Polisi Gerebek Tenda Biru Pekanbaru, Sabu dan Ekstasi Berserakan Saat Pelaku Kabur
Petugas polisi menunjukkan barang bukti sabu dan pecahan pil ekstasi pada penggerebekan sebuah tenda biru di Jalan SM Amin, Pekanbaru, Rabu malam, 13 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Razia narkoba Polresta Pekanbaru mendadak memecah suasana malam di Jalan SM Amin, Rabu, 13 Mei 2026. Polisi menemukan lima paket sabu dan pecahan pil ekstasi dalam sebuah tenda biru di kawasan rawan narkoba tersebut. Penggerebekan berlangsung tegang setelah pelaku berhasil melarikan diri melalui bagian belakang bangunan saat petugas datang.
Operasi gabungan tersebut melibatkan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru bersama Tim RAGA sepanjang malam hingga dini hari. Tiga titik rawan peredaran narkoba menjadi sasaran utama pemeriksaan dalam operasi besar di kawasan Kota Pekanbaru tersebut. Petugas bergerak cepat menyisir lokasi yang selama ini disebut sering menjadi tempat transaksi narkotika tersembunyi.
Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Noki Loviko, mengatakan razia dilakukan berdasarkan pemetaan kawasan rawan narkoba. Jalan SM Amin menjadi salah satu lokasi paling disorot karena kerap dilaporkan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Polisi kemudian bergerak bersama Tim RAGA untuk melakukan penyisiran mendadak pada malam hari.
“Satresnarkoba Polresta Pekanbaru melaksanakan razia gabungan bersama Tim RAGA di Jalan SM Amin,” kata Noki Loviko. Saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan lima paket kecil sabu dan satu pecahan pil ekstasi dalam tenda biru. Barang bukti tersebut langsung diamankan guna kepentingan penyelidikan lanjutan kepolisian.
Suasana lokasi mendadak ricuh ketika petugas mulai mendekati bangunan yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan narkoba tersebut. Pelaku diduga mengetahui kedatangan polisi lalu langsung melarikan diri melewati bagian belakang bangunan sempit di kawasan itu. Polisi terpaksa mendobrak pintu depan karena akses utama sudah terkunci rapat saat penggerebekan berlangsung.
“Waktu penggerebekan dilakukan, pelaku melarikan diri melalui bagian belakang tempat tersebut,” ujar Noki Loviko, menjelaskan situasi lapangan. Polisi sempat melakukan pengejaran singkat, namun pelaku berhasil menghilang dalam kondisi gelap di kawasan sekitar lokasi. Meski demikian, aparat tetap berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dari tempat kejadian.
Petugas kemudian mengamankan pemilik lokasi berinisial B untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Pekanbaru. Polisi menduga lokasi tersebut kerap digunakan sebagai tempat penyimpanan sekaligus transaksi narkoba skala kecil di kawasan kota. Penyidik kini mendalami keterlibatan pemilik tempat dalam aktivitas peredaran sabu dan ekstasi tersebut.
“Pemilik tempat berinisial B sekarang sudah diamankan dan ditahan di Polresta Pekanbaru,” kata Noki Loviko menegaskan. Polisi masih mendalami hubungan pemilik lokasi dengan pelaku yang berhasil kabur saat operasi penggerebekan berlangsung malam itu. Pemeriksaan juga dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan pengedar lain dalam kawasan tersebut.
Razia gabungan kemudian berlanjut menuju sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Kota Pekanbaru setelah penggerebekan tenda biru selesai. Polisi mendatangi lokasi hiburan malam Sago KTV dan RP guna melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjung. Tim gabungan memeriksa identitas serta melakukan tes urine acak demi memastikan lokasi bebas penyalahgunaan narkoba.
Suasana tempat hiburan malam mendadak berubah tegang ketika petugas memasuki area pemeriksaan tengah malam tersebut. Pengunjung terlihat diminta antre menjalani tes urine sambil diawasi aparat kepolisian bersenjata lengkap dalam operasi gabungan. Pemeriksaan berlangsung cukup tertib meski sempat menarik perhatian para pengunjung tempat hiburan malam tersebut.
“Hasil pemeriksaan urine seluruh pengunjung tempat hiburan malam menunjukkan hasil negatif narkoba,” ujar Noki Loviko. Polisi memastikan operasi tersebut merupakan langkah pencegahan terhadap peredaran narkoba kawasan hiburan malam Kota Pekanbaru. Razia serupa disebut akan terus dilakukan secara berkala demi mempersempit ruang gerak pengedar narkotika.
Operasi malam tersebut menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk memperkuat pengawasan terhadap titik rawan peredaran narkoba di wilayah Pekanbaru. Jalan SM Amin selama ini memang kerap dikaitkan dengan aktivitas transaksi narkotika skala kecil hingga menengah di kawasan kota. Warga sekitar beberapa kali melaporkan aktivitas mencurigakan keluar-masuk di lokasi tenda biru tersebut.
Polisi menilai keterlibatan masyarakat sangat membantu membongkar aktivitas peredaran narkoba tersembunyi dalam kawasan permukiman kota. Informasi warga menjadi petunjuk penting bagi aparat sebelum melakukan penggerebekan mendadak terhadap lokasi mencurigakan. Operasi gabungan Tim RAGA dan Satresnarkoba juga dipastikan terus menyasar titik rawan lainnya.
Kasus ini kembali membuka kenyataan keras mengenai peredaran narkoba yang masih mengintai kawasan perkotaan Pekanbaru saat ini. Penggunaan bangunan sederhana hingga tenda kecil sering dipakai pengedar untuk menghindari perhatian aparat keamanan sekitar lokasi. Polisi kini terus memburu pelaku yang kabur sambil menelusuri kemungkinan jaringan lebih besar di belakang kasus tersebut. R-02

