110 Jemaah Haji Kepulauan Meranti Tuntaskan Pelunasan Dam, Langkah Ibadah Kian Sempurna di Tanah Suci
Perjalanan panjang penuh harapan akhirnya membawa 110 jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti tiba di Tanah Suci. Foto : Istimewa
Mekkah, SABANGMERAUKE NEWS - Perjalanan panjang penuh harapan akhirnya membawa 110 jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti tiba di Tanah Suci.
Pada Kamis, 7 Mei 2026 lalu, rombongan jemaah yang selama ini menanti panggilan suci itu akhirnya sampai di Kota Madinah dengan selamat. Di tengah rasa haru dan lelah perjalanan, syukur menjadi hal yang paling banyak terucap dari bibir para jemaah maupun keluarga yang menanti kabar dari kampung halaman.
Koordinator Ibadah Jemaah Kepulauan Meranti, Mustafa, mengatakan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi sehat.
Kabar itu menjadi penenang bagi keluarga di rumah yang sejak awal terus memanjatkan doa agar perjalanan ibadah orang-orang tercinta mereka berjalan lancar.
“Mari kita bersyukur, seluruh jemaah dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci itu sendiri tidak sepenuhnya berjalan mulus sesuai jadwal awal. Sebelumnya, rombongan jemaah sempat dijadwalkan berangkat lebih cepat. Namun keberangkatan harus tertunda sehari karena menunggu satu rombongan lain yang mengalami penundaan perjalanan dari Batam menuju Madinah.
Meski demikian, penantian itu tidak mengurangi semangat para jemaah.
Dengan penuh kesabaran, mereka tetap menjalani seluruh proses perjalanan menggunakan bus bersama rombongan kloter 6 menuju Kota Mekkah.
Pada waktu itu, rombongan diberangkatkan sekitar pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Dalam perjalanan menuju Mekkah, para jemaah terlebih dahulu singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat dan memasang niat umrah.
Tempat itu menjadi titik penting dalam perjalanan spiritual mereka. Di sanalah niat suci diucapkan, menjadi awal langkah menuju ibadah yang selama bertahun-tahun mereka impikan.
Perjalanan dari Madinah menuju kawasan miqat itu menempuh jarak sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi.
Di sepanjang perjalanan, lantunan doa dan talbiyah mulai terdengar dari bibir para jemaah. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan ketika akhirnya mereka benar-benar berada di tanah yang selama ini hanya mereka lihat dari cerita dan tayangan televisi.
Sesampainya di Kota Mekkah, seluruh jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti langsung menuntaskan ibadah umrah wajib.
Yang membuat suasana semakin mengharukan, seluruh jemaah—baik yang masih kuat berjalan maupun yang harus menggunakan kursi roda berhasil menyelesaikan rangkaian ibadah dengan lancar.
Di tengah lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia, ada wajah-wajah sederhana dari kampung pesisir Kepulauan Meranti yang hari itu menitikkan air mata syukur di depan Ka’bah.
Bagi sebagian dari mereka, perjalanan ini bukan hanya tentang ibadah. Tetapi juga tentang penantian panjang, tabungan bertahun-tahun, doa yang tak pernah putus, dan harapan untuk pulang membawa keberkahan bagi keluarga di rumah.
Dan dari Tanah Suci itu, doa-doa dari masyarakat kecil pesisir Meranti kini perlahan terbang menuju langit, membawa harapan agar perjalanan suci mereka terus diberi kesehatan, kemudahan, dan menjadi haji yang mabrur.
Di tengah padatnya rangkaian ibadah di Tanah Suci, satu per satu kewajiban para jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti mulai dituntaskan dengan penuh khidmat.
Setelah seluruh rangkaian umrah wajib selesai dilaksanakan di Kota Mekkah, kini seluruh jamaah calon Haji Kepulauan Meranti juga telah menyelesaikan pembayaran dan pelunasan Dam sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Haji Tamattu’.
Kabar itu kembali disampaikan Koordinator Ibadah Jamaah Kepulauan Meranti, Mustafa, melalui pesan suara singkat pada Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, seluruh jemaah asal Meranti yang berjumlah 110 orang menjalankan Haji Tamattu’, yakni melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum memasuki rangkaian ibadah haji.
“Seluruh JCH Meranti telah melakukan pembayaran atau pelunasan Dam. Karena 110 JCH Meranti menjalankan Haji Tamattu’,” ujarnya.
Bagi sebagian masyarakat, istilah Dam mungkin terdengar asing. Namun dalam pelaksanaan ibadah haji, Dam merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh jemaah tertentu, termasuk mereka yang menjalankan Haji Tamattu’.
Dam menjadi bentuk tanggung jawab ibadah yang nantinya diwujudkan melalui penyembelihan hewan qurban seperti kambing atau unta di Tanah Suci.
Di balik prosesi itu, tersimpan makna pengorbanan, kepatuhan, dan kesungguhan para jemaah dalam menyempurnakan ibadah mereka.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Meranti, Surasman, menjelaskan bahwa proses pembayaran Dam dilakukan secara kolektif melalui mukarrom atau ketua kelompok pendamping jemaah.
Dalam sistem tersebut, satu regu biasanya terdiri dari paling banyak 10 orang, sementara satu rombongan dapat mencapai 45 orang.
“Pembayarannya dilakukan kolektif melalui mukarrom. Biayanya tidak dibebankan lagi kepada JCH. Sebab dari sisa ONH ada sekitar 700 dirham uang JCH yang penggunaannya untuk membayar Dam ini,” terang Surasman saat dikonfirmasi, Senin malam (11/5/2026).
Ia menjelaskan, pada saat pelunasan, para jemaah hanya tinggal melaksanakan akad yang diwakili oleh ketua rombongan.
Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk pembelian hewan qurban yang kemudian disembelih sesuai ketentuan ibadah haji.
“Dam ini nantinya akan dilakukan pembelian hewan qurban untuk disembelih. Bisa kambing, atau bisa saja unta,” tuturnya.
Di balik seluruh proses administrasi dan ibadah itu, ada perjuangan panjang yang mungkin tak terlihat oleh banyak orang.
Sebagian jemaah asal Kepulauan Meranti adalah masyarakat sederhana dari kampung-kampung pesisir. Ada yang menabung bertahun-tahun dari hasil berkebun, melaut, berdagang kecil, bahkan menyisihkan penghasilan sedikit demi sedikit demi memenuhi panggilan suci ke Tanah Haram.
Kini, ketika seluruh kewajiban ibadah mulai mereka tuntaskan satu per satu, rasa syukur itu semakin terasa lengkap.
Di bawah langit Mekkah, mereka bukan lagi sekadar warga dari daerah pesisir kecil di ujung Riau. Mereka adalah tamu Allah yang sedang berusaha menyempurnakan ibadah dengan seluruh kemampuan dan keikhlasan yang mereka miliki. (R-01)

