Kadis Pendidikan-Kepala Sekolah Terlibat! SF Hariyanto Geram Lihat Bisnis Seragam Sekolah, Perintahkan Uang Dikembalikan ke Wali Murid
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. Foto: SM News/Adri
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto menunjukkan kemarahannya atas praktik bisnis seragam siswa yang dijalankan oleh para kepala sekolah SMA/SMK Negeri di Riau. Ia bahkan menyebut keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan yang membiarkan dagang seragam berlangsung terus menerus dan membuat masyarakat kesusahan.
Kegeraman SF Hariyanto diluapkannya saat melantik sebanyak 77 kepala sekolah SMA/SMK Negeri dan Kepala SLB pada Selasa (26/5/2026) kemarin
"Berdiri semua kepala sekolah. Saya tidak mau bapak dan ibu berurusan dengan pengadaan baju sekolah, ya!", kata SF Harianto dalam arahannya.
SF Hariyanto menyebut praktik bisnis seragam sekolah yang melibatkan Kepsek dan Dinas Pendidikan Riau sebagai tindakan pemerasan. Soalnya, pakaian yang disediakan oleh sekolah dibeli dengan harga mahal, namun ukurannya banyak yang tidak sesuai dengan badan siswa. Karena ukuran yang tak sesuai, kata SF Hariyanto, orangtua siswa terpaksa menjahit kembali dan mengeluarkan biaya tambahan.
Ia mencontohkan pengadaan seragam siswa di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 8 Pekanbaru. Para siswa disuruh membayar uang seragam siswa jutaan rupiah untuk lima pasang seragam.
"Rupanya bajunya selebor besar, ndak jelas ada ukurannya. Ndak ada ukurannya. Itupun dipalak Pak, sama Diknas, Diknas itu! Luar biasa Pak. Jangankan membantu masyarakat gratis, malah diperas orang tua murid, kan sadis Pak. Kan malu Pak. Malulah Pak," kata SF Hariyanto keras.
Bisnis jual beli seragam siswa tersebut, menurut SF Hariyanto, bertolak belakang dengan janji kampanye yang akan menggratiskan seragam. Namun, kebijakan seragam gratis tak bisa diwujudkan, sebaliknya tindakan pemerasan yang terjadi.
"Mau apa lagi? Janji kampanye gratiskan baju, ini malah diperas lagi orang tua murid," katanya.
SF Hariyanto pun memerintahkan agar uang penjualan seragam sekolah itu segera dikembalikan ke para orangtua.
"Itu saya minta temuannya kembalikan kepada orang tua murid. Kembalikan! Bukan tanggung tanggung Pak. Itu kan anak-anak kita semua," katanya.
SF Hariyanto pun menyinggung perangai Dinas Pendidikan yang terus berulang, meski sudah berkali kali diingatkan olehnya.
Ia menegaskan telah memerintahkan pemeriksaan dilakukan. Hasilnya, Kadis Pendidikan dan kepala sekolah terlibat.
"Hasilnya terbukti semua, semua terlibat! Kadis terlibat, semua terlibat. Mengetahui, pembiaran. Pulangkan! Saya minta segera, tahun ini pulangkan semua, uang itu kembalikan! Ndak main main Pak!", katanya lagi. (R-04/Adri)

