Liga 2 Championship Pegadaian
Sudah Unggul, PSPS Runtuh di Detik Terakhir, Bekasi City Menang Dramatis
Pemain PSPS Pekanbaru berduel di udara dengan pemain Bekasi City dalam laga lanjutan Liga 2 Championship Pegadaian di Bekasi, Sabtu, 2 Mei 2026. (sumber: PSPS Pekanbaru)
JAWA BARAT, SabangMerauke News - Laga Bekasi City lawan PSPS Pekanbaru berakhir dramatis di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu sore, 2 Mei 2026. Gol menit akhir mengubah segalanya dan menyisakan cerita pahit bagi PSPS Pekanbaru yang sempat unggul.
Pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB dengan tensi tinggi sejak menit awal babak pertama. PSPS langsung tampil menekan, mencoba menguasai ritme permainan melalui serangan cepat bertubi-tubi. Namun penyelesaian akhir belum maksimal hingga waktu berjalan mendekati akhir babak pertama.
Gol pertama akhirnya lahir dari kaki Natanael Siringo pada menit ke-45. Serangan terukur memecah kebuntuan, membawa PSPS unggul tipis di momen krusial. Sorak pendukung tim tamu pecah, optimisme kemenangan mulai terasa semakin dekat.
Namun, keunggulan itu hanya bertahan singkat sebelum jeda turun minum tiba. Ezechiel Ndouassel menyamakan skor pada menit 45+3 melalui penyelesaian tajam di kotak penalti. Skor berubah menjadi 1-1, memaksa kedua tim memulai ulang strategi pada babak kedua.
Memasuki babak kedua, PSPS kembali mengambil kendali permainan sejak menit awal. Tekanan intens membuahkan hasil setelah Douglas Cruz mencetak gol lewat penalti menit ke-55. Skor 1-2 membuat PSPS kembali di atas angin, memperbesar harapan mencuri kemenangan tandang.
Namun momentum berubah drastis hanya beberapa menit setelah gol tersebut tercipta. Douglas Cruz menerima kartu merah pada menit ke-62 akibat pelanggaran keras di lapangan. PSPS harus bermain dengan sepuluh pemain, situasi yang langsung dimanfaatkan Bekasi City.
Hanya berselang dua menit, Ezechiel kembali mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-64. Skor menjadi 2-2, tekanan berbalik menghantam pertahanan PSPS yang mulai kehilangan keseimbangan. Bekasi City meningkatkan intensitas serangan, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain secara agresif.
Sisa waktu pertandingan berubah menjadi panggung bertahan bagi PSPS yang tertekan terus-menerus. Serangan demi serangan dilancarkan tuan rumah, memaksa lini belakang PSPS bekerja ekstra keras. Beberapa peluang berhasil digagalkan, namun tekanan tak pernah benar-benar mereda hingga akhir laga.
Drama mencapai puncaknya saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu babak kedua. Renan Silva mencetak gol penentu kemenangan pada menit 90+3 melalui aksi individu memukau. Skor berubah menjadi 3-2, membalik keadaan sekaligus memastikan kemenangan dramatis Bekasi City.
Gol tersebut disambut gemuruh stadion, sementara pemain PSPS terlihat terpukul dengan hasil akhir. Keunggulan yang sempat diraih berubah menjadi kekalahan menyakitkan dalam hitungan menit terakhir. Momen ini menjadi titik balik yang menentukan arah hasil pertandingan secara keseluruhan.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, mengakui timnya kehilangan momentum setelah kartu merah terjadi. “Kartu merah mengubah ritme permainan, kami kesulitan menjaga keseimbangan tim,” ujar Aji Santoso. Ia menilai kondisi tersebut memberi ruang besar bagi lawan untuk menekan tanpa henti.
Aji juga menegaskan tim tetap berusaha tampil maksimal meski situasi sulit terjadi di lapangan. “Kami tetap mengincar kemenangan, namun kondisi tidak berjalan sesuai rencana,” tambahnya. Ia membuka peluang rotasi pemain untuk evaluasi performa menghadapi pertandingan berikutnya.
Pemain PSPS, Reza Kusuma, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil pertandingan tersebut. “Kami ingin memberikan hasil terbaik, namun hasil akhir tidak sesuai harapan,” kata Reza Kusuma. Ia menegaskan tim akan bangkit dan memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam laga ini.
Di sisi lain, kemenangan ini mengangkat posisi Bekasi City dalam klasemen sementara kompetisi. Tim berjuluk Kuda Hitam tersebut kini mengoleksi 44 poin dan bertahan di posisi ketiga. Sementara PSPS tertahan di posisi keenam dengan 37 poin setelah gagal menambah angka.
Statistik pertandingan menunjukkan PSPS unggul dalam penguasaan bola mencapai 54 persen sepanjang laga. Namun, efektivitas serangan Bekasi City pada momen krusial menjadi pembeda hasil akhir pertandingan. Ketajaman di menit akhir menjadi faktor utama yang memastikan kemenangan tuan rumah.
Pertandingan ini memperlihatkan betapa pentingnya disiplin dan konsistensi hingga peluit akhir dibunyikan. Kesalahan kecil dan kehilangan fokus dapat mengubah arah pertandingan dalam waktu sangat singkat. PSPS harus membayar mahal momen krusial yang gagal dimanfaatkan secara maksimal.
Sementara Bekasi City menunjukkan karakter kuat dalam membalikkan keadaan di bawah tekanan tinggi. Mental bertanding menjadi kunci utama keberhasilan mereka meraih kemenangan dramatis tersebut. Laga ini meninggalkan pelajaran penting bagi kedua tim dalam perjalanan kompetisi musim ini. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga 2 Championship Pegadaian
Rekor Buruk Menghantui! PSPS Pekanbaru Siap Hancurkan Dominasi Bekasi City
-
UEFA Champions League
Drama VAR Panas! Atletico Madrid Tahan Arsenal, Penalti Ketiga Bikin Geger
-
UEFA Champions League
Thriller 9 Gol! PSG Selangkah ke Final Usai Bungkam Bayern dalam Duel Paling Brutal

