Rekening Jebol Miliaran, Polisi Panggil Bos Bank CIMB Niaga! Misteri Dana Raib Mulai Terkuak
Ilustrasi dan infografis kasus pembobolan rekening nasabah CIMB Niaga, Batam. Foto: SM News/Created by AI
KEPRI, SabangMerauke News - Penyidikan pembobolan rekening miliaran rupiah di Bank CIMB Niaga memasuki fase krusial baru. Polda Kepri menjadwalkan pemeriksaan perwakilan bank tersebut untuk mengurai misteri transaksi mencurigakan, Selasa, 28 April 2026. Kasus ini menyeret banyak perusahaan dengan pola serupa yang membuat publik mulai gelisah.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Arif Mahari, memastikan kehadiran perwakilan bank segera. “Pihak bank sudah konfirmasi hadir; jadwal jam masih menunggu kepastian,” ujar Arif Mahari. Pemeriksaan ini diharapkan membuka gambaran utuh terkait mekanisme pembobolan yang terjadi selama ini.
Penyidik sebelumnya hanya mengandalkan keterangan korban serta cabang bank di daerah Batam. Informasi tersebut dinilai belum cukup menggambarkan rangkaian kejadian secara menyeluruh dan rinci. Kehadiran perwakilan pusat dianggap penting untuk menjelaskan sistem dan alur transaksi internal bank.
Arif menyebut dua orang perwakilan bank direncanakan hadir dalam pemeriksaan awal tersebut. “Untuk awal dikonfirmasi dua orang, semoga tidak ada perubahan jumlah pemeriksaan,” katanya. Jumlah tersebut diharapkan cukup untuk memberikan penjelasan teknis terkait sistem keamanan transaksi perbankan.
Agenda pemeriksaan sempat tertunda karena saksi tidak hadir sesuai jadwal pemanggilan sebelumnya. Penjadwalan ulang dilakukan guna mempercepat proses penyidikan yang terus berkembang. Penyidik berupaya menjaga momentum agar kasus ini segera menemukan titik terang.
Saat ini, penyidik menangani tiga laporan pembobolan rekening yang melibatkan lima perusahaan. Total kerugian mencapai miliaran rupiah dengan pola kejadian yang memiliki kemiripan mencolok. Kesamaan pola membuat dugaan adanya celah sistem atau metode terstruktur semakin menguat.
Kasus pertama menimpa PT XSS dengan kerugian mencapai Rp1,86 miliar pada Desember 2025. Beberapa hari kemudian, tiga perusahaan lain kehilangan sekitar Rp750 juta dalam satu akun layanan. Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Desember 2025 dengan pola transaksi yang hampir identik.
Kasus terbesar dialami PT GMBR dengan kerugian mencapai Rp3,4 miliar pada Februari 2026. Nilai kerugian besar membuat penyidik meningkatkan fokus untuk mengungkap akar permasalahan. Perbedaan waktu kejadian tidak menghapus kemiripan pola transaksi yang terus berulang.
Direktur PT XSS, Heru, mengaku masih optimistis dana perusahaannya dapat kembali sepenuhnya. Ia menilai kejadian tersebut berkaitan dengan dugaan kelemahan sistem keamanan layanan perbankan. Heru menegaskan tidak ada kelalaian dalam prosedur penggunaan layanan yang selama ini dijalankan.
“Saya sudah lapor sebelum kejadian, tapi tetap terjadi pembobolan,” ujar Heru tegas. Ia menyebut laporan disampaikan sekitar 20 menit sebelum transaksi mencurigakan terjadi. Namun, upaya pencegahan tidak mampu menghentikan aliran dana keluar dari rekening perusahaan.
Heru juga menyoroti sistem deteksi transaksi yang dinilai belum responsif terhadap aktivitas tidak wajar. Transaksi dalam jumlah besar seharusnya memicu sistem pengamanan lebih ketat dari layanan perbankan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas sistem keamanan digital yang digunakan.
Ia memastikan seluruh prosedur telah diikuti mulai dari pelaporan hingga koordinasi dengan bank. Langkah hukum juga ditempuh pada hari yang sama untuk mempercepat penanganan kasus. Keyakinan terhadap pengembalian dana tetap kuat meski proses hukum masih berjalan panjang.
Penyidik kini menelusuri kemungkinan keterkaitan antarkasus yang memiliki pola transaksi serupa. Analisis digital forensik dilakukan untuk mengungkap jejak transaksi dan metode pembobolan rekening. Pendekatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi celah sistem maupun aktor di balik kejadian tersebut.
Kasus ini menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber di sektor perbankan modern. Teknologi yang berkembang pesat menuntut sistem keamanan lebih adaptif dan responsif terhadap risiko. Kejadian ini menjadi pengingat keras pentingnya penguatan sistem perlindungan data finansial.
Polda Kepri menegaskan komitmen untuk menyelesaikan kasus secara tuntas hingga ke akar masalah. Pemeriksaan terhadap perwakilan bank menjadi langkah penting dalam membuka seluruh rangkaian kejadian. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan arah lanjutan penyidikan dan kemungkinan penetapan tersangka.
Kasus pembobolan rekening ini kini menjadi perhatian luas di tengah meningkatnya transaksi digital. Masyarakat mulai mempertanyakan keamanan sistem perbankan dalam melindungi dana nasabah. Perkembangan penyidikan berikutnya akan menjadi penentu arah kepercayaan publik terhadap sektor keuangan. R-02

