Pekanbaru Darurat BBM! Antrean Mengular Berjam-jam Buat Ekonomi Kota Bertuah Nyaris Lumpuh
Antrean warga di sebuah SPBU di Pekanbaru. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Nyaris selama tiga hari belakangan ini, kondisi jalanan di Kota Pekanbaru mendadak berubah menjadi area parkir massal. Antrean panjang warga berburu literan bensin di jalanan terlihat di sekitar SPBU. Bahkan, antrean itu menutupi sebagian besar badan jalan protokol di pusat kota.
Fenomena ini memicu keresahan luar biasa bagi warga yang kehilangan waktu produktif demi mobilitas harian. Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak berjam-jam hanya untuk mencapai depan nosel pengisian. Kepadatan lalu lintas di area sekitar SPBU pun kini menjadi sorotan tajam aparat berwenang.
Merespons jeritan hati warga Kota Bertuah, Pemerintah Kota Pekanbaru akhirnya mengambil langkah cukup tegas. Tim gabungan yang terdiri atas unsur Kepolisian dan Kejaksaan mulai bergerak melakukan pemantauan langsung. Langkah masif ini bertujuan memastikan tidak ada praktik menyimpang yang memperburuk ketersediaan stok di lapangan.
"Kami ingin membedah kondisi riil lapangan guna mencari penyebab utama kelangkaan yang sangat memicu antrean," ujar Khairunnas, Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian Disperindag Pekanbaru, Senin, 4 Mei 2026. Tim investigasi akan menelusuri rantai distribusi terbawah demi menekan harga di tingkat pengecer nakal.
Investigasi ini menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak terbebani harga yang melampaui batas kewajaran resmi. Berdasarkan laporan terkini, harga BBM di tingkat pengecer pinggir jalan mulai mengalami kenaikan sangat signifikan. Polisi dan jaksa dilibatkan untuk memberikan efek jera bagi oknum yang mencoba bermain di distribusi minyak.
Disperindag juga memberikan peringatan keras kepada pengelola SPBU agar lebih selektif melayani pembeli di tempat masing-masing. Penjualan kepada pengecer atau jerigen tanpa izin resmi dilarang keras demi menjaga keadilan distribusi. Prioritas utama harus diberikan kepada masyarakat pengguna langsung agar antrean panjang segera berkurang secara drastis.
"Prioritas distribusi harus diberikan kepada masyarakat pengguna langsung sehingga pasokan tetap tersedia secara merata," tegas Khairunnas. Ia mengingatkan pengelola SPBU agar mematuhi aturan pemerintah mengenai penyaluran bahan bakar bersubsidi maupun nonsubsidi.
Krisis pasokan dilaporkan telah merembet hingga ke unit Pertashop dan para penjual bensin eceran pinggir. Harapannya melalui sidak terpadu ini alur distribusi kembali normal sehingga kenyamanan warga segera pulih. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kini mulai mengupayakan perpanjangan jam pelayanan di sejumlah titik strategis.
Sejumlah SPBU besar kini mulai beroperasi penuh. Jam operasional diperpanjang hingga 24 jam guna mempercepat penyaluran bahan bakar kepada warga. Langkah darurat ini diambil setelah melakukan peninjauan langsung bersama berbagai pemangku kepentingan di wilayah Riau.
Penambahan stok hingga 20 persen di atas kondisi normal juga dilakukan sebagai langkah antisipatif. Armada mobil tangki dikerahkan lebih banyak untuk mempercepat distribusi di wilayah dengan konsumsi sangat tinggi. Pengiriman BBM ke SPBU pun kini dilakukan lebih awal dari jadwal biasanya demi menjaga keandalan.
"Kami bersama Pertamina dan stakeholder terkait terus melakukan monitoring intensif untuk memastikan distribusi berjalan dengan baik," kata Abdullah, Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Provinsi Riau. Ia menegaskan penyaluran harus tepat sasaran dan tidak boleh ada penyimpangan sedikit pun di lapangan.
Pemerintah Provinsi Riau mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic buying. Pembelian secara bijak sesuai kebutuhan sangat disarankan agar distribusi dapat berjalan merata ke seluruh lapisan. Ketersediaan energi di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat harus tetap terjaga melalui koordinasi yang sangat intensif.
Optimalisasi jam layanan merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi bagi seluruh rakyat. Akselerasi distribusi dilakukan untuk merespons dinamika konsumsi masyarakat yang meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Seluruh lembaga penyalur didorong untuk mengedepankan pelayanan yang baik serta mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
"Upaya percepatan distribusi merupakan komitmen kami dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat luas di Riau," kata Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina. Menurutnya, keandalan pasokan menjadi fokus utama agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan optimal tanpa hambatan bahan bakar.
Dukungan terhadap kebijakan operasional 24 jam juga datang dari Hiswana Migas Provinsi Riau tersebut. Seluruh lembaga penyalur diminta mendukung penuh optimalisasi pelayanan demi mempercepat penyaluran bensin kepada masyarakat yang membutuhkan. Kepatuhan terhadap aturan menjadi harga mati agar tidak ada sanksi tegas dari pihak berwenang nanti.
"Hiswana Migas mendukung optimalisasi operasional SPBU, termasuk perpanjangan jam layanan hingga 24 jam," kata Tuah Laksamana Negara, Ketua DPC Hiswana Migas Provinsi Riau. Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu mengakhiri drama antrean panjang yang sudah sangat melelahkan warga Pekanbaru.
Aparat penegak hukum akan terus berjaga di sekitar area SPBU untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan protokol juga menjadi perhatian utama tim gabungan di lapangan. Pengawasan ketat dilakukan agar tidak ada lagi mobil dengan tangki modifikasi yang merampas hak warga.
Melalui kerja sama apik antara pemerintah, Pertamina, dan aparat hukum, stabilitas energi diharapkan segera tercapai kembali. Aktivitas ekonomi di Kota Bertuah harus tetap berdenyut kencang tanpa terganggu oleh kendala distribusi bahan bakar. Warga diminta tetap sabar sembari menunggu normalisasi pasokan yang sedang diupayakan secara maksimal oleh petugas. R-02

