Misi Rahasia AS di Hormuz Terbongkar, Iran Siap Bertindak Tanpa Kompromi
Ilustrasi kapal tengkar AS bersihkan ranjau di selat Hormuz. Foto : AI
Washington, SABANGMERAUKE NEWS - Amerika Serikat mengklaim dua kapal perang melintasi Selat Hormuz untuk misi pembersihan ranjau laut.
Amerika Serikat mengumumkan operasi militer baru di Selat Hormuz yang sangat strategis global.
Langkah ini dilakukan setelah konflik dengan Iran meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Iran langsung merespons keras dengan ancaman terhadap seluruh kapal militer yang melintas.
Komando militer Amerika Serikat menyebut operasi bertujuan membuka jalur pelayaran aman internasional.
Laksamana Brad Cooper menyatakan misi akan mempercepat pemulihan arus perdagangan global terganggu.
“Kami memulai proses membangun jalur baru aman untuk pelayaran internasional,” ujar Cooper tegas.
Dua kapal perusak rudal dilaporkan terlibat langsung dalam operasi militer tersebut sejak awal.
USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy menjadi ujung tombak misi pembersihan ranjau.
Komando pusat menambahkan dukungan drone bawah laut segera dikerahkan memperkuat operasi tersebut.
Iran membantah keras klaim Amerika terkait keberhasilan memasuki wilayah Selat Hormuz strategis tersebut.
Juru bicara militer Iran menegaskan kendali penuh akses selat berada pada angkatan bersenjata nasional.
“Inisiatif melintasi selat sepenuhnya berada pada kendali militer Iran,” kata Ebrahim Zolfaghari dalam siaran.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan peringatan keras dari Garda Revolusi terhadap kapal militer asing.
Setiap upaya pelanggaran akan mendapat respons tegas tanpa kompromi dari pasukan Iran berwenang.
Jalur selat disebut hanya dibuka terbatas bagi kapal sipil dengan syarat tertentu berlaku.
Presiden Amerika Donald Trump sebelumnya mengumumkan dimulainya pembersihan ranjau di kawasan tersebut resmi.
Ia menyebut langkah ini sebagai bantuan bagi negara industri yang bergantung jalur energi tersebut.
Trump menilai negara lain tidak memiliki keberanian melakukan tindakan serupa dalam situasi konflik ini.
Trump juga menuding Iran mengalami kerugian besar selama konflik berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Ia mengakui ancaman ranjau laut masih menjadi risiko serius bagi kapal yang melintas kawasan.
“Satu-satunya ancaman mereka adalah ranjau laut yang bisa menghantam kapal,” tulis Trump melalui media.
Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari.
Blokade tidak langsung terjadi sejak serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai.
Situasi ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas energi serta keamanan perdagangan internasional.
Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan gagal mencapai kesepakatan signifikan terbaru.
Perundingan di Pakistan tidak menghasilkan solusi untuk meredakan ketegangan kawasan semakin meningkat.
Konflik berpotensi meluas jika kedua pihak terus meningkatkan tekanan militer di kawasan strategis tersebut.(R-04)

