Lionel Messi Belum Habis, Argentina Datang Memburu Gelar Dunia Lagi
Timnas Argentina.
JAKARTA, SabangMerauke News - Lionel Messi belum selesai. Kalimat itu kembali bergema setelah Argentina mengumumkan skuad Piala Dunia 2026, Jumat, 29 Mei 2026. Nama sang kapten tetap berdiri paling depan saat Lionel Scaloni memanggil 26 pemain terbaik untuk menuju Amerika Utara.
Publik Argentina sempat cemas beberapa hari terakhir. Messi terlihat memegangi paha saat membela Inter Miami melawan Philadelphia Union. Sang megabintang bahkan berjalan cepat menuju ruang ganti setelah pertandingan selesai.
Namun, drama itu langsung reda saat daftar pemain diumumkan. Messi tetap masuk skuad utama Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia. Dunia sepak bola pun kembali gaduh membicarakan peluang sejarah baru sang legenda.
Jika tampil nanti, Messi bakal menjalani Piala Dunia keenam sepanjang kariernya. Rekor itu terasa gila mengingat debutnya terjadi sejak Piala Dunia 2006 di Jerman. Dua dekade berlalu, Messi masih menjadi wajah utama Argentina.
Di usia 38 tahun, Messi memang tak lagi berlari seperti dulu. Namun, sentuhan magisnya masih membuat pertandingan berubah dalam hitungan detik. Umpan pendek, visi bermain, hingga ketenangan membaca situasi tetap sulit ditandingi pemain lain.
Lionel Scaloni sadar betul akan arti penting Messi bagi skuadnya sekarang. Bukan hanya urusan teknik, kehadiran Messi juga menjadi sumber ketenangan di ruang ganti Argentina. Aura sang kapten tetap membuat rekan-rekannya percaya diri menghadapi tekanan besar.
“Kami memanfaatkan waktu untuk melihat kondisi pemain sebelum menentukan skuad akhir,” kata Lionel Scaloni. “Kami tidak mau mengambil risiko terhadap pemain mana pun,” lanjut pelatih Argentina tersebut. Kalimat itu menjelaskan alasan Argentina sangat hati-hati menjaga kondisi Messi.
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 membawa status juara bertahan. Label itu otomatis membuat La Albiceleste masuk daftar favorit sejak hari pertama turnamen dimulai. Konsistensi mereka sepanjang kualifikasi juga membuat banyak lawan mulai waspada.
Yang menarik, Argentina tetap terlihat mengerikan meski beberapa nama besar dicoret. Paulo Dybala gagal masuk skuad bersama Alejandro Garnacho dan Franco Mastantuono. Keputusan Scaloni langsung ramai diperdebatkan penggemar sepak bola dunia.
Sebagian penggemar kecewa melihat Garnacho tersingkir dari daftar akhir Argentina. Penyerang muda Manchester United itu dianggap memiliki kecepatan dan keberanian luar biasa. Namun, Scaloni tampaknya lebih memilih keseimbangan permainan dibandingkan dengan popularitas pemain.
Meski tanpa beberapa nama terkenal, kedalaman skuad Argentina tetap terasa mewah. Hampir semua lini diisi pemain berpengalaman yang tampil rutin pada level tertinggi Eropa. Situasi itu membuat Argentina tetap terlihat sangat matang.
Di bawah mistar, Emiliano Martinez masih menjadi pilihan utama tanpa banyak perdebatan. Kiper Aston Villa tersebut terkenal dingin saat menghadapi tekanan besar dalam pertandingan penting. Karakternya sering membuat lawan frustrasi sepanjang laga berjalan.
Lini belakang Argentina juga dipenuhi pemain bertipe keras dan agresif. Cristian Romero kembali menjadi tembok utama dengan gaya bermain penuh keberanian. Lisandro Martinez dan Nicolas Otamendi siap membantu menjaga pertahanan tetap solid.
Pada sektor tengah, Argentina memiliki kombinasi pekerja keras dan pengatur ritme permainan. Rodrigo De Paul masih menjadi motor energi yang bergerak tanpa lelah sepanjang pertandingan. Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister melengkapi lini tengah dengan kreativitas serta distribusi bola rapi.
Nama De Paul tetap menarik perhatian karena kedekatannya dengan Messi di lapangan. Chemistry keduanya terlihat sangat alami sejak Argentina menjuarai Copa America hingga Piala Dunia 2022. Hubungan itu menjadi salah satu kekuatan emosional Argentina sekarang.
Masuk ke lini depan, Argentina punya banyak senjata mematikan. Lautaro Martinez datang dengan naluri gol tajam setelah tampil konsisten bersama Inter Milan. Julian Alvarez juga tetap menjadi ancaman berbahaya berkat mobilitas dan kecepatan miliknya.
Selain itu, Argentina masih memiliki Thiago Almada, Nico Paz, hingga Giuliano Simeone. Nama-nama muda tersebut memberi warna baru dalam permainan La Albiceleste beberapa tahun terakhir. Mereka datang membawa tenaga segar tanpa kehilangan mental bertanding.
Scaloni tampaknya ingin mempertahankan fondasi tim juara dunia sebelumnya. Mayoritas pemain inti Piala Dunia 2022 masih mendapat kepercayaan menuju turnamen kali ini. Pendekatan itu membuat chemistry Argentina tetap terasa sangat kuat.
Argentina tergabung dalam Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Laga pertama melawan Aljazair dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Juni 2026, pukul 08.00 WIB. Pertandingan itu diprediksi langsung menyedot perhatian besar penggemar sepak bola dunia.
Sorotan tentu kembali tertuju kepada Lionel Messi. Banyak orang penasaran apakah ini akan menjadi tarian terakhir sang legenda bersama Argentina. Namun, melihat caranya bermain sekarang, Messi tampaknya belum ingin cepat mengucapkan selamat tinggal.
Setelah mengangkat trofi dunia di Qatar 2022, Messi sebenarnya sudah menuntaskan hampir semua mimpinya. Namun, rasa lapar Argentina ternyata belum berhenti sampai sana. Tim Tango masih ingin terus menulis sejarah baru di panggung terbesar di dunia.
Kini perjalanan baru segera dimulai. Argentina datang membawa kombinasi pengalaman, emosi, dan mental juara yang semakin matang. Sementara Lionel Messi kembali berdiri di depan, memimpin pasukan biru langit mengejar keabadian lain. R-02
Skuad Timnas Argentina di Piala Dunia 2026
Kiper: Emiliano Martinez (Aston Villa), Geronimo Rulli (Olympique Marseille), Juan Musso (Atletico Madrid).
Bek: Nahuel Molina (Atletico Madrid), Gonzalo Montiel (River Plate), Cristian Romero (Tottenham Hotspur), Nicolas Otamendi (Benfica), Lisandro Martinez (Manchester United), Leonardo Balerdi (Olympique Marseille), Facundo Medina (Olympique Marseille), Nicolas Tagliafico (Olympique Lyon).
Gelandang: Valentin Barco (RC Strasbourg), Alexis Mac Allister (Liverpool), Enzo Fernandez (Chelsea), Leandro Paredes (Boca Juniors), Exequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Rodrigo De Paul (Inter Miami), Giovani Lo Celso (Real Betis).
Penyerang: Giuliano Simeone (Atletico Madrid), Nico Paz (Como 1907), Nicolas Gonzalez (Atletico Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), Thiago Almada (Atletico Madrid), Lautaro Martinez (Inter Milan), Julian Alvarez (Atletico Madrid), Jose Manuel Lopez (Palmeiras).

