Tak Disangka! Satpam di Dinas Perpustakaan Bengkalis Ini Berakhir di Tangan Polisi Gara-Gara Sabu
Seorang satpam di kantor Dinas Perpustakaan Bengkalis dibekuk polisi karena penyalahgunaan nakoba. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Kadang sebuah kasus besar berawal dari bisik-bisik warga. Cerita itu kemudian berpindah ke telinga polisi dan berujung pada penangkapan. Seorang petugas keamanan di Dinas Perpustakaan Kabupaten Bengkalis diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis.
Pria itu berinisial IAE (31 tahun). Sehari-hari, ia bekerja menjaga keamanan lingkungan kantor. Warga mengenalnya sebagai penduduk Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis. Namun, sore itu hidupnya berubah dalam hitungan menit.
Awalnya, polisi menerima laporan masyarakat. Ada aktivitas mencurigakan yang beberapa kali terlihat. Informasi tersebut tidak langsung dipercaya begitu saja. Aparat lebih dulu mengumpulkan petunjuk dan melakukan penyelidikan.
Hari demi hari berlalu hingga potongan informasi mulai tersusun. Nama tersangka semakin sering muncul dalam penyelidikan. Polisi kemudian bergerak untuk memastikan semua dugaan. Setelah dianggap cukup, operasi penangkapan pun dilakukan.
Sore itu suasana tampak biasa saja. Tidak ada keributan ataupun kejar-kejaran panjang. Namun, ketika petugas mendekat, tersangka diduga mulai panik. Ia mencoba menyelamatkan diri dari lokasi.
Langkahnya sempat dipercepat. Harapannya mungkin sederhana, menjauh sejauh mungkin dari petugas. Akan tetapi, keberuntungan tidak berpihak kepadanya. Polisi berhasil menghentikan upaya pelarian tersebut.
Begitu diamankan, penggeledahan langsung dilakukan. Dari sinilah cerita berubah semakin serius. Polisi menemukan satu paket sabu dalam penguasaan tersangka. Barang bukti itu memiliki berat sekitar 0,22 gram.
Bagi sebagian orang, jumlah tersebut mungkin terlihat kecil. Namun, dalam perkara narkotika, ukuran bukan satu-satunya persoalan. Setiap barang bukti bisa membuka rantai yang lebih panjang. Penyidik pun mulai menelusuri berbagai kemungkinan.
Selain sabu, polisi menemukan sejumlah barang lain. Ada dua unit telepon genggam yang ikut diamankan. Kaca pirex dan plastik klip juga ditemukan. Sejumlah perlengkapan lain turut dibawa sebagai barang bukti.
Sebuah sekop sabu ditemukan bersama kotak kaleng. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor. Seluruh barang tersebut kemudian diamankan. Penyidik mulai menyusun rangkaian peristiwa secara utuh.
Kasi Humas Polres Bengkalis, AKP Juliandi Bazrah, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan tersangka bekerja sebagai petugas keamanan. Namun, penyidik menemukan dugaan keterlibatan lain. Kasus itu kini terus didalami.
"Pelaku bekerja sebagai security di Dinas Perpustakaan Bengkalis dan diduga turut mengedarkan sabu," kata AKP Juliandi Bazrah, Kasi Humas Polres Bengkalis, Selasa, 2 Juni 2026.
Penyidikan kemudian bergerak ke tahap berikutnya. Polisi melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap tersangka. Salah satunya melalui tes urine. Hasilnya menambah daftar temuan penyidik.
Pemeriksaan menunjukkan tersangka positif methamphetamine. Temuan itu menjadi bagian penting dalam penyidikan. Polisi lalu menggali asal-usul barang haram tersebut. Dari sinilah muncul nama baru.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku memperoleh sabu dari seseorang. Nama yang disebut hanya berupa inisial. Sosok tersebut berinisial ZAB. Kini nama itu menjadi target pengejaran polisi.
Penyidik percaya sebuah jaringan tidak berjalan sendirian. Selalu ada rantai yang saling terhubung. Karena itu, penyelidikan tidak berhenti pada satu orang. Polisi terus menelusuri jalur peredaran yang ada.
Kasus ini juga menunjukkan peran penting masyarakat. Informasi awal datang dari warga yang peduli terhadap lingkungan. Laporan tersebut menjadi pintu masuk penyelidikan. Tanpa informasi itu, kasus mungkin berjalan lebih lama.
AKP Juliandi Bazrah menegaskan pengembangan kasus masih berlangsung. Polisi masih memburu sosok ZAB. Setiap petunjuk baru akan ditindaklanjuti. Penyidik berharap jaringan ini bisa terungkap sepenuhnya.
Di ruang tahanan Polres Bengkalis, tersangka kini menjalani proses hukum. Aktivitas yang biasa dijalani setiap hari terhenti mendadak. Hari-harinya kini diisi pemeriksaan dan penyidikan. Nasib selanjutnya menunggu keputusan hukum.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa ancaman narkotika masih ada. Peredarannya bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Tidak mengenal profesi maupun lingkungan kerja. Semua bisa menjadi sasaran maupun bagian dari jaringan.
Hingga Selasa, 2 Juni 2026, pengejaran terhadap ZAB masih berlanjut. Polisi terus bergerak mencari jejak yang tersisa. Setiap informasi sedang dicocokkan satu per satu. Sementara itu, sebuah paket sabu kecil telah mengubah hidup seorang security menjadi cerita besar di Bengkalis. R-02

