Ditahan Imigrasi Kanada, Rombongan Iran Gagal Hadiri Kongres FIFA
Presiden Iran Football Federation Mehdi Taj dan rombongan batal menghadiri agenda penting FIFA. Foto : Istimewa
Iran, SABANGMERAUKE NEWS - Presiden Iran Football Federation Mehdi Taj dan rombongan batal menghadiri agenda penting FIFA. Mereka sebelumnya telah terbang menuju Kanada untuk mengikuti Kongres FIFA yang berlangsung pekan ini. Namun perjalanan terhenti setelah tiba di Toronto akibat pemeriksaan imigrasi ketat.
Petugas imigrasi Kanada menahan rombongan Iran selama sekitar dua jam di bandara setempat. Pemeriksaan dilakukan meski seluruh anggota rombongan diketahui telah mengantongi visa resmi masuk negara tersebut. Situasi memanas saat otoritas mengajukan pertanyaan sensitif terkait afiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps.
Taj mengungkap isi percakapan yang terjadi selama pemeriksaan kepada media internasional. “Mereka bertanya apakah kami anggota IRGC,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip media. “Kami menjawab, ‘Di Iran, 90 juta penduduk adalah anggota IRGC,’” lanjutnya menjelaskan situasi.
Percakapan singkat tersebut berujung keputusan rombongan Iran untuk tidak melanjutkan perjalanan menuju lokasi kongres. Taj menyebut tidak ada dokumen deportasi resmi yang diberikan otoritas Kanada kepada rombongan. Meski begitu, ia menilai perlakuan tersebut secara faktual menyerupai tindakan penolakan masuk negara.
Setelah insiden tersebut, rombongan Iran memilih kembali ke Istanbul tanpa menghadiri Kongres FIFA. Keputusan diambil secara kolektif setelah mempertimbangkan situasi yang tidak kondusif di bandara. Peristiwa ini langsung memicu perhatian komunitas sepak bola internasional terkait isu politik dalam olahraga global.
Sebagai tindak lanjut, Iran dijadwalkan bertemu langsung dengan FIFA dalam waktu dekat. Sekretaris Jenderal Mattias Grafström disebut mengundang perwakilan Iran ke markas FIFA. Pertemuan direncanakan berlangsung di Zurich sebelum batas waktu yang ditetapkan pertengahan Mei mendatang.
Taj menegaskan pentingnya pertemuan tersebut untuk membahas posisi Iran dalam agenda sepak bola internasional. “Kami akan segera mengadakan pertemuan dengan FIFA,” katanya menegaskan langkah diplomasi olahraga tersebut. Ia menambahkan banyak isu strategis perlu dibahas menjelang partisipasi Iran di turnamen besar berikutnya.
Situasi Iran menjelang Piala Dunia FIFA 2026 terus menjadi sorotan publik global. Faktor geopolitik dinilai memengaruhi dinamika keikutsertaan Iran dalam ajang olahraga terbesar dunia. Negara tersebut diketahui memiliki ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah utama turnamen.
Presiden Donald Trump turut memberikan tanggapan terkait kemungkinan keikutsertaan Iran dalam turnamen tersebut. “Biarkan saja mereka bermain,” ujarnya saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih. Pernyataan itu menandakan peluang Iran tetap tampil meski situasi politik global masih memanas.(R-03)

