Kabar Buruk Petani Mitra Swadaya, Harga TBS Umur 9 Tahun Jatuh Paling Dalam
Ilustrasi pekerja memuat buah sawit di dalam truk. (antarafoto)
RIAU, SabangMerauke News - Harga tandan buah segar kelapa sawit Riau kembali melemah memasuki pertengahan Mei 2026. Penurunan harga tersebut langsung menjadi perhatian petani swadaya setelah angka pembelian turun cukup terasa pekan ini. Dinas Perkebunan Riau mencatat kelompok umur sembilan tahun mengalami penurunan paling dalam dibandingkan dengan kelompok lainnya.
Pelaksana Tugas Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, mengumumkan harga terbaru yang berlaku mulai Selasa, 13 Mei 2026. Harga TBS sawit umur sembilan tahun turun Rp 47,73 per kilogram dibandingkan dengan periode sebelumnya. Nilai penurunan itu setara 1,23 persen dan membuat harga pembelian menjadi Rp3.832,65 per kilogram.
“Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok umur sembilan tahun pekan ini,” ujar Vera Virgianti, Selasa, 12 Mei 2026. Harga cangkang sawit juga tercatat berada pada posisi Rp22,66 per kilogram selama periode berjalan. Kondisi tersebut muncul saat pasar kernel mengalami tekanan cukup tajam dalam beberapa hari terakhir.
Dinas Perkebunan Riau mencatat indeks K periode kali ini berada pada angka 92,22 persen. Harga penjualan crude palm oil atau CPO justru mengalami kenaikan sebesar Rp69,63 per kilogram dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Namun, harga kernel turun tajam mencapai Rp1.253 per kilogram sehingga menekan harga sawit petani.
Situasi pasar sawit pekan ini terasa seperti jalan mulus mendadak berubah penuh lubang dalam semalam. Harga kernel yang melemah membuat semangat sebagian petani ikut goyah saat memasuki musim panen. Kebun sawit tetap hijau memanjang, namun wajah petani mulai dipenuhi hitungan biaya harian yang semakin berat.
“Harga rata-rata CPO KPBN periode ini mencapai Rp15.472,50 per kilogram,” kata Vera Virgianti. Harga kernel KPBN tercatat berada pada angka Rp15.525 per kilogram selama periode penetapan berjalan. Data tersebut digunakan sebagai dasar penetapan setelah beberapa PKS tidak melakukan penjualan.
Disbun Riau menjelaskan penggunaan harga rata-rata mengikuti aturan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16. Ketentuan itu dipakai saat perusahaan kelapa sawit tidak melakukan transaksi penjualan pada periode tertentu. Jika validasi kedua terjadi, harga rata-rata KPBN langsung dijadikan acuan resmi penetapan.
Langkah penyesuaian harga tersebut disebut sebagai bagian pembenahan tata kelola sawit kemitraan swadaya di Riau. Pemerintah daerah bersama Kejaksaan Tinggi Riau terus mengawal mekanisme penetapan agar berlangsung lebih terbuka. Petani diharapkan tetap memperoleh harga sesuai kondisi pasar sebenarnya tanpa permainan angka yang merugikan.
“Komitmen bersama ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sawit Riau,” ujar Vera Virgianti. Pernyataan itu muncul saat sebagian petani mulai khawatir menghadapi fluktuasi harga beberapa pekan terakhir. Penurunan kecil tetap terasa besar ketika biaya pupuk dan kebutuhan kebun terus bergerak naik.
Harga sawit umur tiga tahun pada periode terbaru ditetapkan Rp2.972,21 per kilogram untuk petani kemitraan swadaya. Kelompok umur empat tahun berada pada angka Rp3.311,85 per kilogram selama pekan berjalan ini. Harga sawit umur lima tahun tercatat mencapai Rp3.551 per kilogram sesuai keputusan tim penetapan.
Kelompok umur enam tahun berada pada harga Rp3.686,86 per kilogram selama periode berjalan pekan ini. Harga sawit umur tujuh tahun tercatat Rp3.770,36 per kilogram dan umur delapan tahun Rp3.815,65. Angka tersebut menunjukkan rentang harga masih bergerak mengikuti usia produktif tanaman sawit petani.
Sementara itu, kelompok umur sepuluh hingga dua puluh tahun berada pada harga Rp3.794,46 per kilogram. Harga sawit umur dua puluh satu tahun ditetapkan Rp3.732,20 per kilogram selama periode berjalan. Semakin tua usia tanaman, harga perlahan bergerak turun mengikuti kualitas produksi tandan buah segar.
Sawit umur dua puluh dua tahun berada pada harga Rp3.660,04 per kilogram selama pekan ini berlangsung. Kelompok umur dua puluh tiga tahun tercatat Rp3.577,97 per kilogram dan umur dua puluh empat tahun Rp3.515,71. Penurunan terus berlanjut hingga kelompok tanaman tua memasuki usia tiga puluh tahun.
Harga sawit umur dua puluh lima tahun berada pada posisi Rp3.464,77 per kilogram selama penetapan terbaru. Kelompok umur dua puluh enam tahun ditetapkan Rp3.446,37 per kilogram dan umur dua puluh tujuh tahun Rp3.418,08. Sedangkan umur dua puluh delapan tahun berada pada angka Rp3.364,31 per kilogram.
Harga sawit umur dua puluh sembilan tahun tercatat Rp3.324,69 per kilogram pada pekan pertengahan Mei 2026. Kelompok umur tiga puluh tahun menjadi harga terendah dengan angka Rp3.234,12 per kilogram. Data tersebut langsung menjadi pegangan petani saat melakukan transaksi bersama perusahaan kelapa sawit.
Penurunan harga sawit pekan ini memang tidak terlalu dalam dibandingkan dengan guncangan awal tahun lalu. Namun, situasi pasar global membuat petani tetap memantau perkembangan harga setiap hari dengan perasaan campur aduk. Kebun sawit masih menjadi napas ekonomi ribuan keluarga di Riau hingga hari ini. R-02

