Harry Kane Sesumbar Timnas Inggris Terkuat, Piala Dunia 2026 Jadi Milik The Three Lions?
Kapten Timnas Inggris, Harry Kane
INGGRIS, SabangMerauke News - Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, mulai menebar ancaman menjelang Piala Dunia 2026. Striker haus gol milik Bayern Munich itu percaya diri Inggris akhirnya mampu memutus kutukan 60 tahun tanpa trofi dunia. Optimisme tersebut muncul setelah performa The Three Lions terus menanjak bersama pelatih anyar, Thomas Tuchel.
Kane tidak sedang menjual mimpi kosong kepada publik Inggris. Penyerang berusia 32 tahun tersebut merasa skuad Inggris sekarang memiliki kedalaman mengerikan di semua lini permainan. Kombinasi pemain muda lapar gelar dan senior berpengalaman membuat Inggris tampil seperti monster baru Eropa.
Pada Kamis, 21 Mei 2026, Kane berbicara penuh keyakinan saat meluncurkan England Challenge di TOCA Social. Sang kapten merasa Inggris kini datang ke Piala Dunia sebagai favorit serius juara. Aura percaya diri itu semakin besar setelah Inggris melaju mulus sepanjang fase kualifikasi.
“Saya pikir skuad kami adalah yang terbaik yang pernah kami miliki,” ujar Harry Kane, kapten Timnas Inggris. Kane menilai kualitas pemain inti hingga bangku cadangan Inggris sangat luar biasa saat ini. Menurutnya, perkembangan tim terus terlihat selama pemusatan latihan bersama Thomas Tuchel berlangsung.
Inggris memang sedang memasuki fase menakutkan bagi lawan-lawannya. Finalis dua edisi Piala Eropa tersebut kini tampil lebih matang dengan pola permainan agresif dan disiplin. Kehadiran Tuchel membuat Inggris terasa lebih dingin saat menyerang dan lebih galak ketika bertahan.
Nama-nama seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan Declan Rice ikut memperkuat rasa optimistis publik Inggris. Ketiganya tampil konsisten sepanjang musim bersama klub masing-masing di Eropa. Inggris kini terasa seperti gudang pemain elit dengan stamina dan kreativitas berlapis.
“Jika melihat starting XI dan pemain cadangan, kami layak jadi favorit juara,” kata Harry Kane. Ia menilai chemistry antarpemain semakin kuat selama beberapa bulan terakhir bersama Tuchel. Kane juga menyebut atmosfer ruang ganti Inggris sekarang sangat berbeda dibanding turnamen sebelumnya.
Piala Dunia 2026 sendiri bakal berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Inggris datang membawa beban sejarah besar sejak terakhir kali mengangkat trofi dunia pada 1966. Kala itu, legenda Inggris, Bobby Moore, menjadi kapten terakhir yang membawa negaranya berjaya.
Kini, Kane ingin mengubah sejarah panjang tersebut menjadi kisah baru. Ia berpeluang menjadi pemain Inggris pertama setelah Bobby Moore yang mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia. Tekanan besar jelas menempel di pundaknya, namun Kane justru terlihat semakin nyaman menikmati sorotan.
“Selalu ada sesuatu yang spesial saat bermain di Piala Dunia,” tutur Harry Kane. Ia merasa atmosfer turnamen dunia memiliki energi berbeda dibanding kompetisi lain. Kane juga menyebut kemenangan di Piala Dunia bakal menjadi hadiah terbesar bagi fans Inggris.
Perjalanan Kane menuju Piala Dunia ketiganya juga terasa sangat spesial musim ini. Bersama Bayern Munchen, Kane tampil brutal dengan koleksi 58 gol dari 50 pertandingan di seluruh kompetisi. Angka tersebut membuatnya tetap masuk daftar striker paling mematikan di dunia meski usia terus bertambah.
Namun, Kane merasa dirinya sekarang bukan sekadar mesin gol biasa. Mantan striker Tottenham Hotspur tersebut mengaku mengalami evolusi besar dalam memahami permainan modern. Ia kini lebih nyaman turun ke tengah membantu membangun serangan tim.
“Saya merasa menjadi pesepak bola jauh lebih komplet sekarang,” ujar Harry Kane. Ia merasa pengalaman panjang membuat pemahaman positioning dan membaca permainan semakin berkembang pesat. Kane bahkan menganggap performanya sekarang sebagai versi terbaik sepanjang karier profesionalnya.
Ucapan Kane bukan sekadar omongan di ruang konferensi pers semata. Dalam banyak pertandingan bersama Bayern Munchen, dirinya terlihat semakin fleksibel memainkan berbagai peran di lini depan. Kane mampu menjadi finisher mematikan sekaligus pengatur tempo serangan dalam waktu bersamaan.
Situasi tersebut membuat Inggris memiliki senjata yang sangat berbahaya menghadapi Piala Dunia 2026 nanti. Tuchel kini memiliki striker komplet dengan pengalaman internasional yang sangat matang. Kombinasi Kane bersama pemain muda kreatif Inggris membuat The Three Lions terlihat semakin menyeramkan setiap pertandingan.
Publik Inggris juga mulai kembali memupuk mimpi lama yang sempat berdebu. Dua kegagalan di final Piala Eropa sebelumnya meninggalkan luka besar bagi para fans. Namun, kedatangan Tuchel dan performa gila Kane membuat optimisme kembali hidup di jalanan Inggris.
“Itulah yang mendorong kami terus berjuang di lapangan,” kata Harry Kane. Ia ingin membawa trofi dunia kembali ke Inggris demi seluruh fans sepak bola negaranya. Kane sadar tekanan besar bakal datang, namun dirinya memilih menikmati tantangan tersebut.
Kini, Inggris tidak lagi datang sekadar menjadi tim favorit media semata. Mereka hadir dengan skuad matang, pelatih elit, dan striker paling tajam Eropa musim ini. Jika semua kepingan itu menyatu sempurna, kutukan 60 tahun Inggris bisa saja benar-benar runtuh di Piala Dunia 2026. R-02
BERITA TERKAIT :
-
UEFA Champions League
Wasit Tolak Penalti Bayern, Vincent Kompany Semprot UEFA Usai PSG Lolos Final
-
UEFA Champions League
Bayern Tersingkir Tragis: Gol Cepat Dembele Membungkam Allianz Arena
-
UEFA Champions League
Gila! Bayern vs PSG Siap Pecahkan Rekor Gol Liga Champions di Laga Neraka

