Pemerintah Pastikan Pajak Tak Naik, Fokus Tutup Kebocoran Penerimaan Negara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Pemerintah menegaskan tidak ada kenaikan tarif pajak maupun jenis pajak baru dalam waktu dekat.
Pemerintah memastikan tarif pajak tidak naik dalam waktu dekat demi menjaga daya beli masyarakat nasional.
Kebijakan fiskal diarahkan menjaga stabilitas ekonomi sambil mendorong pertumbuhan menuju target enam persen.
Data terakhir menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal keempat tahun 2025 lalu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fokus utama pemerintah saat ini meningkatkan kepatuhan pajak.
Ia menyebut upaya menutup kebocoran penerimaan jauh lebih penting dibanding menaikkan tarif pajak.
“Fokus pemerintah meningkatkan kepatuhan dan menutup kebocoran pajak, bukan menaikkan tarif,” ujarnya resmi.
Purbaya menjelaskan konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin terbesar pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia saat ini.
Struktur ekonomi nasional ditopang konsumsi domestik, investasi, serta aktivitas perdagangan yang terus bergerak dinamis.
Karena itu pemerintah menjaga sektor swasta agar tetap tumbuh dan menciptakan lapangan kerja baru.
Langkah konkret dilakukan melalui satgas percepatan perizinan dan debottlenecking guna mempercepat investasi masuk nasional.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menghilangkan hambatan birokrasi yang selama ini mengganggu ekspansi sektor swasta.
“Maka sektor swasta harus terus dijaga agar tetap tumbuh kuat dan berkelanjutan,” kata Purbaya.
Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai delapan persen dalam beberapa tahun mendatang.
Target tersebut dinilai realistis dengan penguatan fondasi ekonomi serta reformasi struktural berbagai sektor strategis nasional.
Purbaya optimistis tren pertumbuhan akan meningkat signifikan dibanding capaian lima persen saat ini.
Ia menyebut indikator awal menuju pertumbuhan tinggi sudah mulai terlihat dalam beberapa periode terakhir.
“Pertumbuhan delapan persen sudah mulai terlihat arahnya dan akan tercapai dalam waktu dekat,” ujarnya.
Optimisme tersebut didukung peningkatan investasi, konsumsi, serta perbaikan iklim usaha nasional yang konsisten.
Pemerintah mendorong akselerasi pertumbuhan melalui kombinasi belanja negara dan ekspansi sektor swasta produktif.
Sinergi kebijakan fiskal dan sektor riil dinilai menjadi kunci mempercepat pemulihan ekonomi nasional berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas daya beli masyarakat luas.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap penerimaan pajak meningkat tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan tarif.
Pendekatan ini dianggap lebih efektif dalam jangka panjang untuk memperkuat struktur fiskal negara nasional.
Kebijakan pajak tetap diarahkan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif serta menjaga stabilitas sosial masyarakat.(R-03)

