Alasan Prabowo Ngotot Pertahankan MBG: Hasil Panen Terbeli, Serap Lapangan Kerja!
Presiden RI Prabowo Subianto. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengalirkan kembali kekayaan negara kepada rakyat melalui berbagai program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini disebut menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam memastikan bahwa anggaran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dalam keterangannya, Prabowo menyampaikan bahwa program MBG telah menunjukkan dampak signifikan, terutama bagi kelompok masyarakat di sektor pertanian dan perikanan. Ia menilai, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi petani dan nelayan.
Menurut Prabowo, sebelum adanya program tersebut, banyak petani yang kesulitan menjual hasil panennya. Tidak jarang, hasil panen seperti buah-buahan dibiarkan membusuk karena tidak terserap pasar. Kondisi ini diperparah dengan praktik tengkulak yang membeli hasil panen dengan harga sangat rendah.
“Kita sudah menghasilkan MBG untuk puluhan juta orang, dan kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan kita selesaikan, tapi kita sudah merasakan manfaatnya. Petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli, sekarang mulai terserap,” ujar Prabowo saat menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap kedua di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Ia mencontohkan, sebelumnya petani mangga sering mengalami kerugian karena hasil panen tidak diambil oleh pasar. Namun, dengan adanya program MBG, hasil produksi tersebut kini memiliki jalur distribusi yang lebih jelas dan terserap untuk kebutuhan masyarakat.
Selain membantu petani dan nelayan, program MBG juga dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa. Pembangunan dapur umum serta koperasi yang terlibat dalam pelaksanaan program ini membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.
Prabowo menegaskan, efek berantai dari program ini menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di desa, daya beli masyarakat diharapkan ikut terdongkrak.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara, khususnya dari dana yang sebelumnya berpotensi bocor akibat praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa dana tersebut kini dialihkan untuk kepentingan rakyat.
“Apa yang salah kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontorkan uang kepada rakyatnya sendiri? Uang ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang berupaya memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Prabowo juga menekankan pentingnya pengawasan serta evaluasi berkelanjutan terhadap setiap program pemerintah.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk mengedepankan pendekatan ilmiah dan berbasis teknologi dalam mengevaluasi proyek-proyek strategis. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil dapat diukur secara objektif dan memberikan hasil maksimal.
“Saya minta kita objektif dan kita bersifat saintifik. Kita hitung secara matematik,” imbuhnya.
Sementara itu, dari sisi pendanaan, program MBG mendapatkan dukungan anggaran yang sangat besar pada tahun 2026. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp335 triliun.
Rinciannya, pagu anggaran sebesar Rp268 triliun ditambah dengan dana cadangan atau standby sebesar Rp67 triliun. Anggaran ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Total dianggarkan Rp335 triliun. Jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp71 triliun,” ujar Dadan saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Peningkatan anggaran tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk memperluas cakupan penerima manfaat program MBG. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima di seluruh Indonesia.
Target tersebut menunjukkan ambisi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan cakupan yang semakin luas, program MBG diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan berbagai perbaikan dalam pelaksanaan program agar lebih efektif dan efisien. Evaluasi terhadap kekurangan yang ada menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program ini.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi program. Namun, ia memastikan bahwa setiap kendala akan diatasi secara bertahap.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah serta dukungan anggaran yang besar, program Makan Bergizi Gratis diyakini akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ke depan, pemerintah berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung, tetapi juga menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. Program MBG diharapkan menjadi bukti bahwa kekayaan negara dapat dikelola secara optimal untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. (R-03)

