Kernet ALS Asal Riau Bertahan di Kobaran Api: Ini Daftar Korban Tewas dan Selamat
Petugas DVI Polda Sumatera Selatan memindahkan jasad penumpang bus ALS yang tewas terbakar di RS Bhayangkara Palembang, Kamis pagi, 7 Mei 2025. (antarafoto)
SUMSEL, SabangMerauke News - Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali menjadi kuburan panas setelah bus ALS terbakar hebat. Tragedi maut tersebut menewaskan 16 orang dalam kobaran api yang brutal. Namun, kernet bus ALS asal Riau bernama Muhammad Fadli justru selamat dari neraka besi terbakar tersebut.
Kecelakaan mengerikan tersebut terjadi di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu siang, 6 Mei 2026. Bus ALS bertabrakan keras dengan truk tangki bahan bakar minyak sebelum akhirnya terbakar hebat di lokasi. Api melahap badan kendaraan dalam waktu cepat sehingga menyulitkan proses penyelamatan korban penumpang.
Suasana lokasi kecelakaan berubah seperti adegan film bencana penuh asap hitam dan kobaran api besar. Potongan besi hangus berserakan sementara jeritan korban sempat terdengar sebelum api membesar semakin brutal. Jalinsum Muratara mendadak lumpuh total setelah kecelakaan maut mengguncang kawasan tersebut dini hari tadi.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mukmin Wijaya, mengungkap jumlah korban selamat sangat sedikit. Dari total penumpang bus ALS, hanya empat orang berhasil keluar hidup setelah benturan dan kebakaran terjadi. Tiga korban mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban hanya mengalami luka ringan.
Korban selamat tersebut terdiri dari Jumiatun, warga Pati, Ngadiono, warga Pati, dan Muhammad Fairul Hubaidi, warga Tegal. Ketiganya mengalami luka bakar dan menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit sejak Kamis pagi, 7 Mei 2026. Sementara seorang korban lain berasal dari Riau bernama Muhammad Fadli bin Ibrahim.
Fadli diketahui bekerja sebagai kernet bus ALS rute Sumatera lintas antarkota antarprovinsi yang cukup panjang. Pria asal KM 8 Siarang Arang, Kecamatan Ujut, Riau, mengalami luka lecet ringan setelah tragedi terjadi. Kondisinya jauh lebih baik dibandingkan dengan korban lain dalam bus ALS yang terbakar tersebut.
Nama Muhammad Fadli mendadak menjadi perhatian setelah muncul sebagai satu-satunya kru bus ALS yang selamat dari kebakaran. Dua kru lain bernama Saf dan Maleh justru ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh hangus terbakar. Keduanya merupakan kru bus ALS asal Medan, Sumatera Utara, menurut data kepolisian terbaru.
“Korban selamat berjumlah empat orang dengan kondisi luka berbeda-beda,” kata Nandang Mukmin Wijaya. Seluruh korban selamat kini masih menjalani perawatan medis intensif di fasilitas kesehatan wilayah Muratara. Polisi juga terus mendalami kronologi kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki tersebut.
Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polda Sumsel mulai bekerja sejak Kamis dini hari. Seluruh kantong jenazah dipindahkan menuju RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi lanjutan. Polisi mengakui sebagian besar korban sulit dikenali akibat kondisi tubuh terbakar hebat.
Hingga Kamis pagi ini, polisi berhasil mengidentifikasi 10 korban meninggal dunia dari total 16 korban jiwa. Aryanto, sopir truk tangki PT Seleraya asal Lubuk Linggau, ditemukan meninggal dalam kendaraan yang terbakar hebat. Martono, penumpang truk tangki asal Muratara, ikut tewas setelah terjebak kobaran api di lokasi kejadian.
Korban lain yang teridentifikasi bernama Alif, sopir bus ALS asal Jawa Tengah, turut meninggal dunia. Dua kru bus ALS bernama Saf dan Maleh juga ditemukan meninggal setelah proses identifikasi DVI dilakukan. Kondisi tubuh korban membuat proses pengenalan berlangsung cukup rumit sejak pagi tadi.
Polisi juga mengidentifikasi satu keluarga penumpang bus ALS sebagai korban tragedi mengerikan tersebut. Aldi Sulistiawan ditemukan meninggal bersama istrinya bernama Rani dan anak mereka bernama Bela. Ketiganya berada dalam bus saat benturan keras memicu ledakan dan kebakaran besar pada kendaraan tersebut.
Nama Relodo dan Zulkifli juga masuk daftar korban meninggal hasil identifikasi terbaru kepolisian Sumsel pagi tadi. Sementara korban lain masih menjalani proses identifikasi lanjutan di RS Bhayangkara Palembang sejak Kamis pagi. Polisi mengakui fasilitas identifikasi daerah belum memadai untuk menangani kondisi korban terbakar parah.
“Penumpang lainnya belum diketahui identitasnya dan masih dalam proses identifikasi,” ujar Nandang. Tim DVI Biddokkes Polda Sumsel mendapat bantuan tambahan personel Pusdokkes Mabes Polri untuk identifikasi lanjutan. Proses tersebut diperkirakan berlangsung cukup lama mengingat kondisi korban yang mengalami luka bakar berat.
Dugaan awal kecelakaan mengarah pada manuver bus ALS saat menghindari lubang jalan sekitar lokasi kejadian. Bus disebut kehilangan kendali hingga masuk jalur kanan sebelum bertabrakan keras dengan truk tangki BBM. Benturan keras memicu kebakaran besar dan membuat penumpang sulit menyelamatkan diri dari dalam kendaraan.
“Diduga sopir bus ALS menghindari lubang lalu hilang kendali menuju jalur kanan,” kata Nandang. Dugaan tersebut masih didalami tim penyidik bersama petugas lalu lintas wilayah Sumatera Selatan saat ini. Polisi juga memeriksa kondisi kendaraan dan jalur sekitar tempat kecelakaan maut terjadi.
Jalan berlubang kembali muncul menjadi hantu lama di jalur Sumatera setelah tragedi maut tersebut mengguncang publik nasional. Banyak sopir lintas Sumatera mengeluhkan kondisi jalan rusak, namun tetap dipadati kendaraan besar setiap harinya. Jalur panjang tersebut seperti arena taruhan hidup antara kecepatan, kelelahan, dan infrastruktur bermasalah.
Polda Sumsel kini membuka call center khusus untuk membantu keluarga mencari informasi korban kecelakaan bus ALS tersebut. Nomor Posko DVI disiapkan agar keluarga korban mendapat informasi resmi dan valid lebih cepat. Polisi juga menjanjikan proses identifikasi serta penegakan hukum berlangsung transparan selama penyelidikan berjalan.
“Kami memastikan proses identifikasi korban berjalan profesional dan transparan,” ujar Nandang. Polisi masih menunggu identifikasi lanjutan terhadap korban lain di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang saat ini. Tragedi Muratara kini meninggalkan duka panjang bagi keluarga korban lintas berbagai daerah di Indonesia. R-02
Daftar identitas korban meninggal dunia:
- Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.
- Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
- Alif (44), pengemudi bus ALS, warga Jawa Tengah.
- Saf (50), kenek bus ALS, warga Medan.
- Maleh (42), kru bus ALS, warga Medan.
- Relodo, penumpang bus ALS.
- Zulkifli, penumpang bus ALS.
- Aldi Sulistiawan, penumpang bus ALS.
- Rani, penumpang bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
- Bela, penumpang bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
Daftar korban menjalani perawatan:
- Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
- Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
- Muhammad Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus ALS, warga Riau, mengalami luka lecet atau luka ringan.

