Pemerintah Catat 24 Jemaah Haji Indonesia Wafat Hingga 11 Mei 2026
Jumlah jemaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi kembali bertambah menjelang fase puncak ibadah haji. Pemerintah mencatat total korban meninggal mencapai 24 orang hingga Senin, 11 Mei 2026. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Jumlah jemaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi kembali bertambah menjelang fase puncak ibadah haji. Pemerintah mencatat total korban meninggal mencapai 24 orang hingga Senin, 11 Mei 2026. Puluhan jemaah lain masih menjalani perawatan intensif akibat gangguan kesehatan selama berada di tanah suci.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengumumkan tambahan satu jemaah wafat pada Minggu, 10 Mei 2026. Jemaah tersebut bernama Qasiyani Sigito Tarmidi berasal dari embarkasi Medan KNO-8. Almarhum tercatat berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara, selama mengikuti rangkaian ibadah haji tahun ini.
Juru bicara kementerian, Maria Assegaff, menyampaikan kabar duka melalui konferensi pers daring. Pernyataan tersebut disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi kementerian pada Senin, 11 Mei 2026. Maria meminta seluruh jemaah tetap menjaga kondisi fisik menjelang fase ibadah paling berat.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, terdapat satu jemaah wafat atas nama Qasiyani Sigito Tarmidi,” ujar Maria. Maria memastikan total jemaah Indonesia meninggal dunia kini mencapai 24 orang selama penyelenggaraan haji berlangsung. Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga jemaah wafat di tanah air.
Selain laporan korban meninggal, pemerintah memaparkan kondisi layanan kesehatan terkini selama operasional ibadah haji berlangsung. Sebanyak 67 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan intensif pada sejumlah rumah sakit Arab Saudi. Petugas kesehatan haji terus melakukan pemantauan aktif terhadap kondisi seluruh jemaah selama berada di tanah suci.
“Hingga saat ini, 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi,” kata Maria. Petugas kesehatan tetap memberikan pendampingan pada hotel, sektor pelayanan, serta fasilitas kesehatan rujukan setempat. Pemerintah menilai peningkatan jumlah jemaah sakit memerlukan perhatian serius menjelang puncak ibadah Armuzna.
Fase Armuzna mencakup perjalanan ibadah menuju Arafah, Muzdalifah, serta Mina selama beberapa hari berturut-turut. Aktivitas tersebut menguras energi besar karena suhu panas ekstrem dan mobilitas jemaah sangat tinggi. Pemerintah meminta seluruh jemaah tidak memaksakan aktivitas berlebihan selama menjalani tahapan ibadah tersebut.
“Kedisiplinan jemaah menjadi kunci agar seluruh layanan berjalan aman selama fase puncak haji,” tegas Maria. Pemerintah mengingatkan jemaah mematuhi pengaturan pergerakan demi menghindari kelelahan ekstrem selama berada di Arab Saudi. Jemaah juga diminta memanfaatkan waktu istirahat agar stamina tetap stabil menghadapi puncak ibadah.
Pemerintah turut memberi perhatian khusus terhadap jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Bandara Jeddah. Seluruh jemaah diminta mengenakan kain ihram sejak keberangkatan dari embarkasi tanah air masing-masing. Ketentuan tersebut diterapkan karena proses miqat dilakukan selama perjalanan penerbangan menuju Arab Saudi.
“Setibanya di Bandara Jeddah, jemaah langsung bergerak menuju Makkah untuk menjalankan umrah wajib,” ujar Maria. Pemerintah meminta jemaah mengikuti seluruh arahan petugas demi mempercepat proses pelayanan kedatangan. Kondisi kesehatan jemaah menjadi fokus utama pemerintah menjelang seluruh rangkaian puncak ibadah haji 2026.(R-04)

