Skuad Belanda Piala Dunia 2026 Bikin Geger, Ronald Koeman Buang Frimpong dan Andalkan Premier League
Pemain Belanda merayakan gol Tijjani Reijnders ke gawang Lithuania pada laga terakhir Grup G kualifikasi zona Eropa di Stadion Johan Cruijff ArenA, Amsterdam. (AP Photo)
BELANDA, SabangMerauke News - KNVB akhirnya mengumumkan daftar 26 pemain timnas Belanda di Piala Dunia 2026, Rabu, 27 Mei 2026. Ronald Koeman langsung bikin gaduh setelah membawa dominasi pemain Premier League ke skuad Oranje. Memphis Depay kembali masuk daftar dan menjadi kabar paling melegakan menjelang perang panjang di Amerika Serikat.
Belanda memang tidak datang sebagai favorit utama menuju Piala Dunia 2026. Namun, Oranje selalu punya cara aneh untuk membuat lawan gelisah sejak peluit pertama berbunyi. Tim ini sering terlihat biasa saja sebelum mendadak berubah menjadi monster turnamen.
Ronald Koeman tampaknya sadar satu hal penting menjelang Piala Dunia kali ini. Turnamen panjang bukan tempat ideal untuk terlalu banyak eksperimen atau drama taktik rumit. Karena itu, Koeman memilih jalan aman dengan mengandalkan pemain yang sudah terbiasa hidup dalam tekanan besar.
Aroma Premier League langsung terasa kental di dalam skuad Belanda edisi terbaru ini. Sebanyak 15 pemain berasal dari kompetisi paling keras dan paling melelahkan di dunia tersebut. Bahkan lini belakang Oranje nyaris terasa seperti ruang ganti klub Inggris.
Virgil van Dijk kembali dipercaya menjadi kapten sekaligus wajah utama Timnas Belanda menuju Piala Dunia 2026. Bek Liverpool itu masih dianggap sebagai sosok paling tenang saat pertandingan mulai berubah kacau. Pengalaman panjang Van Dijk menjadi fondasi utama pertahanan Oranje.
Di belakang, Koeman membawa nama-nama yang sudah akrab dengan duel keras Premier League setiap pekan. Nathan Ake, Micky van de Ven, Jurrien Timber, hingga Jan Paul van Hecke mengisi pertahanan Belanda. Hanya Denzel Dumfries yang datang dari luar Inggris dan tetap mendapat tempat utama.
Belanda tampaknya tidak ingin tampil terlalu cantik sepanjang turnamen nanti. Koeman lebih memilih skuad yang kuat berlari, tahan benturan, dan mampu bertahan dalam tekanan tinggi. Formula seperti itu sering menjadi senjata rahasia dalam Piala Dunia.
“Tidak ada yang mustahil; kami akan berjuang,” kata pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, pada Rabu, 27 Mei 2026. Koeman juga mengaku memahami kekuatan negara-negara besar lain yang menjadi favorit untuk menjadi juara. Kalimat itu terdengar sederhana, namun menyimpan ambisi besar di baliknya.
Di lini tengah, Belanda masih mengandalkan Frenkie de Jong sebagai otak permainan utama. Gelandang Barcelona itu bakal bekerja bersama Ryan Gravenberch dan Tijjani Reijnders sepanjang turnamen nanti. Kombinasi mereka membuat permainan Oranje terasa lebih seimbang dan cepat.
Nama Tijjani Reijnders ikut menarik perhatian publik Asia, termasuk Indonesia, karena darah keturunannya. Gelandang Manchester City itu tampil stabil selama fase kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Oranje. Reijnders bahkan mencetak dua gol penting saat Belanda menjaga posisi puncak grup.
Lini depan Belanda juga datang dengan cerita yang tidak kalah menarik menjelang turnamen besar ini. Memphis Depay akhirnya masuk daftar final setelah sempat dibayangi masalah kebugaran cukup serius. Cedera hamstring membuat peluang tampilnya terlihat mengkhawatirkan beberapa minggu lalu.
Kini Depay kembali dan langsung menjadi pusat perhatian publik sepak bola Belanda. Penyerang Corinthians itu masih dianggap mesin gol paling berbahaya dalam skuad Oranje saat ini. Depay bahkan menjadi top skor Belanda sepanjang fase kualifikasi dengan delapan gol.
Koeman tampaknya belum ingin meninggalkan pengalaman dalam membangun lini serang Timnas Belanda kali ini. Wout Weghorst tetap dipanggil meski usianya tidak lagi muda dan kecepatannya mulai menurun. Striker Ajax itu dianggap penting saat Belanda membutuhkan duel udara dan permainan langsung.
Selain Depay dan Weghorst, Belanda juga membawa Cody Gakpo serta Donyell Malen di sektor penyerangan. Kecepatan dua pemain itu menjadi senjata penting saat menghadapi lawan dengan garis pertahanan tinggi. Koeman tampaknya ingin permainan Oranje tetap agresif sepanjang turnamen.
Namun, pengumuman skuad Belanda juga meninggalkan sejumlah cerita pahit menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat. Xavi Simons dipastikan absen setelah mengalami cedera ACL yang cukup parah sejak April lalu. Matthijs de Ligt juga gagal masuk skuad akibat masalah cedera punggung.
Absennya Jeremie Frimpong menjadi kejutan terbesar dalam daftar pilihan Ronald Koeman kali ini. Banyak pendukung Belanda menganggap bek sayap Liverpool itu layak mendapatkan tempat utama di skuad. Namun, Koeman justru memilih komposisi berbeda demi menjaga keseimbangan permainan tim.
“Saya yakin kami bisa melangkah jauh,” ujar Koeman dalam konferensi pers tersebut. Meski begitu, Koeman juga mengingatkan bahwa jarak kualitas dengan negara besar masih cukup terasa. Sikap realistis itu langsung memancing perdebatan panjang di media Belanda.
Pengamat sepak bola Belanda, Noa Vahle, menilai Koeman sengaja menurunkan ekspektasi publik sejak awal. Menurutnya, tekanan media domestik sering membuat suasana ruang ganti menjadi tidak nyaman selama turnamen. Karena itu, Koeman memilih berbicara lebih hati-hati di depan publik.
“Tentu saja dia bisa berkata bahwa dia akan menjadi juara dunia,” kata pengamat sepak bola, Noa Vahle, dalam acara Nieuws van de Dag. Vahle menilai target semifinal terasa lebih realistis bagi kondisi skuad Belanda saat ini. Pernyataan tersebut langsung ramai dibahas publik sepak bola Belanda.
Belanda memang punya sejarah panjang yang terasa indah sekaligus menyakitkan di Piala Dunia. Oranje tiga kali masuk final pada 1974, 1978, dan 2010 tanpa pernah mengangkat trofi juara. Luka lama itu masih membayangi setiap generasi pemain hingga sekarang.
Karena itulah, Piala Dunia 2026 terasa seperti kesempatan baru bagi generasi Virgil van Dijk dan Frenkie de Jong. Mereka datang tanpa terlalu banyak janji besar ataupun teriakan berlebihan soal gelar juara. Namun, justru kondisi seperti itu sering membuat Belanda menjadi berbahaya.
Jurnalis Belanda, Fidan Ekiz, bahkan mengkritik suasana pesimis yang mulai berkembang menjelang turnamen dimulai. Menurutnya, publik sepak bola Belanda terlalu sering sibuk mencari kekurangan tim nasional sendiri. Padahal, dukungan positif sangat dibutuhkan sepanjang turnamen Piala Dunia.
“Cukup katakan kita akan menang dan tampil bagus,” kata jurnalis Fidan Ekiz dalam acara televisi pada Rabu malam. Ekiz menilai mentalitas negatif terlalu sering muncul setiap kali Belanda tampil di turnamen besar. Pernyataan itu langsung viral di media sosial Belanda.
Komentator televisi Victor Vlam justru datang dengan prediksi yang jauh lebih pedas dan menyakitkan. Vlam bahkan memprediksi Belanda bakal langsung tersingkir setelah fase grup berakhir nanti. Ucapan tersebut membuat perdebatan publik semakin panas sepanjang pekan ini.
Belanda akan memulai perjalanan Grup F melawan Jepang pada Minggu, 14 Juni 2026, di Arlington, Texas. Pertandingan itu dianggap menjadi ujian paling sulit bagi Oranje sejak awal turnamen. Jepang dikenal memiliki permainan cepat, disiplin, dan sulit ditebak.
Enam hari setelahnya, Belanda dijadwalkan menghadapi Swedia di Houston, Texas, pada 20 Juni 2026. Swedia punya gaya bermain keras dan sering membuat lawan frustrasi sepanjang pertandingan berjalan. Oranje wajib menjaga fokus jika tidak ingin kehilangan poin penting.
Laga terakhir fase grup mempertemukan Belanda melawan Tunisia pada Kamis, 25 Juni 2026, di Kansas City, Missouri. Di atas kertas, Belanda memang lebih unggul dibandingkan wakil Afrika Utara tersebut. Namun, sejarah Piala Dunia selalu dipenuhi kejutan yang sulit dijelaskan secara logis.
Kini semua mata tertuju pada generasi baru Timnas Belanda menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Ronald Koeman sudah menyiapkan skuad berisi pengalaman, tenaga muda, dan mental Premier League yang keras. Tinggal satu pertanyaan besar tersisa, apakah Oranje akhirnya mampu menghapus kutukan final yang menghantui puluhan tahun. R-02
Skuad Timnas Belanda di Piala Dunia 2026
Kiper: Mark Flekken (Bayer Leverkusen), Robin Roefs (Sunderland), Bart Verbruggen (Brighton & Hove Albion).
Bek: Nathan Ake (Manchester City), Denzel Dumfries (Inter Milan), Jorrel Hato (Chelsea), Jurrien Timber (Arsenal), Micky van de Ven (Tottenham Hotspur), Virgil van Dijk (Liverpool), Jan Paul van Hecke (Brighton & Hove Albion).
Gelandang: Frenkie de Jong (Barcelona), Marten de Roon (Atalanta), Ryan Gravenberch (Liverpool), Justin Kluivert (Bournemouth), Teun Koopmeiners (Juventus), Tijjani Reijnders (Manchester City), Guus Til (PSV Eindhoven), Quinten Timber (Olympique Marseille), Mats Wieffer (Brighton & Hove Albion).
Penyerang: Brian Brobbey (Sunderland), Memphis Depay (Corinthians), Cody Gakpo (Liverpool), Noa Lang (Galatasaray), Donyell Malen (AS Roma), Crysencio Summerville (West Ham United), Wout Weghorst (Ajax Amsterdam)

