Kesaksian Kernet Bongkar Penyebab Bus ALS Hancur, Lubang Jalan Picu Tragedi
Kondisi bus ALS yang tinggal rangka seusai terbakar hebat akibat bertabrakan dengan truk pengangkut BBM.(ist)
SUMSEL, SabangMerauke News - Kecelakaan maut bus ALS mengguncang Jalinsum Muratara dan menewaskan 16 orang. Bus antarkota bertabrakan dengan truk tangki BBM lalu terbakar hebat di lokasi kejadian. Peristiwa siang hari ini memicu perhatian luas karena korban tewas dalam kondisi mengenaskan.
Kesaksian kernet bus ALS, Muhammad Fadli, yang selamat menjadi petunjuk awal yang membuka rangkaian kronologi kecelakaan tragis tersebut. Kernet menyebut bus sempat oleng ke kanan sebelum masuk jalur berlawanan secara tiba-tiba. Gerakan mendadak itu diduga dipicu upaya menghindari lubang besar di badan jalan utama.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin, menjelaskan hasil keterangan awal saksi. “Bus oleng ke kanan diduga menghindari lubang lalu masuk jalur berlawanan,” ujar Aiptu Iin Shodikin, Kamis, 7 Mei 2026. Pernyataan ini menjadi dasar awal penyelidikan yang terus dikembangkan oleh aparat di lapangan.
Bus ALS melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi dengan membawa sejumlah penumpang dalam perjalanan jauh. Saat memasuki kawasan Karang Jaya, kendaraan kehilangan kendali lalu bertabrakan dengan truk dari arah depan. Benturan keras memicu percikan api yang dengan cepat membesar dan melahap kedua kendaraan tersebut.
Api menyebar cepat akibat bahan bakar dari truk tangki, sehingga situasi berubah sangat mencekam. Sebagian penumpang tidak sempat menyelamatkan diri saat kobaran api membungkus badan kendaraan. Suasana di lokasi berubah menjadi kepanikan dengan asap tebal membumbung tinggi ke udara.
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP Muhammad Karim, memaparkan data korban akibat kecelakaan ini. “Ada 16 korban meninggal, 14 dari bus dan dua dari truk tangki,” ujar Karim. Ia menambahkan bahwa seluruh korban meninggal dalam kondisi terbakar sehingga identifikasi membutuhkan proses khusus.
Empat penumpang dilaporkan selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif. Tiga korban mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka ringan. Kondisi korban selamat menjadi fokus penanganan medis guna memastikan keselamatan mereka pascakejadian.
Lokasi kecelakaan berada di Jalinsum Simpang Danau yang dikenal sebagai jalur padat kendaraan lintas daerah. Jalur ini menghubungkan berbagai kota penting sehingga arus lalu lintas relatif tinggi setiap hari. Faktor kepadatan jalan turut menjadi perhatian dalam analisis penyebab kecelakaan tersebut.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mukmin Wijaya, mengungkap temuan di lokasi kejadian. “Ditemukan barang seperti tabung gas, motor, serta perabot di dalam bus,” ujar Kombes Nandang. Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya muatan tambahan di luar ketentuan angkutan penumpang umum.
Barang-barang tersebut meliputi kursi, dipan kayu, alat mesin, hingga sepeda motor dalam kabin bus. Satu unit motor bahkan ditemukan terlempar dari bagasi akibat benturan dan ledakan hebat. Kondisi ini menjadi sorotan karena berpotensi memperparah dampak kecelakaan yang terjadi.
Polisi menduga muatan tambahan tersebut dapat memengaruhi stabilitas kendaraan selama perjalanan berlangsung. Beban berlebih berpotensi membuat kendaraan sulit dikendalikan, terutama saat menghadapi kondisi jalan tidak rata. Analisis ini masih didalami guna memastikan hubungan langsung dengan penyebab kecelakaan tragis tersebut.
Selain faktor muatan, kondisi jalan juga menjadi fokus utama dalam penyelidikan lanjutan aparat kepolisian. Lubang di badan jalan diduga menjadi pemicu awal yang membuat sopir kehilangan kendali kendaraan. Tim akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kondisi jalan serta tanggung jawab perawatan.
“Fakta adanya lubang jalan akan ditelusuri secara serius bersama instansi terkait,” kata Nandang. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investigasi tidak hanya berfokus pada pengemudi, tetapi juga pada infrastruktur jalan. Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan kejadian serupa ke depan.
Kedua kendaraan kini diamankan sebagai barang bukti dalam kondisi hangus terbakar akibat insiden tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat kerusakan total kendaraan dan muatan. Nilai kerugian tersebut belum termasuk dampak sosial serta trauma yang dialami korban selamat. R-02

