Piala Dunia 2026
Neymar Kembali! Brasil Akhirnya Panggil Sang Raja untuk Piala Dunia 2026
Carlo Ancelotti akhirnya memanggil Neymar Jr sebagai punggawa timnas Brasil di Piala Dunia 2026. (Getty Image)
BRASIL, SabangMerauke News - Nama Neymar akhirnya muncul lagi dalam daftar Timnas Brasil menuju Piala Dunia 2026. Pengumuman Carlo Ancelotti langsung membuat penggemar Brasil riuh sejak Selasa, 19 Mei 2026, pagi waktu setempat. Setelah lama hilang karena cedera, Neymar akhirnya kembali memakai warna kuning kebanggaan Tim Samba.
Momen itu terasa emosional karena perjalanan Neymar beberapa tahun terakhir tidak pernah benar-benar mudah. Cedera datang silih berganti hingga banyak orang mulai ragu melihatnya tampil lagi bersama Brasil. Namun, Neymar perlahan membungkam keraguan lewat penampilannya bersama Santos musim ini.
Carlo Ancelotti akhirnya memasukkan nama Neymar dalam daftar 26 pemain menuju Piala Dunia 2026. Turnamen terbesar sepak bola dunia itu akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bagi Neymar, kesempatan kali ini terasa seperti pintu terakhir untuk mengejar mimpi terbesar sepanjang kariernya.
Ancelotti memang sejak awal tidak pernah menutup peluang Neymar untuk kembali memperkuat Brasil. Namun, pelatih asal Italia itu selalu memberi satu syarat penting kepada pemain berusia 34 tahun tersebut. “Kami hanya perlu melihat kondisi fisiknya karena kualitas Neymar sudah jelas,” ujar Carlo Ancelotti.
Kalimat itu seperti tantangan kecil untuk Neymar membuktikan dirinya belum benar-benar habis. Dan musim 2025/2026 menjadi jawaban paling tenang dari mantan bintang Barcelona tersebut. Neymar memang tidak tampil penuh sepanjang musim, tetapi pengaruhnya tetap terasa besar bersama Santos.
Dalam 15 pertandingan musim ini, Neymar mencetak enam gol dan empat assist bersama klub masa kecilnya. Statistik itu mungkin tidak terlalu gila, tetapi cukup membuat Ancelotti yakin untuk mengambil keputusan besar. Terlebih, Neymar mulai terlihat lebih nyaman dan percaya diri setiap pekannya.
Salah satu penampilan terbaik Neymar hadir saat Santos menghadapi Red Bull Bragantino beberapa waktu lalu. Pada pertandingan itu, Neymar mencetak gol indah dan memberi assist dalam kemenangan 2-0 Santos. Stadion langsung bergemuruh saat sang pemain menunjukkan sentuhan khas yang lama dirindukan penggemar Brasil.
Pendukung Santos bahkan memberi tepuk tangan panjang ketika Neymar ditarik keluar pada laga tersebut. Momen itu terasa seperti pengingat kecil mengenai kualitas besar yang masih tersimpan dalam dirinya. Meski kecepatannya mulai berubah, insting dan sentuhan Neymar tetap sulit dicari penggantinya.
Kembalinya Neymar membuat skuad Brasil terasa lebih lengkap menjelang Piala Dunia 2026 nanti. Tim Samba datang membawa kombinasi pemain muda cepat dan pemain senior berpengalaman besar. Carlo Ancelotti tampaknya ingin membangun tim yang seimbang untuk menghadapi turnamen panjang nanti.
Di posisi penjaga gawang, Brasil masih memiliki dua nama besar, yaitu Alisson Becker dan Ederson Moraes. Keduanya diprediksi bersaing ketat untuk menjadi pilihan utama sepanjang turnamen nanti. Sementara Weverton melengkapi daftar penjaga gawang Tim Samba musim ini.
Lini belakang Brasil juga terlihat cukup kokoh dengan hadirnya banyak pemain berpengalaman di level Eropa. Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Bremer, Alex Sandro, hingga Danilo masuk dalam skuad utama Brasil kali ini. Kombinasi tersebut membuat pertahanan Brasil terlihat solid menghadapi lawan-lawan besar.
Gabriel Magalhaes menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian lebih setelah tampil konsisten bersama Arsenal musim ini. Bek tengah tersebut berkembang menjadi pemimpin baru dalam pertahanan Brasil dalam beberapa tahun terakhir. Carlo Ancelotti tampaknya sangat menyukai karakter tenang dan keras milik Gabriel.
Pada lini tengah, Brasil masih mengandalkan pengalaman Casemiro sebagai pemimpin permainan tim. Gelandang Manchester United tersebut tetap menjadi sosok penting dalam pertandingan besar bersama Tim Samba. Bruno Guimaraes juga diprediksi menjadi motor utama permainan Brasil selama turnamen nanti.
Fabinho, Lucas Paqueta, dan Danilo melengkapi lini tengah yang dipenuhi keseimbangan dan tenaga besar. Carlo Ancelotti tampaknya tidak ingin Brasil terlalu bergantung pada permainan menyerang semata sepanjang turnamen. Tim Samba juga perlu pemain pekerja keras untuk menjaga ritme permainan tetap stabil.
Sementara itu, lini depan Brasil kembali dipenuhi nama-nama cepat dengan kemampuan menyerang mematikan. Vinicius Junior, Raphinha, Gabriel Martinelli, Matheus Cunha, hingga Endrick masuk daftar utama menuju Piala Dunia. Ditambah Neymar, lini serang Brasil terasa seperti paket lengkap penuh hiburan.
Vinicius Junior kemungkinan bakal menjadi pusat permainan Brasil selama Piala Dunia 2026 nanti. Penyerang Real Madrid tersebut tampil luar biasa dalam beberapa musim terakhir bersama klub dan tim nasional. Carlo Ancelotti juga sangat memahami karakter permainan Vinicius sejak lama bekerja bersama di Madrid.
Endrick menjadi nama muda paling menarik dalam skuad Brasil kali ini menjelang turnamen besar dunia. Penyerang muda tersebut perlahan tumbuh menjadi calon bintang baru sepak bola Brasil beberapa tahun mendatang. Banyak penggemar mulai melihat Endrick sebagai wajah masa depan Tim Samba.
Raphinha dan Gabriel Martinelli juga memberi tambahan kecepatan besar pada sisi penyerangan Brasil nanti. Keduanya dikenal agresif dan sangat berani menghadapi duel satu lawan satu sepanjang pertandingan. Kombinasi pemain muda dan senior membuat Brasil terlihat fleksibel menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Meski dipenuhi banyak pemain muda berbakat, perhatian terbesar tetap tertuju kepada sosok Neymar musim ini. Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi kesempatan terakhir Neymar mengejar trofi paling bergengsi bersama Brasil. Umur dan kondisi fisik membuat perjalanan sang bintang tidak lagi panjang seperti dulu.
Neymar memang selalu memiliki hubungan emosional yang sangat kuat bersama Timnas Brasil sejak usia muda. Namanya hampir tidak pernah lepas dari sorotan setiap kali Brasil tampil dalam turnamen besar dunia. Tekanan besar dan ekspektasi tinggi terus mengikuti perjalanan kariernya selama bertahun-tahun.
Namun, ada satu hal yang tidak pernah hilang dari Neymar sepanjang kariernya bersama Tim Samba. Saat tubuhnya fit dan pikirannya fokus, Neymar selalu mampu memberi sesuatu yang berbeda di lapangan. Carlo Ancelotti tampaknya masih percaya sentuhan magis itu belum benar-benar hilang.
Federasi Sepak Bola Brasil juga menyambut pengumuman skuad ini dengan nuansa penuh optimisme besar. “Ini bukan sekadar 26 nama, tetapi 26 hati yang membawa mimpi besar,” tulis CBF melalui Instagram resmi mereka. Kalimat itu langsung ramai dibagikan penggemar Brasil di media sosial.
Brasil dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Panama pada 31 Mei 2026 mendatang. Setelah itu, Tim Samba akan menghadapi Mesir pada 6 Juni 2026 sebagai pemanasan terakhir menuju turnamen. Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan Carlo Ancelotti menyusun komposisi tim utama.
Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 akan dimulai saat menghadapi Maroko pada 13 Juni mendatang. Setelah itu, Tim Samba juga dijadwalkan bertemu Haiti dan Skotlandia pada fase grup turnamen. Jadwal tersebut membuat Brasil cukup difavoritkan lolos menuju babak berikutnya.
Meski banyak wajah baru bermunculan, publik Brasil tetap merasa ada sesuatu yang berbeda saat Neymar kembali dipanggil. Sosoknya masih membawa aura besar yang sulit digantikan oleh pemain lain dalam skuad Tim Samba. Neymar mungkin tidak lagi muda, tetapi ceritanya bersama Brasil belum selesai sepenuhnya. R-02
Daftar Pemain Brasil di Piala Dunia 2026
Kiper
- Alisson Becker (Liverpool)
- Ederson Moraes (Fenerbahce)
- Weverton Pereira da Silva (Gremio)
Bek
- Alex Sandro (Flamengo)
- Gleison Bremer (Juventus)
- Danilo Luiz da Silva (Flamengo)
- Douglas Santos (Zenit)
- Gabriel Magalhaes (Arsenal)
- Roger Ibanez (Al Ahli)
- Leo Pereira (Flamengo)
- Marquinhos (Paris Saint-Germain)
- Wesley Franca (AS Roma)
Gelandang
- Bruno Guimaraes (Newcastle United)
- Casemiro (Manchester United)
- Danilo Barbosa (Botafogo)
- Fabinho (Al-Ittihad)
- Lucas Paqueta (Flamengo)
Penyerang
- Endrick (Olympique Lyonnais)
- Gabriel Martinelli (Arsenal)
- Igor Thiago (Brentford)
- Luiz Henrique (Zenit)
- Matheus Cunha (Manchester United)
- Neymar (Santos)
- Raphinha (Barcelona)
- Rayan (Bournemouth)
- Vinicius Junior (Real Madrid)
Pelatih Kepala: Carlo Ancelotti

