SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Rp1 Miliar Ludes, Tiket Tak Terbit! Bos Travel Bongkar Nama Oknum di Balik Gagalnya Pesparawi Kepri

      Rp1 Miliar Ludes, Tiket Tak Terbit! Bos Travel Bongkar Nama Oknum di Balik Gagalnya Pesparawi Kepri

      29/06/2026  ❘  19:13 WIB
    • Drama Pesparawi Kepri Berujung Laporan Polisi, Dugaan Masalah Tiket Rp1 Miliar Mulai Diusut

      Drama Pesparawi Kepri Berujung Laporan Polisi, Dugaan Masalah Tiket Rp1 Miliar Mulai Diusut

      29/06/2026  ❘  18:59 WIB
    • Kabar Panas OTT KPK di Kuansing, Brimob Bersenjata Amankan Rumah Dinas Sekda Zulkarnain

      Kabar Panas OTT KPK di Kuansing, Brimob Bersenjata Amankan Rumah Dinas Sekda Zulkarnain

      29/06/2026  ❘  18:09 WIB
    • Bos Travel Buka Suara Soal Gagalnya PSW Pesparawi Kepri Terbang ke Manokwari, Sebut Oknum Staf DPRD

      Bos Travel Buka Suara Soal Gagalnya PSW Pesparawi Kepri Terbang ke Manokwari, Sebut Oknum Staf DPRD

      29/06/2026  ❘  18:07 WIB
  • Nasional
    • Bos Perusahaan Sawit Ditahan, Polisi Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Bernilai Besar

      Bos Perusahaan Sawit Ditahan, Polisi Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Bernilai Besar

      29/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Lulusan Disabilitas Kini Bisa Ikut Daftar

      Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Lulusan Disabilitas Kini Bisa Ikut Daftar

      29/06/2026  ❘  15:25 WIB
    • Kemenperin Ungkap Kawasan Industri Indonesia Tembus 179, Investasi Melonjak Rp6.744 Triliun

      Kemenperin Ungkap Kawasan Industri Indonesia Tembus 179, Investasi Melonjak Rp6.744 Triliun

      29/06/2026  ❘  15:23 WIB
    • Roy Suryo Ajukan Praperadilan atas Penggeledahan Rumah dan Penangkapan

      Roy Suryo Ajukan Praperadilan atas Penggeledahan Rumah dan Penangkapan

      29/06/2026  ❘  14:13 WIB
  • Ekonomi
    • IHSG Ditutup Turun 1,28 Persen ke Level 5.820, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

      IHSG Ditutup Turun 1,28 Persen ke Level 5.820, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

      29/06/2026  ❘  18:36 WIB
    • Minyak Jinak, Rupiah Mengamuk! Pasar Keuangan Indonesia Bikin Dolar Kehilangan Tenaga

      Minyak Jinak, Rupiah Mengamuk! Pasar Keuangan Indonesia Bikin Dolar Kehilangan Tenaga

      29/06/2026  ❘  18:28 WIB
    • Wujudkan Pernikahan Impian dengan Paket Intimate Wedding Mulai Rp 36 Juta di BATIQA Hotel Pekanbaru

      Wujudkan Pernikahan Impian dengan Paket Intimate Wedding Mulai Rp 36 Juta di BATIQA Hotel Pekanbaru

      29/06/2026  ❘  16:07 WIB
    • Antusiasme Tamu Tinggi, Promo Pekan Rasa Nusantara di BATIQA Hotel Pekanbaru Kini Hadir Setiap Hari

      Antusiasme Tamu Tinggi, Promo Pekan Rasa Nusantara di BATIQA Hotel Pekanbaru Kini Hadir Setiap Hari

      29/06/2026  ❘  15:50 WIB
  • Politik
    • Ganjar Buka Suara usai Jokowi Pasang Target Besar untuk PSI di Pemilu 2029

      Ganjar Buka Suara usai Jokowi Pasang Target Besar untuk PSI di Pemilu 2029

      29/06/2026  ❘  10:06 WIB
    • Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      27/06/2026  ❘  21:00 WIB
    • PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      27/06/2026  ❘  14:47 WIB
    • Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      26/06/2026  ❘  18:14 WIB
  • Hukrim
    • Kuansing Memanas! Bupati Dikabarkan Diperiksa KPK, Deretan Pejabat Ikut Menghilang dari Publik

      Kuansing Memanas! Bupati Dikabarkan Diperiksa KPK, Deretan Pejabat Ikut Menghilang dari Publik

      29/06/2026  ❘  18:12 WIB
    • Teluk Kuantan Mendadak Sunyi! Pagar Ditutup, Isu OTT KPK Bikin Semua Membeku

      Teluk Kuantan Mendadak Sunyi! Pagar Ditutup, Isu OTT KPK Bikin Semua Membeku

      29/06/2026  ❘  14:39 WIB
    • Drama Berakhir, Terduga Penganiaya Maut di Depan SPBU Pekanbaru Datang Sendiri ke Polisi

      Drama Berakhir, Terduga Penganiaya Maut di Depan SPBU Pekanbaru Datang Sendiri ke Polisi

      29/06/2026  ❘  08:45 WIB
    • Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Mandau, Dua Pria Ditangkap dalam Satu Operasi

      Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Mandau, Dua Pria Ditangkap dalam Satu Operasi

      28/06/2026  ❘  15:46 WIB
  • Umum
    • 5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang, Orang Tua Wajib Tahu!

      5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang, Orang Tua Wajib Tahu!

      29/06/2026  ❘  13:11 WIB
    • Dokter Ungkap Rahasia Pijat Perut 5 Menit Saat Bangun Tidur, Mood Bisa Lebih Baik dan Pencernaan Lancar

      Dokter Ungkap Rahasia Pijat Perut 5 Menit Saat Bangun Tidur, Mood Bisa Lebih Baik dan Pencernaan Lancar

      29/06/2026  ❘  08:58 WIB
    • Kentang vs Nasi, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Gula Darah? Simak Penjelasan Ahli

      Kentang vs Nasi, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Gula Darah? Simak Penjelasan Ahli

      29/06/2026  ❘  07:26 WIB
    • Viral Dokter Sebut Betis Adalah

      Viral Dokter Sebut Betis Adalah 'Jantung Kedua', Ini Penjelasan Medis yang Jarang Diketahui

      29/06/2026  ❘  07:24 WIB
  • Riau
    • Susun Rencana Kontingensi Terukur, Sesko TNI Terjunkan Pasis Dikreg 55 ke Riau

      Susun Rencana Kontingensi Terukur, Sesko TNI Terjunkan Pasis Dikreg 55 ke Riau

      29/06/2026  ❘  20:38 WIB
    • Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Pemprov Riau Bentuk 6 Satgas Lintas Sektor

      Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Pemprov Riau Bentuk 6 Satgas Lintas Sektor

      29/06/2026  ❘  20:35 WIB
    • Pemprov Riau Ajak Perguruan Tinggi Swasta Perkuat Mutu Pendidikan dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

      Pemprov Riau Ajak Perguruan Tinggi Swasta Perkuat Mutu Pendidikan dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

      29/06/2026  ❘  20:29 WIB
    • SF Hariyanto Buka Peta Ancaman Riau, Enam Satgas Langsung Bergerak dari Hutan Sampai Laut

      SF Hariyanto Buka Peta Ancaman Riau, Enam Satgas Langsung Bergerak dari Hutan Sampai Laut

      29/06/2026  ❘  19:57 WIB
  • Sport
    • Jajaran Pelatih Lengkap, PSPS Mulai Seleksi Pemain Pertengahan Juli

      Jajaran Pelatih Lengkap, PSPS Mulai Seleksi Pemain Pertengahan Juli

      29/06/2026  ❘  16:26 WIB
    • PSPS Pekanbaru Kunci Antonio Gamaroni, Striker Spesialis Gol Menit Akhir Resmi Lanjut Musim 2026/2027

      PSPS Pekanbaru Kunci Antonio Gamaroni, Striker Spesialis Gol Menit Akhir Resmi Lanjut Musim 2026/2027

      29/06/2026  ❘  13:28 WIB
    • Jelang Lawan Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Terseret Dugaan Pemerkosaan

      Jelang Lawan Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Terseret Dugaan Pemerkosaan

      29/06/2026  ❘  11:38 WIB
    • Drama Injury Time! Kanada Bungkam Afrika Selatan dan Lolos ke 16 Besar

      Drama Injury Time! Kanada Bungkam Afrika Selatan dan Lolos ke 16 Besar

      29/06/2026  ❘  11:35 WIB
  • Opini
    • Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      29/06/2026  ❘  11:22 WIB
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
  • Internasional
    • Serangan Ukraina Bikin Rusia Kekurangan Bahan Bakar, Putin Akhirnya Buka Suara

      Serangan Ukraina Bikin Rusia Kekurangan Bahan Bakar, Putin Akhirnya Buka Suara

      29/06/2026  ❘  08:53 WIB
    • Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      28/06/2026  ❘  12:47 WIB
    • Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      27/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      27/06/2026  ❘  12:48 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Dua Pekan Panglong Arang di Kepulauan Meranti Ditutup, Rakyat Menahan Lapar, Akhirnya Wakil Rakyat di DPRD Bersuara

Ali Imran 12/05/2026  ❘  00:00 WIB • Riau
Bagikan :
Dua Pekan Panglong Arang di Kepulauan Meranti Ditutup, Rakyat Menahan Lapar, Akhirnya Wakil Rakyat di DPRD Bersuara

Hearing di Komisi II DPRD Kepulauan Meranti berupaya mencari solusi di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman hilangnya ribuan lapangan pekerjaan akibat penertiban kilang arang mangrove, Senin (11/5/2026). Foto: SM News/Ali Imran

RIAU, SabangMerauke News - Sudah hampir dua minggu polemik penertiban aktivitas panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti berlalu. Namun bagi ribuan masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup di sektor tersebut, waktu terasa berjalan jauh lebih panjang dan berat.

Sejak tungku-tungku arang itu berhenti menyala, perlahan dapur-dapur warga pun mulai kehilangan asapnya sendiri. Banyak pekerja kehilangan penghasilan harian. Perahu pengangkut tak lagi beroperasi. Penebang kehilangan pembeli. Buruh dapur kehilangan upah. Bahkan ada keluarga yang mulai kesulitan membeli kebutuhan pokok untuk bertahan hidup.

Yang paling memilukan, di tengah kondisi itu ada anak-anak yang terpaksa diliburkan sekolah karena orang tua mereka benar-benar tak lagi memiliki biaya. Situasi itu sempat berjalan dalam sunyi.

Di saat masyarakat kecil berjibaku mencari cara agar tetap bisa makan, perhatian dari pihak eksekutif maupun legislatif nyaris tak terlihat. Belum ada langkah nyata yang benar-benar menyentuh langsung warga terdampak. Masyarakat seperti dibiarkan menghadapi kesulitannya sendiri.

Beruntung di tengah keadaan itu masih ada tangan-tangan kecil yang memilih hadir. Sejumlah pelaku UMKM dan komunitas masyarakat turun langsung berbagi rezeki kepada warga terdampak. Mereka datang membawa makanan, bantuan sembako, hingga sekadar mendengarkan keluh kesah masyarakat yang mulai kehilangan harapan.

Bantuan itu mungkin tidak besar. Namun bagi warga yang sudah beberapa hari hidup dalam kecemasan, perhatian kecil itu terasa sangat berarti.

Dan setelah hampir dua minggu polemik itu bergulir, wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti akhirnya mulai bersikap dan memberikan sedikit perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.

Meski terlambat, masyarakat tetap berharap ada langkah nyata yang bisa menghadirkan solusi, bukan sekadar pernyataan.

Karena bagi masyarakat pesisir di Meranti, persoalan ini bukan lagi sekadar tentang arang atau penertiban. Ini sudah menyangkut bagaimana mereka bisa bertahan hidup esok hari.

Dan ketika rakyat kecil mulai kesulitan makan, sesungguhnya yang sedang diuji bukan hanya kekuatan ekonomi mereka—tetapi juga sejauh mana pemangku kebijakan benar-benar hadir di tengah kesusahan masyarakatnya.

Melalui hearing yang berlangsung di Sekretariat DPRD Kepulauan Meranti, Senin (11/5/2026) sore, Komisi II DPRD berupaya mencari solusi di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman hilangnya ribuan lapangan pekerjaan.

Hearing tersebut dipimpin Ketua Komisi II Syaifi Hasan didampingi Wakil Ketua Mulyono dan Sekretaris Jani Pasaribu. Turut hadir anggota Komisi II lainnya yakni Sopandi, Pauzi, Lianita Muharni, Al Amin, dan Suji Hartono.

Pertemuan itu juga menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Pendapatan, Ketenagakerjaan, UMKM, Perkimtan-LH, Perikanan, Bagian Hukum, hingga pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) atau UPT Kehutanan Provinsi. Selain itu, sejumlah koperasi yang bergerak di sektor panglong arang di Kepulauan Meranti turut dipanggil untuk dimintai penjelasan.

Usai menggelar hearing terkait polemik penertiban panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Antoni Shidarta, akhirnya angkat bicara.

Di tengah kegelisahan ribuan masyarakat yang selama hampir dua minggu terakhir hidup dalam ketidakpastian, DPRD menegaskan bahwa persoalan panglong arang tidak bisa dipandang semata-mata dari sisi hukum tanpa melihat dampak sosial yang kini dirasakan masyarakat kecil.

Sebab di balik penertiban itu, ada ribuan kepala keluarga yang hari ini sedang berjuang mempertahankan hidup.

Menurut Antoni Shidarta, perlindungan lingkungan hidup memang menjadi tanggung jawab bersama. Namun di sisi lain, pemerintah juga wajib hadir untuk memastikan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas panglong arang tidak dibiarkan kehilangan sumber penghasilan tanpa solusi yang jelas.

Ia menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 1.726 tenaga kerja yang selama ini bergantung pada aktivitas koperasi panglong arang di daerah tersebut.

Angka itu bukan sekadar data statistik. Di dalamnya ada ribuan cerita tentang para ayah yang setiap hari bekerja demi membeli beras, ibu-ibu yang bertahan mengatur kebutuhan rumah tangga, hingga anak-anak yang menggantungkan biaya sekolah dari pekerjaan orang tuanya di sektor tersebut.

Dan ketika aktivitas itu tiba-tiba berhenti, maka yang terguncang bukan hanya ekonomi, tetapi juga ketenangan hidup masyarakat pesisir.

“DPRD menghormati seluruh proses penegakan hukum yang menjadi kewenangan aparat kepolisian dari Polda. Sementara itu, DPRD fokus mendorong solusi agar masyarakat tetap memperoleh kepastian pekerjaan, koperasi mendapatkan kejelasan legalitas, dan pemerintah dapat menghadirkan jalan tengah yang berpihak kepada masyarakat serta tetap sesuai aturan yang berlaku,” ujar Antoni Shidarta.

Sebagai langkah awal, DPRD merekomendasikan agar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kepulauan Meranti bersama instansi terkait melakukan pendataan rinci terhadap para pekerja terdampak.

Pendataan itu bukan hanya mencatat jumlah pekerja, tetapi juga memetakan kemampuan dan keterampilan mereka agar pemerintah dapat menyiapkan alternatif pekerjaan maupun program pemberdayaan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurut Antoni, kondisi warga terdampak khususnya di Desa Sesap saat ini cukup memprihatinkan.

Sebagian besar masyarakat di sana selama ini hidup dari pekerjaan serabutan dan aktivitas di panglong arang. Ketika sektor itu berhenti, maka penghasilan mereka pun ikut hilang.

Karena itu, DPRD juga berencana menyurati Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti agar masyarakat terdampak bisa memperoleh bantuan dan perhatian dari pemerintah.

“Skill masyarakat berbeda-beda. Ada yang memang pekerja kasar, ada juga yang memiliki kemampuan lain. Nanti akan didata lagi dan dikelompokkan supaya program bantuan maupun pelatihannya tepat,” katanya.

Tak hanya itu, DPRD juga membuka peluang koordinasi lintas sektor dengan sejumlah dinas seperti Perikanan dan UMKM untuk menyiapkan pelatihan kerja baru jika nantinya aktivitas panglong arang benar-benar tidak dapat kembali beroperasi.

Bagi DPRD, persoalan ini tidak boleh dibiarkan menjadi luka sosial berkepanjangan.

“Kami tidak tinggal diam. Kami ingin masyarakat bisa bekerja kembali dan lapangan pekerjaan di Kepulauan Meranti tetap bertambah,” tegas Antoni Shidarta.

Ia juga mengungkapkan, mayoritas pekerja yang terdampak berasal dari wilayah operasional Koperasi Silpa dan Koperasi Silpa Aulia.

Kini masyarakat hanya berharap, perhatian yang mulai muncul itu benar-benar diikuti langkah nyata. Karena bagi warga kecil di pesisir, mereka tidak hanya membutuhkan simpati namun mereka membutuhkan kepastian untuk bisa kembali hidup.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Mulyono, menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya menyoroti persoalan hilangnya mata pencaharian masyarakat akibat penertiban panglong arang.

Di balik polemik itu, DPRD juga menemukan persoalan lain yang dinilai cukup memprihatinkan, yakni dugaan adanya pekerja di bawah umur di sejumlah lokasi panglong arang.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak dan perlu dilakukan pendataan ulang secara menyeluruh untuk memastikan apakah para pekerja yang berada di lapangan memang sudah layak bekerja atau belum.

“Kita minta nanti dicek lagi terkait pekerja di bawah umur. Itu perlu ditinjau ulang,” kata Mulyono.

Pernyataan itu menambah panjang daftar persoalan yang selama ini seolah tersembunyi di balik aktivitas panglong arang di pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sebab bagi sebagian keluarga di daerah pesisir, keterbatasan ekonomi kadang membuat anak-anak ikut turun membantu orang tua bekerja demi menambah penghasilan keluarga. Sebuah kenyataan pahit yang lahir bukan karena pilihan, tetapi karena tekanan hidup yang terus menghimpit.

Karena itu, menurut Mulyono, persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara setengah-setengah.

Selain membahas penegakan hukum dan legalitas usaha, DPRD juga meminta pemerintah daerah benar-benar hadir menyiapkan solusi sosial bagi masyarakat yang terdampak.

Ia mengatakan, DPRD akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti dan dinas terkait lainnya untuk menyiapkan bantuan maupun pelatihan kerja bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat penertiban tersebut.

Di sisi lain, DPRD juga menyoroti kejelasan legalitas koperasi dan izin operasional panglong arang yang selama ini beroperasi di wilayah Meranti.

Menurut Mulyono, jika memang koperasi memiliki izin dan legalitas yang jelas, maka aktivitas usaha seharusnya dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun apabila ditemukan kekurangan dalam aspek perizinan, maka hal itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama tanpa mengorbankan masyarakat kecil sebagai pihak yang paling terdampak.

“Legalitas dan kesesuaian izin operasional perlu diverifikasi secara menyeluruh agar terdapat kepastian hukum bagi seluruh pihak. Jika seluruh ketentuan telah dipenuhi, maka perlu dicarikan solusi yang sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Bagi DPRD, hearing yang digelar itu bukan akhir dari pembahasan, melainkan baru langkah awal untuk mencari jalan keluar yang lebih adil bagi semua pihak.

Mulyono menegaskan, DPRD akan kembali menggelar rapat lanjutan pada pekan depan. Dalam pertemuan tersebut, pihak koperasi dan pihak terkait lainnya akan diminta memberikan penjelasan lebih rinci terkait tanggung jawab terhadap pekerja, sistem pengupahan, hingga standar kerja yang diterapkan selama ini.

“Kita ingin pekerja di panglong arang ini punya standar yang jelas, termasuk soal gaji apakah sudah sesuai UMR atau belum,” pungkasnya.

Meski demikian, DPRD juga menegaskan bahwa perlindungan lingkungan dan kelestarian kawasan mangrove tetap menjadi perhatian penting dalam seluruh pembahasan tersebut.

Karena pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar tentang menghentikan atau membiarkan aktivitas panglong arang berjalan. Tetapi tentang bagaimana menemukan titik keseimbangan antara menjaga alam dan menjaga kehidupan masyarakat pesisir yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di sektor itu.

Sebab jika lingkungan harus diselamatkan, maka manusia yang hidup di dalamnya juga tidak boleh ditinggalkan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :PenutupanPanglong arangKepulauan MerantiDPRDHearingSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Pj Sekda Rakor Bersama Mendagri, Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi di Pekanbaru

    Pj Sekda Rakor Bersama Mendagri, Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi di Pekanbaru

    Ekonomi •
    11/05/2026 ❘ 19:53 WIB
  • Pemko Pekanbaru dan DPRD Setujui Ranperda PSPD Menjadi Perda

    Pemko Pekanbaru dan DPRD Setujui Ranperda PSPD Menjadi Perda

    Riau •
    11/05/2026 ❘ 19:32 WIB
  • Timsel KI Riau Umumkan 15 Peserta Lolos Wawancara, Tahap Berikutnya Bikin Tegang

    Timsel KI Riau Umumkan 15 Peserta Lolos Wawancara, Tahap Berikutnya Bikin Tegang

    Riau •
    11/05/2026 ❘ 18:09 WIB
  • Marwah Perempuan Riau Terancam, Pemerintah Ajukan Aturan Baru Demi Hajar Pelaku

    Marwah Perempuan Riau Terancam, Pemerintah Ajukan Aturan Baru Demi Hajar Pelaku

    Riau •
    11/05/2026 ❘ 18:01 WIB
  • Samsat Riau Resmi Hapus Syarat KTP Pemilik Pertama, Tapi Ada Ancaman Blokir Data

    Samsat Riau Resmi Hapus Syarat KTP Pemilik Pertama, Tapi Ada Ancaman Blokir Data

    Riau •
    11/05/2026 ❘ 17:54 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    26/06/2026  ❘  11:40 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
  • Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    20/06/2026  ❘  15:43 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan