Cristiano Ronaldo Belum Habis! Portugal Datang Bawa Skuad Gila ke Piala Dunia 2026
Starting XI Portugal saat melawan Hungaria di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Puskas Arena (AP Photo)
PORTUGAL, SabangMerauke News - Timnas Portugal akhirnya membuka tirai panjang penantian publik sepak bola dunia. Pelatih Roberto Martinez resmi mengumumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Namun, seperti biasa, satu nama langsung membuat panggung terasa penuh lampu sorot, yakni Cristiano Ronaldo.
Di usia 41 tahun, Ronaldo ternyata masih belum mau turun panggung. Kapten Portugal itu kembali dipanggil untuk memimpin Selecao das Quinas menuju Amerika Utara. Bukan sekadar tampil, Ronaldo juga mencetak sejarah baru sebagai pemain pertama yang bermain pada enam edisi Piala Dunia.
Perjalanan panjangnya dimulai dari Piala Dunia 2006 di Jerman. Setelah itu, Ronaldo terus hadir pada setiap edisi tanpa pernah absen sampai 2026. Catatan tersebut terasa gila karena belum ada pemain lain yang mampu melakukannya.
Kini Portugal bersiap tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan mimpi besar membawa pulang trofi dunia pertama mereka. Ronaldo kembali menjadi wajah utama perjalanan panjang tersebut. Meski rambut mulai memutih dan usia terus berjalan, aura bintangnya masih terasa sangat kuat.
“Cristiano masih punya pengaruh besar untuk tim ini,” ujar Roberto Martinez, pelatih Timnas Portugal. Martinez merasa pengalaman dan mental Ronaldo sangat penting untuk menghadapi tekanan turnamen besar. Kehadirannya juga membuat pemain muda Portugal tampil lebih percaya diri.
Ronaldo memang tidak lagi muda seperti dulu. Namun, naluri mencetak gol dan rasa laparnya belum benar-benar hilang dari lapangan hijau. Bersama Al Nassr FC, dirinya masih terlihat tajam dan berbahaya di depan gawang lawan.
Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi tarian terakhir Ronaldo bersama Portugal. Trofi dunia juga masih menjadi satu-satunya gelar besar yang belum masuk lemari koleksinya. Itulah mengapa turnamen nanti terasa seperti misi pribadi paling emosional sepanjang karier sang megabintang.
Portugal sendiri datang dengan rasa percaya diri cukup tinggi. Penampilan mereka sepanjang babak kualifikasi terlihat rapi, tajam, dan lebih tenang dibanding beberapa tahun sebelumnya. Roberto Martinez perlahan berhasil membentuk Portugal menjadi tim yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga mematikan.
Portugal tergabung pada Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo. Di atas kertas, Portugal memiliki peluang besar melangkah menuju babak gugur. Namun perjalanan panjang menuju final jelas tidak bakal semudah membalik telapak tangan.
Menariknya, Portugal sekarang tidak lagi bergantung penuh kepada Ronaldo seperti era sebelumnya. Tim ini mulai dipenuhi pemain matang dari klub-klub elite Eropa. Situasi tersebut membuat Portugal terasa lebih seimbang dan lebih sulit ditebak lawan.
Di lini tengah, nama Bruno Fernandes tetap menjadi motor permainan utama. Kapten Manchester United itu baru menjalani musim impresif dengan jumlah assist luar biasa. Kreativitasnya membuat permainan Portugal terasa hidup setiap pertandingan.
Selain Bruno Fernandes, Portugal juga memiliki Bernardo Silva yang terkenal licin dan cerdas membaca ruang. Gelandang Manchester City tersebut seperti pemain jalanan dengan otak komputer. Bola terasa lengket di kakinya saat bergerak melewati lawan.
Nama Vitinha juga ikut menjadi sorotan besar musim ini. Gelandang milik Paris Saint-Germain tersebut berkembang menjadi pengatur tempo modern dengan visi permainan yang sangat matang. Portugal kini punya lini tengah yang kreatif sekaligus tenang menghadapi tekanan.
“Skuad ini memiliki kualitas merata di semua lini,” kata Roberto Martinez. Ia merasa Portugal sekarang jauh lebih matang dibanding generasi sebelumnya. Kombinasi senior dan pemain muda membuat tim terlihat lebih lengkap.
Masuk ke lini pertahanan, Portugal tetap mengandalkan Ruben Dias sebagai benteng utama belakang. Bek Manchester City tersebut terkenal kuat, disiplin, dan sulit dilewati striker lawan. Kehadirannya membuat pertahanan Portugal terasa lebih tenang sepanjang pertandingan.
Portugal juga memiliki bek modern dalam diri Joao Cancelo. Pemain FC Barcelona itu baru saja membantu klubnya meraih gelar La Liga musim ini. Kemampuannya menyerang dan bertahan sama baiknya.
Di sisi kiri, ada Nuno Mendes yang tampil semakin matang. Bek muda tersebut terkenal cepat dan agresif membantu serangan. Banyak pengamat mulai menyebut Nuno Mendes sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia saat ini.
Sektor depan Portugal juga terlihat jauh lebih berwarna dibanding beberapa tahun lalu. Selain Ronaldo, ada Rafael Leao yang punya kecepatan brutal saat berlari di sisi lapangan. Gaya bermainnya sering membuat bek lawan kehilangan keseimbangan.
Portugal juga membawa Goncalo Ramos sebagai mesin gol tambahan. Penyerang tersebut terkenal tajam dan pintar mencari ruang kosong di kotak penalti. Kehadirannya membuat Portugal tidak kehabisan pilihan ketika Ronaldo mulai kelelahan.
Nama Joao Felix kembali masuk skuad meski karier klubnya sempat naik turun. Roberto Martinez masih percaya kualitas teknik Joao Felix bisa membantu Portugal dalam pertandingan besar. Kreativitasnya tetap dianggap penting saat menghadapi lawan bertahan rapat.
Francisco Conceicao dan Pedro Neto juga menambah warna permainan Portugal. Keduanya terkenal cepat, berani duel satu lawan satu, dan aktif menusuk pertahanan lawan. Portugal sekarang terasa seperti tim dengan banyak senjata dari berbagai arah.
“Cristiano sekarang mendapat dukungan lebih besar dibanding sebelumnya,” ujar Roberto Martinez. Sang pelatih merasa generasi baru Portugal berkembang sangat cepat beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut membuat Portugal lebih berbahaya di Piala Dunia 2026.
Banyak pengamat mulai menyebut skuad Portugal kali ini sebagai generasi emas baru. Hampir semua lini diisi pemain berkualitas dari klub-klub besar Eropa. Kombinasi teknik, pengalaman, dan kreativitas membuat Portugal mulai masuk radar kandidat juara dunia.
Namun jalan Portugal menuju trofi tidak bakal lurus tanpa tikungan tajam. Jika melangkah jauh, mereka berpotensi bertemu Lionel Messi bersama Argentina pada fase gugur. Duel Messi melawan Ronaldo pada Piala Dunia terakhir jelas menjadi mimpi besar pecinta sepak bola dunia.
Menariknya, Messi juga diprediksi tampil pada edisi keenam Piala Dunia bersama Argentina. Selain Ronaldo dan Messi, kiper Guillermo Ochoa juga masuk daftar pemain dengan peluang mencetak sejarah serupa. Piala Dunia 2026 terasa seperti panggung perpisahan generasi legenda sepak bola dunia.
Namun di tengah semua cerita besar itu, Ronaldo tetap menjadi pusat perhatian utama. Sosoknya masih seperti magnet yang menarik jutaan pasang mata menuju lapangan. Ia belum selesai mengejar satu mimpi terakhir bersama Portugal.
Publik Portugal tentu berharap kisah Ronaldo berakhir manis di Amerika Utara nanti. Setelah menjuarai UEFA European Championship 2016, trofi Piala Dunia terasa seperti kepingan terakhir yang belum lengkap. Jika Portugal berhasil juara, Ronaldo bakal menutup karier internasionalnya dengan cerita paling sempurna.R-02

