Luka Modric Belum Habis! Kroasia Bawa Sang Legenda ke Piala Dunia Kelima
Kapten Kroasia, Luka Modric mencetak gol penalti di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Republik Ceko, 9 Juni 2025 silam. (AP Photo)
JAKARTA, SabangMerauke News - Luka Modric belum mau turun panggung. Saat banyak pemain seusianya mulai memilih pensiun atau duduk nyaman di tribun VIP, gelandang Kroasia itu justru kembali bersiap menantang dunia. Usia 40 tahun ternyata belum cukup membuat Modric meninggalkan jersey kotak-kotak kebanggaan Kroasia.
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, resmi memasukkan nama Luka Modric ke skuad Piala Dunia 2026. Seketika kabar tersebut langsung membuat fans Kroasia tersenyum lega. Modric kembali dipercaya memimpin Vatreni pada turnamen terbesar dunia. Jika tampil nanti, mantan pemain Real Madrid itu bakal mencatat sejarah tampil dalam lima edisi Piala Dunia.
Perjalanan Modric bersama Kroasia memang terasa seperti film panjang penuh drama. Ia pertama kali tampil pada Piala Dunia 2006. Saat itu wajahnya masih terlihat kurus dengan rambut gondrong khas anak muda Balkan. Dua puluh tahun berlalu, Modric kini berubah menjadi simbol sepak bola Kroasia.
Ia bukan cuma kapten. Modric sudah menjelma seperti denyut nadi tim nasional Kroasia. Saat negaranya melaju ke final Piala Dunia 2018, Modric menjadi pusat permainan sekaligus sumber tenaga tim. Empat tahun kemudian, ia kembali membawa Kroasia finis peringkat ketiga di Qatar.
“Modric tetap penting untuk tim ini,” kata Zlatko Dalic, pelatih Timnas Kroasia. Kalimat itu terasa sederhana. Namun maknanya besar. Sebab beberapa bulan terakhir kondisi Modric sempat membuat fans Kroasia cemas. Pada April lalu, ia mengalami cedera retak tulang pipi saat membela AC Milan. Cedera tersebut memaksanya mengakhiri musim lebih cepat.
Banyak yang menduga Piala Dunia 2026 bakal terlalu berat untuk sang legenda. Namun Modric ternyata belum menyerah. Tim medis Kroasia memastikan kondisi gelandang veteran itu terus membaik. Ia diperkirakan pulih tepat waktu sebelum laga pertama fase grup dimulai.
Bagi Kroasia, kehadiran Modric bukan cuma soal kemampuan mengoper bola. Pengalaman sang kapten terasa seperti emas di ruang ganti. Hingga saat ini Modric sudah mengoleksi 196 caps bersama tim nasional. Angka tersebut menjadi rekor terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Kroasia.
Jika Kroasia lolos dari fase grup, Modric berpeluang menembus angka 200 penampilan internasional. Catatan itu terasa gila untuk pemain berusia 40 tahun. Namun Kroasia jelas tidak hanya bergantung kepada Modric.
Zlatko Dalic juga membawa kombinasi pemain senior dan generasi baru. Nama-nama seperti Mateo Kovacic, Andrej Kramaric, hingga Ivan Perisic kembali masuk skuad utama. Perisic bahkan bersiap menjalani Piala Dunia keempat sepanjang kariernya.
Winger senior tersebut masih menjadi sosok penting di lini depan Kroasia. Kecepatan dan pengalaman Perisic dianggap masih mampu memberi ancaman besar untuk lawan. “Ivan selalu memberi energi untuk tim,” ujar Zlatko Dalic.
Selain pemain senior, Kroasia juga mendapat kabar baik dari lini belakang. Bek Manchester City, Josko Gvardiol, dipastikan masuk skuad setelah pulih dari cedera tulang kering kanan. Sebelumnya Gvardiol sempat menjalani operasi pada Januari lalu. Namun bek muda tersebut berhasil kembali bermain saat Manchester City menghadapi Crystal Palace pada 13 Mei 2026.
Kembalinya Gvardiol menjadi suntikan besar untuk Kroasia. Bek berambut pirang itu dikenal sebagai salah satu pemain bertahan terbaik generasi baru Eropa. Pada Piala Dunia 2022, penampilan Gvardiol bahkan membuat namanya melejit ke level elite. Kini ia kembali jadi andalan Vatreni.
Lini tengah Kroasia juga masih terlihat solid. Mateo Kovacic tetap menjadi motor permainan bersama Modric. Mario Pasalic dan Nikola Vlasic siap memberi variasi serangan dari lini kedua. Sementara di depan, Andrej Kramaric dan Ante Budimir bakal menjadi tumpuan utama mencetak gol.
Meski banyak dihuni pemain senior, Kroasia tetap membawa darah muda. Martin Baturina, Petar Sucic, hingga Luka Sucic mendapat kesempatan tampil pada panggung terbesar sepak bola dunia. Kombinasi itu membuat Kroasia tetap terlihat menarik.
Mereka memang bukan unggulan utama seperti Brasil, Argentina, atau Prancis. Namun Kroasia sudah berkali-kali membuktikan kemampuan mengejutkan dunia. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Kroasia melaju sampai final sebelum kalah dari Prancis. Empat tahun kemudian, mereka kembali membuat kejutan dengan finis posisi ketiga di Qatar.
Modric selalu hadir dalam dua perjalanan hebat tersebut. Bahkan pada 2018, ia sukses mematahkan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo setelah memenangkan Ballon d'Or. Penghargaan itu terasa spesial karena Modric menjadi pemain pertama di luar dua nama tersebut dalam satu dekade terakhir.
Kini, di usia 40 tahun, Modric kembali datang membawa mimpi baru. Kroasia tergabung di Grup L pada Piala Dunia 2026. Mereka bakal menghadapi Inggris, Ghana, dan Panama.
Laga pertama langsung terasa panas. Kroasia dijadwalkan menghadapi Inggris pada 17 Juni 2026. Duel tersebut diprediksi menjadi pertandingan paling berat di fase grup.
Namun Kroasia tampaknya tidak terlalu gentar. Mereka sudah terbiasa menghadapi tekanan besar. Mental pemain Kroasia sering terlihat berbeda saat tampil di turnamen besar.
Sebelum berangkat ke Piala Dunia, Kroasia bakal menjalani dua laga uji coba. Vatreni dijadwalkan menghadapi Belgia dan Slovenia sebagai pemanasan terakhir.
Zlatko Dalic terlihat cukup percaya diri dengan skuad pilihannya. “Kami punya pengalaman dan kualitas,” ucap Dalic. Ucapan itu bukan omong kosong.
Mayoritas pemain Kroasia bermain di kompetisi elite Eropa. Mereka terbiasa menghadapi tekanan besar setiap pekan. Situasi tersebut membuat Kroasia tetap berbahaya meski tidak terlalu ramai dibicarakan. Namun sorotan terbesar tetap mengarah kepada Luka Modric.
Di Kroasia, nama Modric sudah terasa lebih besar dari sekadar pemain sepak bola. Ia dianggap simbol perjuangan dan kebanggaan negara kecil Eropa Timur tersebut. Banyak fans Kroasia tumbuh bersama perjalanan kariernya.
Dari bocah kurus di Zadar, menjadi legenda Real Madrid, lalu berubah menjadi ikon negaranya sendiri. Cerita Modric terasa seperti dongeng sepak bola modern. Kini dongeng itu belum selesai.
Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi tarian terakhir Modric bersama Kroasia. Namun satu hal terlihat jelas, pria berambut pirang itu belum ingin menutup cerita terlalu cepat. Selama Modric masih berdiri di lapangan, Kroasia selalu punya alasan untuk percaya mimpi besar masih hidup. R-02

