Jalan Rusak dan MBG Jadi 'Menu Utama' Reses Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi di Bukit Raya
Reses Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri memicu sorotan tajam warga terkait infrastruktur rusak serta efektivitas program Makan Bergizi Gratis yang dinilai belum berjalan maksimal di lapangan. Foto : Istimewa
Pekanbaru, SABANGMERAUKE NEWS - Reses Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri memicu sorotan tajam warga terkait infrastruktur rusak serta efektivitas program Makan Bergizi Gratis yang dinilai belum berjalan maksimal di lapangan.
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri menyerap aspirasi warga saat reses di Jalan Kuantan, Air Dingin.
Pertemuan berlangsung Kamis dengan partisipasi aktif warga Kecamatan Bukit Raya menyampaikan berbagai persoalan lingkungan.
Keluhan utama menyoroti kerusakan Jalan Kaharuddin Nasution di kawasan Simpang Pasir Putih yang membahayakan pengguna.
Warga menilai kondisi jalan berlubang memperbesar risiko kecelakaan terutama saat hujan mengguyur kawasan tersebut.
Azwendi menegaskan status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat sebagai bagian jaringan jalan nasional.
“Perbaikan jalan itu kewenangan nasional, aspirasi ini akan diteruskan ke wali kota,” tegasnya.
Selain infrastruktur, warga juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang belum berjalan optimal.
Sejumlah warga mengeluhkan banyak makanan tidak dikonsumsi siswa sehingga berakhir terbuang percuma setiap hari.
Kondisi ini dinilai merugikan serta menunjukkan lemahnya perencanaan distribusi makanan bagi penerima program tersebut.
Azwendi menilai pengawasan perlu diperkuat agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan peningkatan gizi siswa.
Ia menekankan pentingnya kesiapan dapur penyedia makanan termasuk tenaga pengolah yang memahami standar gizi.
“Kesiapan dapur harus dicek, tenaga memasak wajib memahami pengolahan makanan sesuai standar gizi,” ujarnya.
DPRD Pekanbaru berencana melakukan inspeksi mendadak ke seluruh dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis.
Pengawasan mencakup kualitas makanan, tenaga pengolah, kebersihan dapur, serta pengelolaan limbah yang dihasilkan.
“Kita akan cek semua aspek, mulai tenaga, menu, hingga kebersihan dan limbah,” tegasnya.
Ia menambahkan DPRD tetap mendukung program nasional tersebut dengan catatan evaluasi harus dilakukan menyeluruh.
Langkah evaluasi diperlukan agar manfaat program benar-benar dirasakan siswa sebagai penerima utama kebijakan pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program serta perbaikan pelayanan publik.(R-04)

