Serie A Italia
Inter Milan Sah Jadi Raja Italia, Parma Jadi Tumbal Pesta Scudetto ke-21 Nerazzurri!
Para pemain Inter Milan merayakan gelar scudetto ke-21 setelah mengalahkan Parma di Milan, Senin dini hari, 4 Mei 2026. (AFP)
ITALIA, SabangMerauke News - Inter Milan memastikan Scudetto setelah menumbangkan Parma Calcio 1913 dengan skor 2-0 di San Siro, Senin dini hari, 4 Mei 2026. Kemenangan ini mengunci gelar Serie A musim 2025-2026 sekaligus memupus harapan pesaing yang tersisa di papan atas klasemen. Dua gol dari Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan menjadi stempel resmi dominasi sepanjang musim kompetisi panjang.
Sejak peluit awal, Inter langsung menekan dengan ritme tinggi seolah tidak ingin menunda pesta. Serangan demi serangan mengalir deras, membuat Parma lebih banyak bertahan sambil mencari celah serangan balik cepat. Sundulan Denzel Dumfries nyaris membuka skor lebih awal, tetapi bola melayang tipis di sisi gawang.
Parma sempat memberi kejutan lewat peluang dari Mateo Pellegrino yang hampir membungkam stadion sejenak. Namun penyelesaian akhir kurang tajam membuat peluang itu hanya menjadi catatan tanpa dampak berarti. Inter kembali mengambil kendali permainan dengan distribusi bola rapi dari lini tengah yang disiplin.
Menit ke-26 menghadirkan momen dramatis ketika tembakan Nicolo Barella menghantam mistar setelah sempat ditepis kiper. Sorakan publik meningkat drastis karena gol terasa tinggal menunggu waktu untuk benar-benar terjadi. Parma bertahan dengan garis rapat, tetapi tekanan tanpa henti membuat celah mulai terlihat jelas.
Gol pertama akhirnya datang di masa tambahan waktu babak pertama melalui pergerakan tajam Thuram. Ia lolos dari jebakan offside sebelum menaklukkan kiper dengan penyelesaian dingin di depan gawang. “Gol itu mengubah energi stadion dan membuat tim semakin percaya diri,” kata Cristian Chivu, pelatih Inter Milan.
Memasuki babak kedua, Inter tetap mengontrol permainan tanpa memberi ruang bagi Parma berkembang. Umpan silang dari Federico Dimarco terus menciptakan ancaman serius di kotak penalti lawan. Parma terlihat mulai kelelahan menghadapi tekanan konstan yang tidak memberi jeda berarti sepanjang laga.
Pergantian pemain menjadi langkah penting saat Lautaro Martinez masuk membawa energi baru di lini depan. Pergerakan agresifnya langsung memaksa lini belakang Parma bekerja ekstra keras dalam menjaga posisi. Keputusan tersebut terbukti tepat ketika kombinasi cepat menghasilkan peluang berbahaya beberapa menit kemudian.
Gol kedua lahir pada menit ke-80 melalui kerja sama rapi antara Lautaro dan Mkhitaryan. Umpan tarik dari sisi kanan disambut penyelesaian sederhana yang tidak memberi peluang bagi kiper. “Pergantian pemain memberi dampak instan dan meningkatkan kualitas serangan tim,” kata analis Italia, Marco Bellini.
Parma sempat mencetak gol balasan melalui Nesta Elphege pada menit akhir pertandingan. Namun wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside dalam proses serangan yang terdeteksi jelas. Keputusan itu memastikan keunggulan Inter tetap aman hingga peluit panjang menutup pertandingan malam tersebut.
Kemenangan ini membuat Inter mengoleksi poin yang tidak mungkin lagi dikejar pesaing terdekat di klasemen. Dominasi sepanjang musim menjadi fondasi kuat yang membawa mereka meraih Scudetto ke-21 dalam sejarah klub. Performa konsisten menjadi pembeda utama dibanding tim lain yang sempat naik turun sepanjang kompetisi berjalan.
“Tim menunjukkan stabilitas luar biasa sejak awal musim hingga momen penentuan seperti hari ini,” kata Chivu. Ia menilai mental juara menjadi faktor penting yang membuat pemain tetap fokus meski tekanan terus meningkat. Inter terlihat matang dalam membaca situasi dan memaksimalkan peluang yang datang pada waktu krusial.
San Siro berubah menjadi lautan emosi ketika peluit akhir dibunyikan dan gelar resmi dikunci. Para pemain merayakan momen tersebut bersama pendukung yang memenuhi stadion dengan sorakan panjang tanpa henti. Lampu stadion dan nyanyian suporter menciptakan suasana yang sulit dilupakan dalam sejarah klub.
Gelar ini menegaskan posisi Inter sebagai kekuatan utama sepak bola Italia dalam beberapa musim terakhir. Konsistensi taktik dan kedalaman skuad membuat mereka mampu menjaga performa di tengah jadwal padat kompetisi. Keberhasilan ini juga membuka peluang meraih gelar tambahan pada ajang domestik lainnya yang masih berjalan.
Inter kini mengalihkan fokus ke target berikutnya setelah memastikan gelar liga dengan cara meyakinkan. Kepercayaan diri meningkat tajam menjelang laga penting lain yang berpotensi menambah koleksi trofi musim ini. Malam di San Siro menjadi bukti nyata perjalanan panjang berakhir dengan hasil yang layak dirayakan penuh kebanggaan. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga 2 Championship Pegadaian
Sudah Unggul, PSPS Runtuh di Detik Terakhir, Bekasi City Menang Dramatis

