Persib Cetak Hattrick Juara, Bobotoh Menangis Saat Peluit Panjang Berbunyi
Tim Persib Bandung membawa trofi BRI Liga 1 saat pawai di Jalan Wastukencana, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/5/2025). Tim Persib Bandung melakukan pawai dari Balai Kota Bandung ke Gedung Sate yang diikuti ribuan warga untuk merayakan keberhasilan tim berjuluk Maung Bandung itu menjuarai Liga 1. (sumber: antarafoto)
JABAR, SabangMerauke News - Bandung seperti lupa cara tidur pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Sejak sore, jalanan sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api sudah penuh dengan lautan biru. Klakson bersahutan. Asap flare naik perlahan. Ribuan Bobotoh datang membawa satu keyakinan, Persib bakal juara lagi. Dan keyakinan itu akhirnya jadi kenyataan.
Persib Bandung resmi menjuarai BRI Super League 2025/2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada pekan terakhir musim ini. Satu poin terasa cukup mahal. Tambahan angka membuat Maung Bandung menutup musim dengan 79 poin.
Jumlah poin Persib memang sama dengan Borneo FC. Namun, Maung Bandung unggul head-to-head dan berhak berdiri di posisi paling atas. Saat peluit panjang dibunyikan, GBLA langsung berubah seperti pesta raksasa.
Beberapa Bobotoh melompat sambil menangis. Sebagian lagi saling berpelukan tanpa bicara apa pun. Lagu kebanggaan Persib menggema keras dari tribun utara sampai selatan.
Di tengah keramaian itu, Bojan Hodak berdiri tenang dekat bench pemain. Pelatih asal Kroasia tersebut hanya tersenyum kecil sambil menatap tribun penuh Bobotoh. Namun, senyum tipis itu terasa cukup menggambarkan semuanya. Tiga musim. Tiga gelar juara.
Bojan kembali menorehkan sejarah besar bersama Persib Bandung. Setelah menjadi juara pada musim 2023/2024 dan 2024/2025, kini ia membawa Maung Bandung meraih hat-trick gelar Liga Indonesia. “Bojan wajib bertahan di Persib,” kata seorang Bobotoh di kawasan Sulanjana, Sabtu malam, 23 Mei 2026.
Suporter lain ikut bersuara. Mereka menilai Bojan berhasil mengubah Persib menjadi tim paling stabil di Indonesia. Banyak Bobotoh bahkan menyebut Bojan sebagai “masterclass”. Julukan itu muncul bukan tanpa alasan.
Saat pertama kali datang menggantikan Luis Milla pada 2023, kondisi Persib sedang kacau. Tim terjebak di dekat papan bawah. Suporter mulai frustrasi. Namun, Bojan perlahan mengubah semuanya.
Persib mendadak tampil lebih tenang, lebih disiplin, dan sulit dikalahkan. Dari tim yang sempat limbung, Maung Bandung berubah menjadi mesin juara. Musim ini Persib tampil konsisten sejak awal kompetisi. Mereka mengoleksi 24 kemenangan dari 34 pertandingan. Hanya tiga kekalahan diderita sepanjang musim.
Pada laga penentuan melawan Persijap, Persib sebenarnya langsung tampil agresif. Thom Haye membuka ancaman melalui tendangan jarak jauh pada awal pertandingan. Bola meluncur deras, namun masih melambung tipis. Setelah itu, tekanan terus datang bergelombang.
Adam Alis dan Beckham Putra bergantian membongkar sisi pertahanan lawan. Eliano Reijnders juga tampil aktif membantu serangan. Namun, penyelesaian akhir Persib terasa belum sempurna.
Persijap datang bukan sekadar numpang lewat. Tim tamu bermain disiplin dan rapat sepanjang laga. Mereka beberapa kali mengandalkan serangan balik cepat melalui Carlos Franca dan Borja Martínez.
Beruntung Persib memiliki Teja Paku Alam di bawah mistar. Kiper berpengalaman tersebut tampil tenang membaca arah serangan lawan. Pertahanan Persib pun terlihat lebih sabar dibanding laga sebelumnya.
Di sisi lain, penjaga gawang Persijap, Muhammad Ardiansyah, tampil luar biasa. Ia beberapa kali menggagalkan peluang emas Persib. Tendangan keras pemain Persib seperti mentok di tembok besar. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, tekanan Persib makin deras. Bobotoh mulai berdiri sepanjang pertandingan. Tribun GBLA tidak pernah benar-benar tenang. Namun, semakin waktu berjalan, pertandingan terasa makin menegangkan. Persib butuh hasil aman. Persijap juga bertahan disiplin.
Sampai akhirnya peluit panjang dibunyikan. Tidak ada gol tercipta. Namun, stadion langsung meledak bahagia. Pemain Persib berlari ke tengah lapangan. Sebagian langsung bersujud. Beckham Putra memeluk rekan setim sambil berteriak. Thom Haye terlihat tersenyum lepas di depan tribun Bobotoh.
Eliano Reijnders menjadi salah satu pemain paling disorot malam itu. Pemain naturalisasi tersebut tampil penuh energi sepanjang laga. Nama Eliano terus diteriakkan oleh ribuan suporter dari tribun.
Menariknya, kemenangan Persib ikut dipantau dari Manchester, Inggris. Kakak Eliano, Tijjani Reijnders, menyaksikan pertandingan melalui siaran langsung. Gelandang Manchester City itu langsung mengunggah ucapan singkat melalui Instagram usai Persib memastikan gelar juara. “Well done,” tulis Tijjani sambil menambahkan emoji trofi.
Unggahan itu langsung ramai dibahas Bobotoh di media sosial. Banyak suporter merasa bangga karena Persib mendapat perhatian sampai Eropa. Tidak lama kemudian, Tijjani kembali mengunggah foto Eliano sedang menggigit medali juara di ruang ganti Persib. Trofi liga terlihat berdiri tepat di depan sang adik.
Momen itu terasa spesial. Sebab musim ini dua bersaudara tersebut menjalani cerita berbeda. Eliano sukses merasakan gelar juara bersama Persib Bandung. Sementara Tijjani gagal membawa Manchester City mempertahankan trofi Liga Inggris.
Di Bandung, pesta juara berlangsung sampai tengah malam. Konvoi kendaraan memenuhi jalan utama kota. Bendera Persib berkibar dari kaca mobil sampai atap motor. Pedagang kaki lima ikut kebanjiran pembeli. Anak-anak kecil mengenakan jersey Persib terlihat berlarian sambil meniup terompet. Bandung malam itu terasa seperti kota yang baru memenangkan perang besar.
Nama Bojan Hodak menjadi paling sering diteriakkan suporter. “Tambah kontrak Bojan!” teriak Bobotoh dari atas mobil bak terbuka. Bojan memang bukan sekadar pelatih sekarang. Ia sudah berubah menjadi simbol era emas baru Persib Bandung.
Lucunya, Bobotoh juga punya julukan unik untuk pria Kroasia tersebut. Mereka sering menyebut Bojan sebagai “aki-aki gede wadul”.
Julukan itu lahir karena Bojan sering pura-pura tidak tahu soal rumor transfer pemain. Saat rumor Thom Haye dan Eliano muncul dulu, Bojan mengaku tidak mengenal keduanya. Namun, beberapa hari kemudian, Persib justru resmi memperkenalkan mereka.
Candaan itu akhirnya melekat sampai sekarang. Meski begitu, satu julukan paling populer tetap “masterclass”. Sebab banyak Bobotoh merasa Bojan selalu punya cara membuat Persib tampil berbeda saat laga penting.
Musim ini menjadi bukti paling jelas. Persib bukan cuma juara. Mereka tampil lebih matang dibandingkan dengan musim sebelumnya. Mental pemain terlihat jauh lebih kuat saat menghadapi tekanan.
Borneo FC sempat memberi ancaman serius sampai pekan terakhir. Namun, Persib tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Hasil imbang melawan Persijap akhirnya cukup membawa trofi tetap tinggal di Bandung.
Kini satu pertanyaan mulai ramai dibicarakan Bobotoh. Akankah Bojan Hodak tetap bertahan musim depan? Suporter jelas punya jawaban sendiri. Mereka ingin Bojan tetap memimpin Maung Bandung. Sebab di tangan pria Kroasia itu, Persib terasa seperti belum selesai membuat sejarah. R-02

