Serie A Italia
Napoli Nangis Darah! Harapan Scudetto Sirna di Tangan Como, Inter Milan Siap Berpesta
Pemain tengah Nico Paz (kiri) mengontrol bola sambil dikawal pemain Napoli Alisson Santos. (REUTERS)
ITALIA, SabangMerauke News - Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi bisu kegagalan Napoli mempertahankan asa juara Liga Italia musim ini. Pertandingan pekan ke-35 pada Sabtu, 2 Mei 2026, malam WIB berakhir tanpa satu pun gol. Hasil kacamata ini membuat langkah Inter Milan meraih gelar Scudetto kini menjadi semakin tidak terbendung.
Tuan rumah Como sebenarnya tampil sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan wasit di tengah lapangan. Nico Paz menjadi jenderal lapangan tengah yang sangat kreatif membongkar pertahanan tim tamu yang rapuh. Serangan bergelombang I Lariani membuat barisan belakang Napoli bekerja ekstra keras sepanjang waktu pertandingan berjalan.
Peluang emas pertama hadir melalui aksi penyerang haus gol Como, yakni sosok Anastasios Douvikas, semalam. Ia sudah berhasil melewati penjagaan Vanja Milinkovic-Savic, namun bola diblok tepat di garis gawang. Amir Rrahmani muncul sebagai pahlawan penyelamat yang menggagalkan gol pembuka tuan rumah pada menit kedelapan itu.
Napoli yang menyandang status sebagai juara bertahan terlihat sangat kesulitan mengembangkan pola permainan terbaik mereka. Scott McTominay dan Kevin De Bruyne tampak terisolasi oleh disiplinnya lini tengah bentukan Cesc Fabregas. Serangan balik yang dibangun tim tamu sering kali kandas sebelum sempat memasuki kotak penalti lawan yang rapat.
Vanja Milinkovic-Savic dipaksa jatuh bangun menyelamatkan gawang Napoli dari gempuran pemain depan tim tuan rumah. Kiper asal Serbia tersebut melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menghalau tembakan jarak dekat Assane Diao. Tanpa ketangguhan sang penjaga gawang, skor mungkin sudah berubah menjadi bencana bagi tim asal Naples.
Dominasi Como terus berlanjut hingga babak kedua dimulai tanpa memberikan Napoli kesempatan bernapas lega sedikit pun. Martin Baturina hampir saja memecah kebuntuan andai sepakannya tidak ditepis secara heroik oleh sang kiper lawan. Tekanan tinggi yang diterapkan pemain Como membuat Napoli hanya bisa bertahan secara total di belakang.
Napoli sempat mendapatkan satu peluang emas melalui sepakan Matteo Politano pada menit-menit akhir pertandingan itu. Namun dewi fortuna belum berpihak karena bola hanya membentur tiang gawang dengan sangat keras sekali. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga peluit panjang ditiupkan tanda berakhirnya laga penuh drama tersebut.
"Saya bisa mengatakan saya sangat bangga sekaligus marah melihat hasil akhir hari ini," ucapnya. Cesc Fabregas selaku Pelatih Como merasa emosional melihat perjuangan anak asuhnya yang tampil sangat dominan. Mantan bintang Arsenal tersebut menyayangkan ketidakmampuan pasukannya mengonversi 16 tembakan menjadi sebuah gol kemenangan penting.
Fabregas menyoroti pertumbuhan pesat para pemainnya yang berani menekan tim sekelas juara bertahan Liga Italia. Ia merasa bangga karena Como kini mampu bersaing di papan atas kasta tertinggi sepak bola. Padahal klub milik pengusaha asal Indonesia ini baru saja kembali setelah absen selama dua puluh satu tahun.
Kekecewaan mendalam justru menyelimuti kubu Napoli yang kini semakin tertinggal sembilan poin dari Inter Milan. Harapan untuk mempertahankan gelar juara kini hampir mustahil terwujud mengingat sisa laga yang semakin sedikit. Napoli tertahan di urutan kedua klasemen sementara dengan koleksi tujuh puluh poin dari tiga puluh lima laga.
Hubungan emosional antara pemain Como dengan para pendukung setia menciptakan atmosfer luar biasa di dalam stadion. Masyarakat kota Como sangat antusias melihat tim kebanggaan mereka kini bersaing memperebutkan tiket Liga Champions. Keberhasilan menahan imbang tim raksasa menjadi bukti sahih bahwa Como bukan sekadar tim promosi biasa.
Meski gagal menang tambahan satu poin tetap menjaga asa Como berada di peringkat lima klasemen. Mereka kini mengoleksi enam puluh dua poin dan terus mengintip peluang masuk ke zona empat besar. Persaingan menuju kompetisi tertinggi Eropa diprediksi akan berlangsung sangat sengit hingga pekan terakhir liga berakhir.
Para pemain Napoli terlihat sangat lesu saat meninggalkan lapangan hijau Stadion Giuseppe Sinigaglia usai pertandingan. Kegagalan meraih poin penuh menjadi pukulan telak bagi mental bertanding pasukan yang bermarkas di Stadion Maradona. Mereka kini harus fokus mengamankan posisi kedua agar tidak tergeser oleh tim pesaing di bawahnya.
Cesc Fabregas menegaskan bahwa ia akan terus menuntut penampilan maksimal dari seluruh anak asuhnya nanti. Ia tidak ingin momentum bagus ini hilang hanya karena rasa puas menahan imbang tim besar semata. Perjalanan Como di kasta tertinggi Liga Italia masih sangat panjang untuk mencapai target yang diinginkan.
Inter Milan kini hanya butuh beberapa poin lagi untuk merayakan pesta juara di hadapan pendukungnya. Napoli harus meratapi kegagalan ini sebagai pelajaran berharga untuk membangun tim lebih kuat musim depan. Liga Italia kembali menyajikan drama yang tidak terduga bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga 2 Championship Pegadaian
Sudah Unggul, PSPS Runtuh di Detik Terakhir, Bekasi City Menang Dramatis
-
UEFA Champions League
Drama VAR Panas! Atletico Madrid Tahan Arsenal, Penalti Ketiga Bikin Geger

