Luis Diaz Mengamuk Lagi, Kolombia Datang ke Piala Dunia 2026 Bawa Misi Balas Dendam
James Rodriguez masuk skuad timnas Kolombia untuk Piala Dunia 2026. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Kolombia akhirnya memamerkan wajah pasukan tempurnya di Piala Dunia 2026. James Rodríguez kembali memimpin pasukan Los Cafeteros bersama Luis Díaz yang sedang liar bersama Bayern Munchen. Kombinasi pengalaman, kecepatan, dan dendam lama membuat Kolombia mendadak jadi ancaman menakutkan di Grup K.
Pelatih Timnas Kolombia, Néstor Lorenzo, memilih 26 pemain terbaik untuk tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Nama James Rodríguez tetap menempati posisi sentral meski usianya tidak lagi muda. Luis Diaz juga hadir membawa statistik brutal usai musim menggila bersama Bayern Munchen.
“James masih menjadi otak permainan dan pemimpin ruang ganti,” ujar Nestor Lorenzo, pelatih Timnas Kolombia, Senin, 25 Mei 2026. Lorenzo menilai pengalaman James sangat penting untuk menghadapi tekanan turnamen sebesar Piala Dunia. Kolombia ingin mengulang kisah magis seperti Piala Dunia 2014 di Brasil.
Saat dunia mulai melupakan James Rodríguez, pria itu justru muncul lagi membawa cerita lama. Nama James pernah mengguncang sepak bola dunia saat Piala Dunia 2014 berlangsung di Brasil. Enam gol, trofi Sepatu Emas, dan gol salto ke Uruguay membuat dunia langsung jatuh cinta.
Kini, James datang lagi membawa rambut yang lebih tenang dan permainan yang lebih dingin. Gelandang Minnesota United itu sudah mengoleksi 124 pertandingan bersama timnas Kolombia. Catatan 31 gol dan 41 assist membuat namanya tetap sulit disingkirkan.
“Piala Dunia selalu terasa spesial untuk saya,” kata James Rodríguez dalam sesi latihan Kolombia di Bogotá. James mengaku masih lapar untuk membawa Kolombia melangkah lebih jauh dibanding 2014. Ia ingin generasi sekarang merasakan atmosfer kemenangan besar di turnamen dunia.
Namun, cerita Kolombia kali ini bukan cuma milik James seorang. Ada Luis Díaz yang berubah menjadi monster baru di sisi kiri penyerangan Kolombia. Pemain Bayern Munchen itu tampil buas sepanjang musim 2025-2026 bersama raksasa Bundesliga tersebut.
Luis Díaz mencetak 26 gol dan 23 assist bersama Bayern dalam seluruh kompetisi musim ini. Catatan itu membuat namanya masuk daftar winger paling berbahaya menjelang Piala Dunia 2026. Bahkan statistik Diaz cuma kalah dari mesin gol Bayern, Harry Kane.
“Luis memiliki kecepatan dan keberanian luar biasa dalam duel satu lawan satu,” ucap Nestor Lorenzo. Lorenzo menyebut Diaz menjadi senjata utama Kolombia dalam skema serangan balik cepat. Banyak lawan diprediksi kerepotan menghentikan ledakan permainannya.
Menariknya, Piala Dunia 2026 menjadi debut Luis Díaz di panggung terbesar sepak bola dunia. Saat Kolombia gagal lolos ke Qatar 2022, Diaz cuma menjadi penonton dari rumah. Kini panggung raksasa akhirnya terbuka untuk pemain berusia 29 tahun tersebut.
Kolombia memang datang dengan luka lama yang belum benar-benar sembuh. Kegagalan tampil pada Piala Dunia 2022 meninggalkan rasa malu besar bagi negara Amerika Selatan itu. Lorenzo kemudian membangun ulang skuad dengan perpaduan senior dan darah muda.
Hasilnya langsung terasa selama babak kualifikasi zona CONMEBOL berlangsung. Kolombia finis di posisi ketiga klasemen dengan 28 poin dari 18 pertandingan. Mereka bahkan unggul selisih gol atas Uruguay dan Brasil yang tampil naik turun.
“Tim ini berkembang dengan karakter kuat dan mental lebih stabil,” kata Lorenzo. Pelatih asal Argentina itu berhasil membuat Kolombia tampil agresif namun tetap disiplin bertahan. Mereka cuma kebobolan 18 gol sepanjang kualifikasi Amerika Selatan.
Di lini belakang, Kolombia membawa tembok kokoh penuh pengalaman Eropa. Davinson Sánchez, Yerry Mina, dan Daniel Muñoz menjadi trio yang siap menghancurkan serangan lawan. Ketiganya dikenal keras, cepat, dan berbahaya saat situasi bola mati.
Yerry Mina bahkan masih menjadi ancaman mematikan saat duel udara berlangsung. Bek Cagliari itu sudah mencetak delapan gol bersama Timnas Kolombia sepanjang karier internasionalnya. Tubuh raksasanya sering berubah menjadi mimpi buruk bagi lawan.
Lalu ada Jefferson Lerma yang bertugas menjadi tukang rusuh lini tengah Kolombia. Gelandang Crystal Palace itu dikenal kuat dalam duel fisik dan agresif dalam memotong aliran bola. Richard Rios juga hadir membawa energi muda penuh keberanian.
Nama Juan Fernando Quintero juga kembali masuk daftar pemain pilihan Lorenzo. Quintero dikenal memiliki umpan liar yang mampu membuka pertahanan lawan dalam satu sentuhan. Sentuhan magisnya sering muncul pada laga besar penuh tekanan.
Kolombia juga membawa beberapa kejutan dalam skuad kali ini. Rafael Santos Borre, Wilmar Barrios, Carlos Cuesta, dan Jhon Duran justru gagal mendapatkan tiket. Keputusan itu memancing perdebatan panas di media sosial Kolombia sejak Senin pagi.
Meski begitu, Lorenzo tampak santai menghadapi kritik suporter dan media lokal. Ia merasa skuad pilihannya sudah paling ideal menghadapi atmosfer brutal Piala Dunia 2026. Fokus utama Kolombia sekarang tertuju pada fase grup yang penuh jebakan.
Kolombia akan membuka perjalanan Grup K menghadapi Uzbekistan pada Kamis, 18 Juni 2026. Pertandingan berlangsung di Mexico City dengan atmosfer panas khas Amerika Latin. Setelah itu, mereka menghadapi Republik Demokratik Kongo dan Portugal.
Laga melawan Portugal diprediksi menjadi duel paling panas dalam grup tersebut. Portugal memiliki deretan bintang Eropa dengan pengalaman besar pada level internasional. Namun, Kolombia percaya diri bisa menciptakan kejutan besar musim panas nanti.
“Kolombia punya kualitas untuk melawan siapa saja,” ujar James Rodríguez singkat. Kapten Los Cafeteros itu menilai mental bertanding menjadi pembeda utama pada turnamen besar. James meminta rekan setimnya bermain tanpa rasa takut.
Sebelum tampil di Piala Dunia, Kolombia lebih dulu menggelar pemusatan latihan di Bogotá. Mereka juga menyiapkan dua laga uji coba menghadapi Kosta Rika dan Yordania. Lorenzo ingin seluruh pemain mencapai kondisi fisik terbaik sebelum turnamen dimulai.
Di atas kertas, Kolombia memang belum masuk daftar unggulan juara dunia. Namun, banyak pengamat mulai melihat Los Cafeteros sebagai kuda hitam paling berbahaya tahun ini. Kombinasi James dan Diaz membuat mereka sulit diprediksi lawan.
Kolombia pernah menciptakan kisah indah pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu, James Rodríguez menjelma menjadi ikon baru sepak bola Amerika Selatan. Kini, dua belas tahun berselang, negeri kopi itu mencoba menulis dongeng baru lagi.
Jika James menjadi otak permainan, Luis Díaz adalah petir yang menyambar pertahanan lawan kapan saja. Dua pemain berbeda generasi itu sekarang memikul mimpi jutaan warga Kolombia. Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian terakhir sekaligus awal cerita baru. R-02
Skuad Timnas Kolombia di Piala Dunia 2026
Kiper: Camilo Vargas (Atlas), David Ospina (Atletico Nacional), Alvaro Montero (Velez Sarsfield), Kevin Mier (Cruz Azul).
Bek: Johan Mojica (RCD Mallorca), Cristian Borja (Club America), Junior Hernandez, Daniel Munoz (Crystal Palace), Santiago Arias (Esporte Clube Bahia), Yerry Mina (Cagliari), Davinson Sanchez (Galatasaray), Jhon Lucumi (Bologna), Yerson Mosquera (Wolves), Juan Cabal (Juventus).
Gelandang: James Rodriguez (Minnesota United), Jefferson Lerma (Crystal Palace), Jhon Arias (Fluminense/Palmeiras), Richard Rios (Palmeiras/Benfica), Juan Fernando Quintero (Racing Club), Jorge Carrascal (Dinamo Moscow), Kevin Castano (Krasnodar), Yaser Asprilla (Girona).
Penyerang: Luis Diaz (Bayern Munich), Jhon Jader Duran (Aston Villa), Jhon Córdoba (Krasnodar), Rafael Santos Borre (Internacional), Luis Siniterra (AFC Bournemouth), Juan Camilo Hernandez (Columbus).

