UEFA Champions League
Wasit Tolak Penalti Bayern, Vincent Kompany Semprot UEFA Usai PSG Lolos Final
Pemain Bayern Munchen memprotes keputusan wasit Joao Pinheiro pada leg kedua semifinal Liga Champions, 7 Mei 2026 melawan PSG. (AP Photo)
JERMAN, SabangMerauke News - Kontroversi panas mengguncang Allianz Arena saat Bayern Munchen disingkirkan PSG di semifinal Liga Champions 2026. Sorotan terbesar bukan cuma hasil imbang dramatis, melainkan keputusan wasit menolak memberi penalti kepada Bayern setelah handsball João Neves memancing kemarahan publik Jerman.
Bayern datang membawa misi berat untuk mengejar ketertinggalan agregat setelah kalah tipis pada leg pertama di Paris sebelumnya. Situasi langsung memburuk ketika Ousmane Dembele mencetak gol cepat saat pertandingan baru berjalan tiga menit malam itu. Allianz Arena mendadak sunyi setelah PSG unggul lebih dulu melalui serangan balik cepat mematikan.
Gol tersebut membuat Bayern seperti kehilangan napas pada awal pertandingan yang berjalan penuh tekanan tinggi sepanjang laga. Vincent Kompany terus berdiri gelisah sambil meneriakkan instruksi dari pinggir lapangan menghadapi agresivitas permainan PSG malam itu. Harry Kane serta Jamal Musiala berusaha membongkar pertahanan lawan, namun peluang emas terus gagal diselesaikan sempurna.
Drama besar akhirnya muncul pada menit ke-33 ketika bola liar memancing kemarahan seluruh stadion Allianz Arena malam itu. Vitinha mencoba membuang bola dari area pertahanan PSG, namun tendangannya justru menghantam tangan João Neves dalam kotak penalti. Tayangan ulang televisi memperlihatkan arah bola berubah jelas setelah mengenai tangan gelandang muda Portugal tersebut.
Para pemain Bayern langsung mengepung wasit João Pinheiro sambil meminta hadiah penalti bagi tuan rumah malam itu. Protes keras terdengar dari tribun penonton setelah VAR tetap mendukung keputusan wasit tanpa menunjuk titik putih pada pertandingan tersebut. Allianz Arena mendidih karena publik merasa Bayern dirampok pada momen paling menentukan semifinal Liga Champions musim ini.
BBC Sports kemudian menjelaskan bahwa aturan IFAB menjadi alasan utama Bayern gagal memperoleh hadiah penalti kontroversial tersebut. Regulasi menyebut situasi handsball tidak dianggap pelanggaran jika bola berasal langsung dari sentuhan rekan setim sendiri sebelumnya. Aturan tersebut memancing kebingungan besar karena bola terlihat jelas mengenai tangan João Neves dalam tayangan ulang pertandingan.
Vincent Kompany akhirnya buka suara setelah pertandingan berakhir dengan panas, penuh emosi, serta protes panjang dari kubu Bayern. Pelatih Bayern Munchen tersebut mengaku sulit menerima interpretasi aturan handsball UEFA dalam laga sepenting semifinal Liga Champions. Kompany bahkan menyebut keputusan tersebut terasa aneh dan tidak masuk akal bagi dunia sepak bola modern.
“Bola itu langsung menuju tangan, bukan memantul dari tubuh lebih dulu,” ujar Vincent Kompany, pelatih Bayern Munchen, Kamis, 7 Mei 2026. Kompany menilai aturan tersebut terasa konyol meski wasit sudah mengambil keputusan sesuai interpretasi resmi UEFA musim ini. Pernyataan tersebut langsung memancing perdebatan besar di media sosial sepanjang malam selepas pertandingan berakhir dengan dramatis.
Kompany juga menyinggung insiden lain yang melibatkan bek kiri PSG, Nuno Mendes, sepanjang duel panas tersebut berlangsung. Menurutnya, Mendes layak menerima kartu kuning kedua dalam salah satu duel keras menghadapi pemain Bayern sepanjang pertandingan. Dua keputusan itu dinilai sangat menentukan arah pertandingan serta menghancurkan peluang Bayern menuju partai final musim ini.
“Kedua insiden tersebut sangat menentukan jalannya pertandingan,” ujar Vincent Kompany selepas laga semifinal berlangsung sengit malam itu. Komentar tersebut memperlihatkan rasa frustrasi besar dari kubu Bayern meski sang pelatih tetap menunjukkan sikap sportif menghadapi kekalahan. Kompany mengaku kecewa, namun memilih segera bangkit setelah mimpi Liga Champions kembali berakhir pahit.
Meski marah terhadap keputusan wasit, Kompany tetap memberi pujian terhadap kekuatan pertahanan PSG sepanjang pertandingan berjalan sengit. Pelatih asal Belgia tersebut mengakui PSG tampil sangat disiplin menjaga area pertahanan dari ancaman bola silang Bayern malam itu. Serangan demi serangan Bayern terus dipatahkan menggunakan tekanan agresif serta organisasi pertahanan yang sangat rapi.
“PSG sangat aktif dan menjaga area belakang dengan sangat baik sepanjang pertandingan,” ujar Vincent Kompany kepada DAZN usai laga. Kompany menyebut PSG berhasil mematikan hampir seluruh peluang berbahaya Bayern melalui disiplin bertahan luar biasa sepanjang malam. Kalimat tersebut sekaligus menjadi pengakuan jujur atas kekuatan mental juara bertahan asal Prancis musim ini.
Willian Pacho menjadi sosok paling menonjol dalam lini pertahanan PSG menghadapi gempuran brutal Bayern sepanjang pertandingan malam itu. Bek muda asal Ekuador tersebut memenangkan banyak duel udara serta mengintersep penting yang menghadang Harry Kane dan Musiala. UEFA kemudian memilih Pacho sebagai man of the match berkat penampilan kokoh menjaga pertahanan PSG tetap aman.
Sementara itu, Harry Kane sempat menjaga harapan Bayern hidup melalui gol penyama kedudukan pada masa injury time pertandingan. Striker Inggris tersebut mencetak gol tenang setelah menerima bola dalam kotak penalti PSG menjelang laga berakhir dramatis malam itu. Namun, tambahan waktu terlalu singkat bagi Bayern untuk mencari gol kedua penyelamat menuju final Liga Champions musim ini.
Peluit panjang akhirnya memastikan PSG lolos ke final dengan agregat tipis 6-5 atas Bayern Munchen musim ini. Allianz Arena meninggalkan malam penuh amarah, kontroversi, serta perdebatan panjang mengenai aturan handsball sepak bola modern Eropa. PSG kini melaju menghadapi Arsenal pada final Liga Champions 2026 di Puskas Arena akhir Mei mendatang. R-02
BERITA TERKAIT :
-
UEFA Champions League
Bayern Tersingkir Tragis: Gol Cepat Dembele Membungkam Allianz Arena
-
UEFA Champions League
Gila! Bayern vs PSG Siap Pecahkan Rekor Gol Liga Champions di Laga Neraka
-
UEFA Champions League
Drama VAR Panas! Atletico Madrid Tahan Arsenal, Penalti Ketiga Bikin Geger
-
UEFA Champions League
Arsenal Tantang Neraka Metropolitano, Atletico Siap Hancurkan Mimpi Final

