Trump Mengamuk! Israel Dilarang Bombardir Lebanon: “Cukup Sudah!!!”
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Israel agar menghentikan seluruh serangan militer ke Lebanon. Foto : Istimewa
Washington, SABANGMERAUKE NEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Israel agar menghentikan seluruh serangan militer ke Lebanon. Pernyataan tegas itu menandai perubahan drastis pendekatan Washington dalam konflik Timur Tengah yang memanas. Trump bahkan menegaskan larangan total terhadap pemboman lanjutan, dengan nada ultimatum terbuka.
Langkah ini muncul tak lama setelah Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon. Kesepakatan tersebut berlaku mulai tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut, menyusul komunikasi intensif antara para pemimpin kedua negara. Kebijakan itu diposisikan sebagai upaya meredam eskalasi yang telah menelan ribuan korban jiwa.
“Israel tidak akan lagi membom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Cukup sudah!!!” tulis Trump melalui platform Truth Social. Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat tekanan politik Washington terhadap sekutu utamanya di kawasan.
Trump juga menegaskan penanganan konflik di Lebanon akan dipisahkan dari isu Iran. Ia menyebut keberadaan kelompok Hizbullah akan ditangani dengan pendekatan berbeda, tanpa memperluas konflik regional. Strategi ini dinilai sebagai upaya membatasi eskalasi agar tidak meluas menjadi perang kawasan.
Gencatan senjata itu diumumkan setelah percakapan langsung Trump dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam komunikasi tersebut, kedua pemimpin sepakat membuka ruang jeda konflik guna meredakan ketegangan.
Kesepakatan juga dipicu oleh pertemuan langka antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington DC yang dimediasi Amerika Serikat. Diplomasi ini menjadi titik balik setelah eskalasi militer meningkat tajam sejak awal Maret. Sejak itu, Lebanon terseret dalam konflik besar kawasan akibat serangan lintas batas.
Serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi. Operasi militer juga melibatkan pengerahan pasukan darat di wilayah selatan Lebanon, memperparah situasi kemanusiaan. Kondisi ini memicu tekanan global agar konflik segera dihentikan.
Langkah tegas Trump dengan melarang serangan Israel dipandang sebagai upaya menunjukkan kontrol penuh atas dinamika sekutu. Namun, kebijakan tersebut juga membuka potensi gesekan baru antara Washington dan Tel Aviv. Dunia kini menanti apakah ultimatum keras ini benar-benar mampu menghentikan siklus kekerasan di kawasan yang telah lama bergolak.(R-03)

