasional memerlukan komunikasi yang konsisten serta saling memahami kepentingan bersama. Pendekatan tersebut dinilai penting menjaga keberlanjutan kerja sama dalam jangka panjang. Indonesia terus membuka peluang investasi bagi perusahaan global yang memiliki visi serupa.
Dalam agenda terpisah, Rosan menghadiri peluncuran Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis di Paris. Forum tersebut menjadi langkah penting memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Kehadiran pelaku industri besar menunjukkan tingginya minat terhadap pasar Indonesia.
Peluncuran forum bisnis tersebut disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan mempertemukan para pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan sangat besar. Nilai kapitalisasi pasar peserta forum mencapai sekitar US$1,3 triliun.
“Disaksikan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron, forum ini mempertemukan pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan US$1,3 triliun,” kata Rosan dalam keterangannya.
Forum bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru bernilai sekitar US$3,5 miliar. Kerja sama berfokus pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan pertahanan strategis. Kesepakatan itu menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia.
“Pertemuan ini menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai US$3,5 miliar,” ujar Rosan. Nilai tersebut menambah daftar investasi potensial hasil kerja sama kedua negara. Pemerintah menargetkan realisasi proyek berjalan lebih cepat dan terukur.
Rosan menjelaskan dewan bisnis dibentuk guna memastikan implementasi berbagai komitmen investasi berlangsung efektif. Kehadiran forum tersebut juga mempercepat proses koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Mekanisme itu diharapkan mendukung percepatan realisasi proyek strategis nasional.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Kunjungan kenegaraan Emmanuel Macron ke Indonesia menghasilkan puluhan kesepakatan kerja sama. Nilai keseluruhan nota kesepahaman tercatat melampaui US$11 miliar.
Indonesia dan Prancis juga menetapkan target perdagangan yang lebih ambisius hingga 2035. Kedua negara berupaya meningkatkan nilai perdagangan mencapai tiga kali lipat dibandingkan saat ini. Target tersebut menjadi fondasi baru bagi kemitraan ekonomi jangka panjang.(R-04)

