Prabowo Desak UU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini, Buruh Dapat Angin Segar
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR RI dan kementerian terkait. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR RI dan kementerian terkait. Instruksi tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas Jakarta Pusat. Pemerintah menargetkan regulasi tersebut segera disahkan demi kepastian hukum pekerja nasional.
Prabowo menekankan pentingnya undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada kepentingan buruh Indonesia. Regulasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan keadilan serta perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja. “Saya instruksikan agar rancangan ini segera diselesaikan bersama DPR dan kementerian terkait,” ujar Prabowo.
Pemerintah juga mengalokasikan perlindungan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah mencapai Rp500 triliun tahun ini. Kebijakan tersebut mencakup kenaikan upah minimum serta penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat luas. Langkah ini menjadi bagian strategi memperkuat daya beli serta kesejahteraan pekerja nasional berkelanjutan.
Dalam kesempatan sama, Prabowo menegaskan pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sebagai sejarah baru. Regulasi tersebut mengakhiri kekosongan hukum yang berlangsung puluhan tahun sejak awal kemerdekaan Indonesia. “Ini perjuangan panjang selama puluhan tahun dan akhirnya berhasil diwujudkan,” ujar Prabowo.
Prabowo menyoroti kondisi pekerja rumah tangga yang selama ini menghadapi ketidakjelasan sistem pengupahan nasional. Pemerintah menilai kehadiran undang-undang baru akan memberikan kepastian serta perlindungan kerja lebih baik. “Sekarang untuk pertama kali negara menghadirkan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung nilai kejujuran kalangan buruh, petani, serta nelayan Indonesia. Ia menilai kelompok tersebut memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan. “Semakin tinggi posisi seseorang, justru integritas sering dipertanyakan,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong reformasi kebijakan tenaga kerja nasional berkeadilan. Pemerintah berharap regulasi baru mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pembangunan ekonomi. Momentum May Day dimanfaatkan mempertegas arah kebijakan pro buruh secara menyeluruh nasional.(R-04)

